
“Ya, aku ingin mengukuhkan hubungan kita, aku ingin melakukan pesta pertunangan dengan mu. Maaf akau belum menanyai mu malah sudah mengambil kepususan seperti ini.” ucap pria itu namun wajahnya tidak tampak menyesal.
“Kau tidak terlihat seperti menyesal Anton, kau malah seperti akan memaksa ku meski aku menolak mu bukan.” Ucap gadis itu yang terlihat agak marah.
“Apapun yang terjadi aku hanya menginginkan mu sayang.” Ucap Anton.
“Anton, kita baru saja menjalaninya, bahkan banyak hal yang belum aku tahu mengenai dirimu. Selain itu kedua orang tuamu dan bahkan kakak mu belum tentu akan menyetujuinya.” Jelas Alice.
“Kau akan mengetahui segalanya tentang ku Alice, meski kita telah bertunangan tidak akan ada yang berubah, malah kita akan jadi lebih dekat lagi. Untuk kedua orang tua ku, aku sudah memberitahukan rencana ini kepada ayahku dan kedua kakakku. Dan ayahku beserta kedua kakakku sudah menyetujuinya.” Ucap Anton.
“Lalu dengan ibumu?” Tanya Alice.
“Aku belum bertemu langsung dengan ibu ku. Dia sedang berada di Negara X, namun aku sudah memberitahunya lewat telepon dan dia tidak ada masalah dengan itu. Mungkin tiga hari kedepan dia akan pulang, dan dia ingin kita ke rumah utama untuk makan malam.” Ucap Anton.
“Apa? Benarkah itu? Apakah ini tidak terlalu cepat?” Ucap Alice ragu.
“Benar sayang, semuanya baik-baik saja dan semuanya tidak terlalu cepat. Aku memang ingin kita menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius, bahkan jika kau membolehkan, kita segera menikah saja sayang. Bagaimana?” Tanya Anton.
“Apaa?? Itu terlalu konyol Anton.” Ucap Alice kaget dan mulai marah.
“Baiklah, baiklah, aku hanya bercanda. Aku akan memperkenalkan mu dengan keluarga ku tiga hari kedepan. Aku tahu, kau masih ragu tentang hubungan kita karena masalah keluarga kan? Kau ragu keluarga ku akan menerimamu atau tidak, maka dari itu aku akan memperkenalkanmu kepada mereka dahulu. Kau akan melihatnya dengan mata mu sendiri bahwa mereka semua akan menyambut mu Alice, kau nya saja yang terlalu sangat ketakutan. Semuanya akan baik-baik saja sayang. Kau tenag saja.” Ucap Anton menenangkan kekasihnya itu. Alice hanya diam saja.
“Entahlah Anton, aku hanya takut saja.” Ucapnya jujur.
“Sudah jangan terlalu kau pikirkan terlalu berlebihan, semua akan baik-baik saja. Lagi pula kan ada aku. Bagaimana kau mau kan bertemu kedua orang tua ku tiga hari lagi?” Ucapnya Anton lagi.
“Orang tua mu sudah menyuruh ku ke rumah mu, bagaimana aku bisa menolak lagi.” Ucap Alice dengan kesal.
“Baiklah berarti sudah di putuskan, tiga hari kedepan kita akan menemui orang tua ku. Terima kasih sayang kau sudah berani untuk melangkah kedepan bersama ku.” Ucap Anton dengan senyumnya yang menggembang. Alice pun jadi tersenyum bahagia melihat kekasihnya itu tersenyum. Meski masih ada sedikit rasa kekhawatiran di dalam hatinya.
__ADS_1
“Ohya sayang apa rencana mu hari ini?” Tanya Anton.
“Emhh sepertinya hanya melihat ke toko bunga dan tidak melakukan apapun.” Ucap Alice.
“Ah ya sudah lama aku tidak bertemu dengan Tasya, aku cukup merindukannya. Bagaimana keadaannya sekarang?” Tanya Alice yang teringat dengan sahabat kecilnya itu.
“Anak itu jauh lebih baik, bahkan dia sudah pulang kerumahnya beberapa hari yang lalu. Dan sebenarnya dia menitipkan ini kepada ku.” Anton menyerahkan selembar kertas kecil dan di sana tertulis sebuah alamat dan nomer telpon ibunya Tasya.
“Ahh, baiklah nanti akau kan datang berkunjung. Terima kasih selama ini kau pasti sudah menjaga Tasya dengan sangat baik.” Ucap Alice.
“Tentu saja, karena dia kan juga pasienku.” Ucap Anton.
Kruyukkk
“Ahh aku mulai lapar, bisakah kita sarapan dahulu baru kita lanjutkan bicarannya.” Ucap Anton memelas dan dengan sedikit wajah malu karena cacing di dalam perutnya sudah mulai meminta jatahnya.
“Hahaha aku hampir lupa, baiklah aku akan membuatkan sarapan untuk mu.” Ucap Alice dan segera pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan singkat.
“Tentu, aku tidak masalah.” Jawab Anton yang masih duduk di sofa, malah pria itu menyalakan televisi untuk menghilangkan jenuhnya saat menunggu kekasihnya itu menyiapkan sarapan.
Alice mengambil pancake instan itu, memasukkannya kewadah dan di beri tambahan air dan di aduk-aduk. segera membuatnya untuk dua porsi. Gadis itu kemudian memanaskan teflon yang di beri sedikit margarin, lalu gadis itu memasukkan adonan pancake dan membalikkannya saat adonan telah terlihat bintik-bintik kemudian menggangkatnya saat adonan telah matang. Alice membuat empat tumpukan pada setiap piring kemudian menambahkan sirup maple di atasnya.
Alice kemudian teringat bahwa di lemari pendinginnya dia tidak memiliki jus atau minuman apapun, sehingga dia melihat laci di pantrynya dan berencana membuatkan teh untuk minumannya. Alice memiliki beberapa teh bunga kering di dalam sana ada Calendula yang berwarna kuning dan oranye cerah, bunga Telang berwarna biru dan keunguan, Rosella, Lavender, Peach Blossom, Snow Chrysant, Globe Amaranth, Chamomile, Baby Chrysant, Apple Blossom, Osmanthus, Jasmine, Rosemary, Lemongrass, Black Wolfberry, French Rose, Forget Me Not, White Chrysant. Bunga-bunga kering itu Alice sendiri yang mengeringkannya dan menjadikkannya teh malah ada beberapa bunga yang dia jadikan sebagai sabun.
Alice mengambil French Rose untuk pagi ini dan menyiapkannya di atas meja pantrynya. Anton tiba-tiba muncul saat wangi dari bunga itu menyeruak hingga ke ruang tamu.
“Wahh wangi sekali, kau sedang membuat apa?” Tanya Anton.
“Teh French Rose tidak maslaah kan? Jus dan minuman lain di rumahku sedang kosong.” Ucap Alice.
__ADS_1
“Tentu, tak masalah. Aku bukan pemilih kok.” Ucapnya dan segera duduk manis di kursi tinggi pantry bar itu.
“Emhh enak.” Puji Anton saat pria itu memasukkan makanan kedalam mulutnya.
“Jangan mengejekku. Itu hanya pancake instan.” Kesal gadis itu.
“Ahh meski demikian ini memang benar-benar enak, karna ini di buatkan oleh orang yang aku cintai. Aku yakin ini, meski seorang cheft terkenal yang memasakkannya, tidak akan seenak buatan mu.” Ucap Anton tetap memuji kekasihnya itu.
“Sudah hentikan pujian yang terlalu kuno dan gombal itu, cepat habiskan sarapanmu dan segera pergi dari ini.” Ucap Alice.
“Apa? Tidak, aku tidak ingin pulang. Aku terlalu lelah untuk mengemudi. Aku akan istirahat di sini saja. Kaukan tahu aku tadi melakukan shift malam.” Ucapnya memelas.
“Astaga, baiklah cepat selesaikan makanmu dan segera istirahatlah.” Ucap Alice akhirnya menyerah.
“Tentu.” Ucapnya dan kemudian melanjutkan makannya dan meminum teh nya higga tak tersisa.
“Baiklah aku mau mandi dulu, di mana handuk mu? Apa aku gunakan handuk yang ada di dalam kamar mandi saja?” Tanya pria itu.
“Hemmm..” Alice menghembuskan nafasnya dan segera pergi ke kamarnya untuk mengambilkan handuk bersih. Namun tanpa gadis itu ketahui, Anton mengikutinya menuju kamar gadis itu.
“Astaga.” Ucapnya kaget saat berbalik dan menutup lemari pakaiannya setelah mengambil handuk dan meletakkannya di tangannya ternyata pria itu sudah muncul di depannya.
“Kenapa kau masuk kemari?” Tanya Alice.
“Kau tega aku mandi di kamar mandi yang jarang kau gunakan, bagaimana jika ada serangga di sana.” Ucap Anton asal.
“Astaga kau terlalu berlebihan. Ya sudahlah cepat sana, itu kamar mandinya di sana.” Tunjuk gadis itu ke sebuah pintu kamar mandi di dalam kamarnya.
Anton bergegas ke kamar mandi dan memulai mandinya, sedangkan Alice di luar sana merasa sedikit malu karena bayangan-bayangan nakal yang hinggap di pikirannya yang membuat degup jantungnya berdegup dengan cepat. Untuk menenangkan hatinya, Alice memutuskan akan mandi di kamar mandi luar. Gadis itu membawa handuk serta pakaian gantinya dan meninggalkan kamar itu.
__ADS_1
Bersambung....