JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Mengunjungi


__ADS_3

Laristha diam kemudian mengangkat tangannya dan meraba rahang pria yang ada tepat di belakangnya.


"Aku tahu.. Kau tidak perlu meminta maaf pada ku.. Tubuh ku masih belum terbiasa dengan semua sentuhan.. Maafkan aku.." Larista menurunkan tangannya dan menunduk.


"Kita akan melaluinya perlahan lahan.. Kau tidak perlu merasa bersalah.." Ucap Juna dan mengecup puncak kepala wanita itu.


"Ayoo kita bersiap.." Ujar Juna dan segera melepaskan pelukan ke tubuh wanita itu.


"Kau siapkan beberapa barang siapa tau kau akan tinggal di rumah sakit.. Alice masih harus mendapatkan perawatan beberapa hari di sana." Lanjut Juna.


"Baiklah aku akan menyiapkan pakaian untuk di sana." Ucap Laristha dan kembali kedalam kamarnya untuk mengepak beberapa barang keperluannya kedalam sebuah tas kecil.


"Kau tifak membawa sesuatu untuk pergi ke negara X?" Tanya Laristha saat melihat Juna tidak membawa tas apapun.


"Tidak.. Beberapa barang ku sebelumnya masih ada di penthouse milik Roy di sana." Jawab Juna dan membawa tas kecil milik Laristha.


"Aku bisa membawanya sendiri.." Ujar Laristha melihat Juna yang mengambil tas miliknya.


"Tidak apa.. Ayoo.." Tolak Juna dan menggenggam tangan Laristha dengan tangan lainnya yang bebas.


Juna membawa Laristha keluar dari apartemennya menuju parkiran mobilnya yang berada di dasar basement apartement itu.


"Apakah kau tidak menemui ibu mu dahulu? Bukankah beberapa hari ini kau tidak pulang?" Tanya Larista saat mereka sudah memasuki mobil mereka dan Juna menjalankan mobil itu membelah jalanan pagi kota A yang mulai padat.


Ya.. Laristha sudah menebaknya dia tahu Juna pasti sibuk beberapa hari ini untuk kasusnya dan pencarian mengenai kepergiannya dan pasti belum sempat menemui keluarganya sama sekali.


"Emhh.. Ya sebenarnya aku belum bertemu dengan ibu dan ayah beberapa minggu ini.." Jawab Juna Jujur.


"Kapan penerbangan mu?" Tanya Laristha lagi.


"Sore ini.." Jawab Juna cepat.


"Ahh bagaimana jika kau pulang kerumah mu saja dahulu menemui kedua orang tuamu, biarkan aku pergi sendirian ke rumah sakit. Lumayan waktu mu bisa bertemu dan menemui mereka." Saran Laristha agar kekasihnya itu memiliki sedikit waktu dengan keluarganya.

__ADS_1


Juna melirik kesamping kearah kursi penumpang yang ada di sampingnya, mememandang wajah kekasihnya yang juga menatapnya dengan penuh cinta.


"Aku tidak salah memilih mu.." Gumam Juna dan kemudian memiliki ide lain yang lebih baik.


Pria itu dengan cepat memutar arah kemudinya menuju ke sesuatu tempat.


"Ehh.. Mau kemana? Jika kau mau pergi bisakah memberhentikan ku di sebuah halte bus?" Pinta Laristha saat melihat tujuan mereka yang semakin menjauh.


"Kau ikut menemani aku ke rumah ibu.. Nanti aku akan mengantar mu ke rumah sakit dan berangkat dari bandara dari sana." Jelas Juna dan sukses membuat mata Laristha membulat.


"Kenapa?" Tanyanya sambil tersenyum jahil.


"Bukankah kau menyarankan aku pulang kerumah orang tua ku.." Ujar Juna lagi menggoda Laristha.


"Tidak.. Bukan begitu.. Maksud ku kau perginya sendiri dan aku pergi ke rumah sakit juga sendiri.." Jelas Laristha cepat.


"Tidak mau.. Kau harus bertanggung jawab atas ide yang kau ucapkan sendiri.. Sekalian aku ingin mengenalkan mu kepada ibuku dengan benar." Ucap Juna dan malah membuat wajah wanita itu merah merona.


"Tapi.. Tapi.. Aku masih belum siap.. Bagaimana jika mereka tidak menyukai ku? Lagipula pakaian ku saat ini terlalu santai." Ujar Laristha lagi yang saat ini mulai gugup saat mengetahui dirinya akan di bawa menemui kedua orang tua Juna.


Belum lagi pakaian yang dia gunakan sangat terlalu sederhana. Wanita itu hanya mengenakan celana jeans dan coat berwarna hitam.



"Tapi menurut ku kau sudah sempurna sayang.." Puji Juna saat pria itu melirik wanita di sampingnya.


"Tidak tidak tidak.. Bagaimana mungkin aku pergi kesana dengan stelan ini.. Ini pakaian serba hitam seperti pergi ke pemakaman saja.. Tidak tidak perlu, kau turunkan saja aku di sini aku akan pergi menggunakan taksi." Ucap Laristha cepat karena wanita itu sudah mulai panik dan gugup.


"Laristha.. Calm down baby.. Ambil nafas panjang dan buang perlahan." Ujar Juna mengingatkan wanita itu agar tidak panik.


Laristha mengikuti saran Juna mengambil nafasnya dari hidung dengan panjang dan mencoba membuangnya menghembuskan dari mulutnya perlahan.


"Good girls.." Puji Juna..

__ADS_1


"Sudah mendingan kan? Kau tidak perlu terlalu khawatir.. Kau santai saja, mereka tidak akan mengomentari penampilan mu.. Kau saat ini sangat sempurna sayang." Puji Juna sambil sesekali melirik kearah kekasihnya dan kembali fokus melihat kedepan jalanan mengendarai mobilnya.


"Kau tidak berbohong?" Tanya Laristha mulai tenang dan memandang wajah kekasihnya yang fokus ke depan jalanan yang sedikit ramai itu.


"Tentu saja.. Aku tidak pernah membohongi mu.." Ucap Juna yakin saat melihat Laristha dengan tepat kedalam mata wanita itu saat mobil mereka tepat berhenti di depan lampu merah.


"Thanks.. Kau sangat bisa membuat ku kembali tenang." Ucap Larista sambil memeberikan senyumnya yang hangat.


"Tentu saja.. Akukan kekasih mu.." Ujar Juna bangga.


"Menurut ku itu karena kau sudah sangat terlatih dengan itu semua.." Ucap Larista dengan tatapan matanya yang serius.


"Ehemm.." Juna berpura-pura batuk untuk melegakan tenggorokannya yang kering.


'Bukankah pelajaran itu semua ada manfaatnya? Itu semua jadi bisa membuat ku lebih sensitif dan bisa merasakan sesuatu sebelum mereka mengungkapkannya. Meski kadang tidak selalu tepat namun lumayan membuat ku jadi bisa menerka meski kadang wanita memang sedikit sulit untuk di mengerti.' Batin Juna.


"Kenapa kau diam?" Ucap Laristha menyadsrkan Juna bahwa lampu merahnya sudah berubah warna menjadi hijau.


"Ahh maaf aku sedikit melamun.." Ujar Juna dan langsung menekan pedal gasnya kembali mengemudikan mobilnya.


"Memang apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Laristha penasaran.


"Uhukk.. Hanya memikirkan untuk makan siang nanti enaknya makan apa nanti." Ucap Juna asal. Karena tidak mungkin pria itu mengungkapkan apa yang dia pikirkan.


"Sudah-sudah.. Kita sudah hampir sampai.." Ujar Juna mengalihkan pembicaraan saat mobil yang dikendarainya mulai memasuki gerbang pintu pagar rumah keluarga besarnya.


"Jun.. Aku jadi kembali gugup nih.." Ucap Laristha sambil merem@s kedua tangannya yang berada di atas pangkuannya.


"Tenang saja.. Kan ada aku.." Ucap Juna menenangkan Laristha dan menggenggam kedua tangan Larista yang berada di atas pangkuan wanita itu.


"Ayoo masuk.. Mereka pasti senang dengan kedatangan kita." Ucap Juna dan membantu wanita itu membukakan pintu mobilnya.


Larista keluar dari mobil dengan menggenggam tangan Juna erat dan berjalan berdampingan disisi tubuh pria itu.

__ADS_1


"Jun..." Ucap seseorang yang berada tidak jauh dari pintu masuk rumahnya.


Bersambung....


__ADS_2