JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Ruang introgasi


__ADS_3

Brak! Pintu ruangan introgasi terbuka lebar, di dalam ruangan gelap dan kedap suara itu hanya memiliki sebuah meja dan dua buah kursi, serta sebuah lampu meja yang menyorot kearah seorang pria tua yang tangan dan kakinya terantai panjang dengan besi yang tetanam di lantai. Di kursi lainnya seorang petugas keamanan yang sedang melakukan tugasnya itu langsung berdiri dan memberikan hormat.


"Kepala.." Ucap petugas introgasi itu hormat.


"Buka borgolnya." Ucap sang ketua.


"Baik pak.." Dengan cepat petugas itu membuka borgol yang terikat dengan rantai itu.


"Kau istirahat saja dahulu.. Biar aku yang menangani di sini." Ucap sang kepala itu dan meminta petugasnya keluar dari ruangan itu.


"Baik pak." Ucapnya sambil memberikan hormat dan kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


"Masuklah.." Ucap sang ketua kepada seseorang di luar sana.


Tiba-tiba pintu ruang introgasi terbuka dan memperlihatkan dua orang pria masuk kedalam ruangan itu.


"Aku serahkan dia kepada kalian.. Aku hanya memberi kalian waktu 30 menit." Ucap ketua kepala keamanan itu.


"Thanks Nath.. Aku pasti akan mentraktir mu kopi." Ujar pria yang berjalan di depan dan menepuk bahu ketua keamanan itu.


"Haish.. Asal jangan mengganggu jam kerja ku saja Roy.." Ujar Nathan sang kepala ketua keamanan negara itu.


"Tentu.." Ujar pria itu sambil tersenyum.


"Giliran mu.." Ucap Roy kepada sorang pria yang mengikutinya kedalam ruang introgasi.


Ya pria yang masuk kedalam ruang introgasi itu adalah Roy dan juga Anton.


"Hi Billy.. Kau pasti pernah melihat ku bukan." Ujar Anton dan dengan santainya duduk di depan pria tua itu dengan angkuh.


"Kau pengusaha terkenal di kota X, mengapa kau bisa ada di sini?" Tanya pria tua itu heran melihat kehadian Anton di hadapannya.

__ADS_1


Ya.. Anton di kota X terkenal sebagai seorang pengusaha expor impor barang berharga yang langka selain merupakan seorang dokter, namun tidak ada yang tahu di belakang itu dia juga adalah sorang ketua genk Mafia Black Phater yang terkenal di beberapa negara itu.


"Kau masih mengingat ku rupanya." Ucap Anton santai.


"Bagaimana aku tidak mengingat mu, kau membuat kami rugi karena tidak ingin bekerja sama dengan keluarga Starry." Ucap Billy sinis.


"Aku tidak mau berbisnis dengan penipu licik.. Aku juga tidak mau menjual beli barang haram dari kalian.." Ujar Anton lagi.


"Lalu ada apa kau kesini?" Tanya Billy ketus.


"Aku kesini tentu saja ingin mengetahui siapa dalang di balik penculikan terhadap istri ku." Anton kini duduk tegak menatap kearah mata pria tua itu.


"Apa? Kau suami dari gadis itu?" Tanya Billy heran.


"Ya.. Aku adalah pria yang menjadi pengantin prianya.. Yang kalian culik di hari pernikahan itu adalah mempelai wanita ku." Anton memberikan nada dan tatapan yang dingin.


Lama Billy diam dan terperangah namun setelah dia sadar dia tersenyum mengejak, "Lalu apa urusannya dengan ku.. Aku hanya menjalani tugas sesuai perintah Miki." Ucapnya santai.


"..." Billy hanya diam dan tidak berkomentar apapun.


"Apa menurut mu aku bodoh tidak tahu siapa dalang di balik semua ini.. Aku tahu dalang di balik semua ini adalah kepala keluarga Starry." Ucap Anton langsung menebaknya.


"Kau terlalu percaya diri tuan.. Aku hanya pesuruh dari Miki." Billy berusaha tetap berbohong.


"Benarkah begitu? Tapi sayang sekali semua riwayat pesan dan percakapan mu terekam saat kau berbicara dengan Jhon Markus.." Ujar Anton santai.


"Aku tidak mengerti apa maksud mu tuan.. Aku hanyalah pesuruh Miki." Billy masih membungkam mengenai kenyataannya.


"Kau masih selalu saja bergurau.. Sepertinya kau tidak takut pada ku Billy.. Bagaimana jika aku menghancurkan usaha keluarga Stary?" Ancam Anton.


"Apa yang perlu aku takutkan.. Kau hanya seorang pengusaha sukses.. Meski kau lebih sukses dari keluarga Stary, namun keluarga Stary juga tidak akan hancur karena orang seperti mu. Keluarga Stary sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, bahkan sebelum kau lahir." Ejek Billy yakin.

__ADS_1


"Sepertinya kau memang tidak mengenal ku Billy.. Aku paling benci jika di rendahkan. Kau mengenalku hanya sebagai pengusaha handal. Tapi tahukah kau identitas asli ku.." Anton menggantungkan ucapannya.


Anton berjalan mendekati Billy yang masih duduk santai di kursi introgasinya dan kemudian membisikkan sesuatu di telinga pria tua itu, "Tidak takutkah kau dengan The Black Phanter? Aku bisa menghancurkan perusahaan Stary hanya dalam hitungan hari. Kau tahu dengan jelas Black Market keluarga Stary sangat kotor dan sepertinya aku harus memusnahkan mereka sampai ke akarnya." Bisik Anton pelan kemudian menepuk bahu tua Billy.


Wajah tua billy berubah menjadi pucat, pria tua itu membulatkan matanya dan tidak lepas memandang wajah Anton yang tersenyum jahat.


"Kau.." Ucapan Billy menggantung.


"Ahh ya.. Tahukah kau jika kau tetap tidak mau mengakui siapa dalang di balik penculikan ini, aku masih bisa menjerat keluarga Stary dengan tuduhan dan dengan kasus yang lainnya." Ucap Anton santai dan kembali duduk di kursi itu.


"Dan kau pasti tahu dengan jelas sifat Jhon Markus dari keluarga Stary itu. Dia orang yang licik dan perhitungan jadi jika dia di tuduh terhadap sesuatu hal, dan dia tidak bisa mengelak, dia malah akan melimpahkan kesalahan ini kepada istrinya Marina dan anaknya Belinda.." Jelas Anton dengan senyum sinisnya.


"Dan kau sudah pasti tahu jika kedua wanita itu tidak ingin mengakuinya, mereka pasti akan di sapu bersih untuk menyelesaikan masalahnya.. Jadi.. Aku akan memberi mu waktu untuk kembali berfikir apakah kau tetap akan bungkam atau kau akan bekerja sama.." Lanjut Anton sinis.


Billy yang awalnya syok dengan ucapan Anton, kemudian dia berhasil menangani kekagetannya dan pria itu berubah mulai melihat kearah ujung kakinya, "Jika itu terjadi apa urusannya dengan ku.. Jika Belinda ataupun Marina ikut terseret apa hubungannya dengan ku.. Heh!" Dengkus Billy namun wajahnya masih menatap kakinya yang menapaki lantai.


"Benarkah begitu Billy? Bukankah kau rela menjadi pelayan seumur hidup Jhon Markus karena seorang wanita yang bernama Marina?" Ejek Anton yang dengan cepat Billy mendongakkan wajahnya dan menatap wajah Anton yang culas.


"..." Masih menatap dengan tidak percaya bahwa pria di depannya itu begitu tahu dengan benar bagaimana dia hidup selama ini.


"Meski aku masih muda.. Aku mengetahui hal yang bahkan kau sendiri tidak tahu." Ejek Anton.


"Apa maksud mu?" Tanya Billy heran sambil menatap wajah Anton yang tampak percaya diri.


"Kau akan dipenjara di sisa umur mu yang tidak seberapa itu dan bahkan lebih buruknya kau tidak akan pernah tau dengan kenyataan yang ada.. Malang sekali nasib mu.." Ejek Anton lagi.


"Katakan sebenarnya apa maksud mu! Kau hanya anak muda! Bagaimana kau bisa tahu apa yang tidak aku ketahui." Bentak Billy mulai kesal.


"Benarkah itu?" Ejek Anton masih setia mempermainkan Billy.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2