JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Mood swing


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Pagi Kak Roy, Kak Juna, Galih.." Ucap Alice saat melihat ketiga pria itu sedang melakukan olahraga ringan di sebuah ruangan luas dengan beberapa alat kebugaran. Alice berjalan mendekati sebuah meja dengan sebuah kursi santai di sampingnya.


Alice membawakan nampan berisi tiga gelas jus jeruk, satu susu stowberi dan satu piring sandwich buatan tangan Alice. Gadis itu meletakkan nampannya di atas meja dan dengan santainya duduk di kursi santai.


"Woah.. Kau membuat ini semua?" Tanya Galih yang mendekat ke arah Alice yang sedang duduk santai di kursi rotan. Pria itu mengambil jus jeruk dan meminumnya perlahan.


"He'm." Gumam Alice.


"Kau tidak latihan?" Tanya Galih heran, gadis itu hanya duduk manis saja di kursi santai tanpa terlihat ada niat untuk berolahraga.


"Aku sudah olahraga tadi.. Bahkan aku sudah mandi." Ucap Alice santai dan mengambil segelas susu stowberi dan meminumnya pelahan.


"Loh.. Kalau begitu ngapain kau kesini kalau tidak mau olahraga?" Tanya Galih tambah heran dengan kelakuan gadia itu.


"Tentu saja untuk cuci mata.. Memang sepagi ini mau melakukan apalagi." Jawab Alice asal. Alice mengambil sepotong sandwich dan memasukkannya kedalam mulutnya.


Galih yang mendengar itu membelalakan matanya menatap gadis di depannya bagaikan sebuah makhluk aneh yang baru saja dia temui di dunia ini.


"Woah.. Alice, aku tidak menyangka kau akan bicara segamblang itu. Bahkan kau dengan beraninya mengutarakan apa yang ada di kepala mu.. Woahh kau benar-benar Alice? Atau kau sedang sakit?" Tanya Galih yang kemudian mendekatkan punggung tangannya ke kening Alice.


Alice dengan cepat menepis tangan Galih yang menempel di keningnya, "Aih.. Aku tidak sakit, aku hanya ingin melihat pemandangan indah agar suasana hati ku juga jadi membaik." Ucap Alice santai dan kembali menggigit sandwichnya.


"Awas.. Kau menghalangi pandangan ku." Ucap Alice menyingkirkan Galih yang menghalangi pandangannya melihat Juna yang sedang lari di atas Treadmill dan Roy yang sedang melakukan sit up. Ketiga pria itu terlihat top less alias tanpa mengenakan baju dan hanya mengenakan celana olahraga pendek.


"Woah.." Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Galih sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya saking tidak mempercayai pendengarannya.


"Sudah hentikan Galih.. Biarkan Alice mencuci matanya." Ucap Juna terkekeh yang tampak berjalan mendekat kearah Alice dan mengambil segelas jus jeruk dan meminumnya.


"Tuh Kak Jun saja tidak masalah." Ucap Alice santai dan kemudian mengelap sudut bibirnya kemudian menghabiskan susu stowberinya.

__ADS_1


Tidak lama Roy juga selesai dengan latihannya dan berdiri mendekati kearah ketiga orang yamg sedang berkumpul itu. Roy mengambil segelas jus jeruknya dan mulai menyeruput minumannya sambil mengusap lembut rambut Alice yang berada di sampingnya.


"Tapi ingat kau tidak boleh melakukan hal ini kepada pria lain selain kita atau kekasih mu." Ujar Juna dan langsung mendapatkan anggukan kuat dari Alice. Ketiga pria itu malah jadi terkekeh melihat tingkah Alice yang jadi memggemaskan itu.


"Apa rencana mu hari ini?" Tanya Roy yang berubah menjadi serius.


"Aku akan pergi ke kota B di mana dokter Imanuel Brees berada." Ucap Alice santai.


"Oke kita akan pergi kesana dengan dua mobil. Satu mobil untuk kita dan satu mobil untuk tim keamanan." Ujar Roy memutuskan dan mendapatkan anggukkan dari Galih dan Juna.


"Aku akan menyiapkan semuanya." Ucap Galih dan dengan cepat pria itu meninggalkan ruang olahraga menuju kamarnya.


"Aku akan membersihkan diri ku." Ucap Galih dan pergi meninggalkan Alice dan Roy keluar dari ruangan itu.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Roy pada Alice saat mereka hanya berdua saja.


"Aku baik-baik saja Kak." Jawab Alice berbohong dengan senyum hangatnya.


"Aku tahu kau sedang berbohong.. Apapun itu bicarakan kepada ku, jika kau merasa sudah siap." Ucap Roy hangat.


Alice terharu dan tanpa sadar memeluk tubuh top less dengan tetesan keringat di tubuh Roy. Namun seketika dengan refleks Alice mendorong tubuh Roy dan mencubit hidungnya kemudian mengusap-usap tubuhnya yang terkena tetesan keringat milik Roy.


"Kakak.. Jorok!" Rengek Alice kesal. Pasalnya dia baru saja selesai mandi dan kini tubuhnya terkena keringat dari pria itu.


"Lohh.. Masa itu salah aku, kan kau sendiri yang tiba-tiba menerjang memeluk ku." Ucap Roy bingung, padahal dia tidak melakukan hal apapun kepada Alice.


"Ini semua karena Kakak! Kakak sudah bikin aku terharu jadi mau peluk Kakak! Gak mau tau, ini semua salah Kakak!" Ucap Alice kesal sambil keluar dari ruang olahraga dengan kaki yang menghentak-hentakan lantai.


"Lah kok jadi aku.." Ucap Roy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hadeh.. Wanita selalu benar dan laki-laki selalu saja salah." Ujarnya Akhirnya mengalah pada semboyan itu.

__ADS_1


"Kenapa kau terlihat kusut?" Tanya Juna yang keluar dari kamarnya untuk mengambil minum di pantry.


"Alice marah pada ku." Ucapnya dengan menghembuskan nafasnya kasar.


"Loh kok bisa, tumben.. Biasanya dia tidak pernah bisa marah kepadamu. Memangnya apa yang sudah kau lakukan?" Tanya Juna heran.


"Aku tidak melakukan apapun. Dia tiba-tiba saja memeluk ku karena perkataan ku yang membuatnya terharu, namun sedetik kemudian dia mendorong ku dan memarahi ku karena keringatku mengkotori pakaiannya. Padahal bukan aku yang memeluknya tapi dia malah marah pada ku." Ucap Roy bingung.


"Hahaha.. Sepertinya dia sedang mood swing.. Sudah kau terima saja. Berikan saja dia es cream untuk permintaan maaf, dia pasti akan memaafkan mu dan kembali seperti semua." Saran Juna.


"Hemm.. Bagus juga ide mu.. Okelah akan aku lakukan nanti.. Sekarang aku mau membersihkan diri dahulu." Ucap Roy dan Juna juga kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya sendiri.


Sedangkan di kamar Alice..


"Hoek..." Seluruh isi perut saat sarapan tadi, seluruhnya berhasil keluar dari mulut kecil Alice.


"Ohh tidak.. Ini pasti karena bau tubuh kak Roy yang langsung menempel pada tubuh ku yang jadi membuat ku mual. Padahal dari tadi aku melihat mereka bercucuran keringat tidak masalah. Tapi saat kontak langsung dengan keringat dan bau tubuhnya menempel di tubuh ku malah langsung membuat ku mual.. Aihh sia-sia saja sarapan ku pagi ini." Gerutu Alice dan membersihkan sisa-sisa cairan di mulutnya dan memilih untuk menggosok giginya dan kemudian membersihkan ulang tubuhnya.


Setelah selesai membersihkan diri, Alice keluar mengenakan dress selutut berwarna hijau dengan tangan panjang. Wajah Alice di tekuk karena kesal dan perutnya yang lapar.


Roy, Galih dan Juna yang melihat itu sedikit was-was dengan apa yang akan terjadi nantinya. Suasana rumah serasa sesak, mereka bahkan takut hanya untuk sekedar bernafas apalagi menanyakan ada apa dengan gadis itu.


"Ehem.." Roy berdehem untuk melancarkan tenggorokkannya.


"Alice.. Maafkan kesalahan kakak ya.. Ini kakak membelikan sesuatu untuk mu, semoga kau tidak marah lagi ya." Bujuk Roy dengan menyerahkan dua cup es cream vanila dengan toping stowberi dan coklat.


Alice yang melihat sogokan manis di depannya tidak mungkin menolak, apalagi tadi sarapannya sudah menghilang entah kemana membuatnya mengangguk setuju dan memaafkan Roy tanpa syarat.


"Tentu.. Terima kasih Kak.." Ucap Alice dan mulai memakan es krim itu dengan lahap dengan wajah yang ceria.


Akhirnya suasana ruangan itu telah kembali normal, bahkan ketiga pria di depan Alice kompak menghembuskan nafas lega.

__ADS_1


'Syukurlah Alice sudah kembali ceria lagi.' Batin ketiga pria bertubuh besar itu.


Bersambung....


__ADS_2