
"Tenang saja aku pernah melihat situasi yang lebih dari ini, meski scane dan pemainnya sudah bertukar posisi." Ujar Alice Ambigu.
Ya.. Alice pernah melihat Juna yang mencium Maya saat wanita itu masih dalam pengaruh obat bius setelah selesai oprasi darurat di kapal ferry. Jika hanya memandangi pria itu sedang tidur tidak perlu sampai malu atau gugup bukan.
"Ha? Maksudnya?" Maya bingung dengan ucapan gadis di depannya itu.
"Tidak ada, lupakan saja." Ucap Alice dan mengalihkan pembicaraan.
"Kak Juna baru tidur?"
"Iya.. Dia baru saja terlelap." Jawab Maya masih dengan raut wajah yang merona.
"Kak Jun.. Bangun.." Goyang Alice di atas bahu pria itu.
"Eemmhh.. Ehh Al, kapan kau datang." Ucap Juna dan sedikit mengurut pangkal hidungnya.
"Baru saja." Jawab Alice singkat.
"Ada sesuatu kah?" Tanya pria itu yang kini sudah sadar sepenuhnya.
"Ya.. Panggilan dari Galih, Kak Roy meminta kita untuk rapat sekarang." Jelas Alice singkat.
"Ha? Kok dia tidak menghubungi ku.." Gumam pria itu dan mengambil ponsel di nakas samping tempat tidur Maya.
Juna melihat ponselnya dan mencoba menghidupkannya namun ponselnya tidak mau menyala, "Ahh ternyata habis batrai, pantas saja.. Ya sudah Ayo pergi.." Ujar pria itu dan beranjak berdiri dari kursinya.
"Aku akan kembali lagi nanti." Ucap Juna sambil mencium puncak kepala Maya sekilas dan cepat, sehingga Maya tidak bisa merespon tindakan pria itu dan hanya bisa membulatkan matanya.
Juna yang melihat respon Maya yang lucu, mengacak-acak rambut wanita itu yang langsung menundukkan kepalanya karena Malu ada Alice di sana. Namun Alice yang melihat adegan itu hanya tersenyum sekilas.
"Aku pergi Kak Maya." Ucap Alice dan mengekori Juna di depannya.
"Sudah di terima Kak?" Tanya Alice penasaran saat sudah keluar dari kamar Maya.
Alice berjalan bersisian dengan pria itu, pertanyaan Alice yang ambigu namun masih dapat di mengerti oleh Juna.
"Belum.." Jawab Juna cuek. Alice berhenti berjalan dan menatap pria itu langsung.
"Loh kok belum tapi kok udah berani sosor...." Belum selesai Alice menyelesaikan perkataannya, Juna memotong ucapan gadis itu.
"Sttt.. Anak kecil tidak usah tahu." Ujar Juna sambil mengusap kepala Alice agar gadis itu menghadap ke depan dan melanjutkan jalan meraka, dan agar gadis itu tidak bertanya atau berkata macam-macam lagi.
__ADS_1
"Ishh.. Anak kecil dari mana? Aku udah dewasa kali Kak.. Udh bisa punya anak malah." Goda Alice dengan menaik turunkan alisnya. Juna yang mendengar itu hanya tertawa menanggapi Alice.
"Kau sepertinya sudah jauh lebih ceria.. Boleh aku tahu kenapa?" Tanya Juna penasaran dengan perubahan mood gadis itu.
"Anton sudah sadar Kak." Ucap Alice ceria.
"Benarkah? Syukurlah.. Kenapa tadi kau tidak cerita pada ku, seharusnya tadi aku bisa menjenguknya dahulu sebelum pergi ke RJP." Juna sedikit menyayangkannya.
"Dia sedang berkumpul bersama keluarganya, selain itu kita juga di tunggu oleh kak Roy dan Galih."
"Ahh begitu, baiklah.. Lagipula aku sangat senang kau sudah kembali ceria."Ujar Galih sambil mengambil kunci mobil di tangan Alice saat gadis itu akan membuka pintu samping pengemudi.
"Biar aku saja." Ujar Juna.
Alice memundurkan langkahnya dan berjalan mengitari mobil dan kemudian duduk di samping kursi pengemudi. Siang itu cukup terik, untunglah mereka segera menyalakan AC dan membuka kaca jendela untuk membuang hawa panas dari dalam mobil.
"Bisakah kita mampir beli ice cream dahulu?" Tanya Alice saat mobil sudah membelah jalan raya dan tidak jauh dari tempat mereka terlihat tempat makanfast food yang menyediakan es krim untuk di drive-thru.
"Tentu saja.. Ada yang kau inginkan lagi selain itu?" Tanya Galih saat memasuki pelataran tempat makan itu.
"Tidak itu saja." Ucap Alice dan sudah membayangkan es krim dengan potongan dan selai stroberi.
"Tidak ingin minumannya?" Tanya Juna lagi.
"Selamat datang di.. Mau pesan apa.." Sambut suara ramah saat mereka sudah mendekati Zona Drive-thru.
Juna menyebutkan beberapa pesannanya dan kemudian di arahkan untuk maju ke depan untuk pengecekan kembali pesanan dan pembayaran, setelah itu mereka diarahkan untuk maju kembali menuju tempat pengambilan pesannan mereka.
Alice sangat bahagia saat es krim itu sudah berada di tangannya, "Kau mau kak?" Tawar Alice dan menyendok besar es krim itu dan mendekatkannya di depan mulut Juna.
"Tidak buat kau saja.. Aku tahu itu masih kurang untuk mu jika aku memakannya." Goda Juna sambil terkekeh dan Alice hanya mengerucutkan bibirnya.
"Hahaha.. Aku hanya bercanda.. Makanlah aku sedang tidak ingin." Ucap Juna akhirnya agar gadis di sempingnya tidak merajuk lagi.
"Kak Jun.." Alice menggantungkan ucapannya.
"Hmmm.." Gumam Juna.
"Menurut ku Kak Maya memiliki perasaan yang sama terhadap mu." Ucap Alice di sela-sela memasukkan es krim ke dalam mulutnya.
"Aku tahu." Ucap Juna datar.
__ADS_1
"Lalu mengapa dia sepertinya enggan untuk menerima mu? Apakah mungkin karena dia tahu bahwa kau orang yang breng ehemm.. Suka bermain-main selama ini. Oleh sebab itu dia tidak mau menerima mu?" Ucap Alice mengganti kata-kata keramat itu takut menyinggung pria di sampingnya. Juna terkekeh mendengar Alice batal menyebutnya brengs*ek.
"Tidak sepertinya bukan karena itu.. Sepertinya ini berhubungan dengan rasa kurang percaya dirinya." Jawab Juna santai.
"Darimana Kakak tahu?"
"Ibuku yang bilang." Ucap Juna santai.
"Tunggu sebentar. Kak Maya sudah bertemu dengan Ibu mu? Jadi kau benar serius dengan Kak Maya?" Tanya Alice tidak percaya.
"Hmm.." Jawabnya hanya dengan bergumam.
"Ihhh jelasin lebih panjang dong.. Akukan jadi penasaran." Keluh Alice saat pria iti tidak melanjutkan lagi ceritanya.
"Aku serius dengannya, namun ibuku bilang sepertinya perjalanan cintaku masih sangat panjang. Kau tahu, sebelumnya dia merupakan seorang psikolong, dia bisa menyimpulkan itu saat berbicara dengan Maya saat dia datang berkunjung ke rumah sakit." Jelas Juna.
"Astaga.. Benarkah, wah aku baru tahu tentang keluarga mu Kak." Ucap Alice yang sedikit tidak percaya.
"Hemm aku memang jarang pulang, sehingga aku jarang membicarakan mereka." Jelas Juna lagi.
"Ya.. Dahulu kau lebih suka bermalam di hotel atau di kantor, aku tahu itu." Cibir Alice.
"Hei.. Itukan sudah masalalu, jangan ungkit-ungkit lagi masa kelam ku." Ucap Juna malu dengan masalalunya yang kelam.
"Syukurlah kau sekarang sudah berubah Kak.. Aku berharap yang terbaik untuk mu." Ujar Alice dan menepuk bahu pria itu.
"Thank's Al." Ucapnya Juna sambil tersenyum.
"Sudah sampai, kita langsung ke atas saja." Ujar Galih saat mobil yang di kendarai masuk ke pelataran parkiran RJP dan berhenti tepat di samping pintu masuk lobby utama.
"Hemm iya Kak." Ucap Alice.
Alice mengikuti pria itu dari belakang, Juna memelankan langkahnya agar bisa berjalan bersisian dengan Alice. Mereka berjalan menuju ruangan kerja Roy dan berhenti tepat di depan pintu yang tertutup.
Tok tok tok.. Pintu di ketuk dari luar.
"Masuk.." Sahutan dari dalam.
Setelah mendengar jawaban dari dalam, Alice dan Juna masuk ke dalam ruang kerja Roy. Di dalam ruangan itu sudah ada Roy, Galih beserta beberapa staf lain dari divisi lainnya.
'Sepertinya rapat kali ini akan memakan waktu yang lama..' Batin Alice.
__ADS_1
Bersambung....