JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Rencana pergi ke negara X


__ADS_3

"Emhhh.." Gumaman Alice dan tak berapa lama gadis itu tersadar dan kemudian terduduk menyandarkan dirinya di kepala ranjang. Gadis itu kemudian baru menyadarinya dia berada di atas sebuah tempat tidur.


"Al kau tidak apa-apa?" Tanya Anton khawatir saat gadisnya telah terbangun.


"Emhh aku di mana?" Tanya Alice bingung.


"Kamu di kamar ku. Kenapa kau tidak hati-hati? untunglah aku segera mendapatkan lokasi mu, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terhadi kepada mu. Dan untunglah mereka hanya menggunakan obat bius dosis rendah." Ucap Anton dengan wajah kusam, pria itu sangat khawatir.


"Maaf aku sedikit melonggarkan kewaspadaan ku, dan tiba-tiba seseorang membekap ku dengan biusan dan aku tidak sadarkan diri." Ucap Alice menyesali kecerobohannya.


"Jangan pernah turunkan kewaspadaan mu lagi." Perintah Anton serius.


"Iya, tidak akan ada lain kali lagi." Ucap Alice menyanggupinya.


"Lalu siapa pria yang membekap ku? apakah ada hubungannya dengan 'Bos Besar'?" Tanya Alice bingung.


"Tidak bukan.. mereka hanya sekumpulan tikus bodoh.. mereka di suruh oleh Irfan kakak tertua Diana. Mereka merencanakan penculikan, pelecehan dan pemerkosaan. Selain itu mereka akan membuat video mu itu untuk menekan ku. Benar-benar orang yang cari mati." Kesal Anton.


"Lalu apa yang terjadi kepada mereka?"


"Mereka sedang membuat video film lain tentu saja." Ucap Anton dengan senyum sinisnya.


"Hemm apa?" Tanya Alice bingung dengan ucapan Anton.


"Tidak perlu kau pikirkan. Semua sudah aku atasi. Tidak akan ada lagi seseorang yang berani mengusik mu. Bahkan meski keluarga besar Diana sekalipun. Aku kan menyelesaikan hingga ke akarnya." Ucap Anton dingin.


"Kau istirahatlah dahulu. Kau pasti lelah." Ucap Anton sambil mengusap lembur rambut Alice.


"Baiklah.. ohya aku lupa memberitahu mu. Lusa aku akan memulai misi ku di negara X. Besok pagi aku terbang ke negara X." Jelas Alice lagi.

__ADS_1


"Tidak bisakah di undur? kau baru saja terkena masalah penculikan dan percobaan pemerkosaan dan kau sudah akan memulai misi mu?" Tanya Anton yang mulai gusar dengan keputusan Alice. Baru saja gadisnya terbebas dari masalah, dan dia akan pergi mencari masalah baru.


"Itu tanggung jawab pekerjaan ku Anton. Kau ingat itu. Lagipula saat ini aku sudah tidak apa-apa. Misi ini penting. Sudah berbulan-bulan kita masih belum menemukan dalang di balik semua ini. Aku tidak ingin menyia-nyiakan pengirbanan semua tim ku yang sudah berusaha keras menyelesaikan masalah ini." Ucap Alice serius. Gadis itu tamoaknya sudah teguh dengan pendiriannya.


Meski awalnya gadis itu merencanakan pergi langsung ke kota X adalah untuk menghindari Anton dan keluarganya yang tidak menyetujui hubungannya, namun kini ini sudah berbeda. Kini ini adalah kewajiban dari pekerjaannya sekaligus menyelesaikan kasus yang di sebabkan oleh bos besar ini. Dan tentu saja untuk mencari siapa jati dirinya.


"Baiklah jika itu sudah keputusan mu. Namun aku juga akan menempatkan beberapa orang ku di sekeliling mu dan aku berjanji mereka tidak akan muncul jika tidak membahayakan nyawa mu." Ucap Anton tegas dan pria itu tidak menerima penolakan.


"Baiklah aku setuju." Ucap Alice mengangguk.


"Baiklah kau istirahatlah. Aku akan mengurus beberapa hal." Ucap Anton. Alice merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya. Anton keluar dari kamar Alice dan beranjak pergi ke ruang kerjanya.


Anton mengambil ponsel di sakunya dan mencoba menghubungi Paul mengenai pekerjaan ynag di tugaskannya apakah sudah selesai.


📞 "Paul.. bagaimana apakah tugas mu di sana sudah selesai?" Tanya Anton saat telepon telah tersambung.


📞 "Semua sudah selesai sesuai keinginan anda tuan. Tuan Irfan dan ketiga anak buahnya sudah mendapatkan balasan mereka. Besok pagi video itu akan di sebar keseluruh dunia dan keluarga besar mereka serta perusahaan mereka pasti akan gulung tikar." Ucap Paul.


📞 "Tuan mwngenai info Bu Lidia dan Nona Alice saya memiliki info baru." Jelas Paul sebelum Anton akan memutuskan panggilan itu.


📞 "Ha? Apa? kenapa kamu tidak segera bicara kepada saya." Kesal Anton.


📞 "Maaf Tuan." Ucap Paul cepat.


Padahal dia dari awal sudah ingin mengatakannya tapi tuannya langsung mematikan ponselnya dan sibuk dengan liburannya dan saat pulang dari liburan pria itu sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk dan tugas-tugas yang di berikan Anton kepada Paul sehingga pria itu melupakannya. Tapi ya sudahlah Paul lebih suka semboyan 'Anak buah selalu salah dan Bos selalu benar.'


"Baiklah datang segera ke ruangan ku, di apartemen." Ucap Anton kesal.


"Baik Tuan." Ucap Paul. Anton segera mematikan ponselnya dan duduk di kursi kerjanya.

__ADS_1


"Astaga.. aku berharap itu bukan berita yang buruk." Gumam Anton mengusap wajahnya dengan frustasi. Karena bagaimanapun mereka baru saja mendapatkan kebahagiaan ini.


***


Paul datang ke ruang kerja Anton di apartemen pria itu.


"Duduklah.. Jelaskannya sambil duduk saja." Ucap Anton dan kemudian Paul duduk di ujung sofa dengan santai.


"Cepat jelaskan.." Ucap Anton yang duduk di sofa dengan wajah yang serius. Paul mengangguk dan mulai menjelaskannya.


"Tuan saya sudah menyelidiki kejadian 10tahun yang lalu. Namum yang di ucapkan Bu Lidia semuanya salah. Tidak ada kejadian kecelakaan di Rumah sakit pusat kota X, bahkan yang menyerupai apa yang di katakan bu Lidia saja tidak ada. Saya khawatir bahwa ini memang di segaja untuk di tutupi. Kita membutuhkan informasi paman anda tuan untuk menggali kejadian dahulu." Ucap Paul menjelaskan.


"Baiklah aku akan meminta orang-orang paman yang dahulu bekerja kepadanya 10 tahun yang lalu. Selain itu apa lagi?" Tanya Anton.


"Saya akan langsung ke negara X untuk memantau pencarian informasi di seluruh rumah sakit di kota itu, untuk memudahkan mencari informasi." Ucap Paul.


"Baiklah kita akan ke negara X juga. Selain menjaga Alice dari dekat aku juga akan mencari tahu kebenaran 10 tahun lalu." Ucap Anton pasti.


"Baik Tuan, saya akan mengatur keberangkatan kita." Ucap Paul dan kemudian segera pergi dari ruangan itu.


"Ibu.. sebenarnya apa yang kamu sembunyikan 10 tahun ini." Tanya Anton monoton kepada dirinya sendiri.


"Aku akan bertanya langsung kepada ibu." Ucap Anton dan akan pergi menemui ibunya di rumah utama. Namun sebelum itu, Anton datang ke kamar Alice untuk memastikan kekasihnya dahulu.


Alice masih tertidur pulas di ranjang emphk milik Anton. Anton memberikan sebuah Note di atas nakas untuk kekasihnya dan segera pergi ke rumah utama.


'Aku pergi ke rumah utama. Ada hal yang perlu aku bicarakan dengan ibu ku. Apapun yang terjadi aku akan membantu mu mengungkap kebenaran jati diri mu. Istirahat yang baik.


^^^Kekasih hati mu.❤'^^^

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2