
Tok tok tok
“Masuklah.” Ucap Galih.
Masuk seorang gadis berambut pendek dengan paras yang cantik dan tubuh yang indah. Gadis itu mengenakan baju oprasi serba hitam berlogo RJP pada bagian dada. Baju serta celana panjang pada baju oprasi itu sangat pas di tubuh gadis itu, yang memperlihatkan keindahan lekuk tubuhnya.
“Al kenalkan dia adalah Maya, dia rekanmu dalam misi kali ini. Meskipun dia baru bergabung, beladirinya tidak terlalu jauh darimu, jadi dia tidak akan menghalau langkahmu.” Ucap Juna.
“Maya dia adalah Al seniormu dan kepala tim dalam misi kali ini, apapun yang dia bilang adalah mutlak. Ingat itu.” Ucap Juna dengan tegas.
“Siap Pak.” Ucap maya pada Juna.
“Bu Al, saya Maya akan menjadi rekan dalam misi ini. Senang berkenalan dengan anda.” Ucap Maya sambil mengulurkan tangannya kepada Alice. Gadis itu menerima uluran tangan Maya untuk berjabat tangan.
“Ya.” Ucap Alice pendek.
“Apa yang harus kami lakukan Pak.” Tanya Alice kepada Juna.
“Kalian akan menyamar menjadi salah satu gadis dari kota N yang bekerja sebagai pegawai kafe tak jauh dari kota M. Jadi kalian bisa mengawasi kota itu dengan bebas dan menyelidiki hilangnya para wanita itu.” Ucap Juna menjelaskan.
“Siap Pak.” Ucap Alice dan Maya bersamaan.
“Maya kau bisa mempersiapkan barang bawaan mu, kalian akan pergi siang ini.” Ucap Juna kepada Maya.
“Baik Pak, saya permisi.” Ucap Maya dan meninggalkan ruangan itu.
“Alice kau tau, ini tidak semudah kedengarannya bukan. Aku khawatir ada beberapa mafia yang ikut campur dalam kasus ini, dan yang paling berbahaya adalah kedua kota itu sedang dalam perebutan kekuasaan antara genk mafia, jadi kau harus extra hati-hati agar tidak terlibat dengan mereka. Ini senjata yang di berikan Roy untukmu. Roy tidak bisa memberikannya secara langsung, dia sedang berada di negara X.” Jelas Juna.
__ADS_1
“Aku tahu kau menghilangkannya tempo hari.” Lanjut Juna, Pria itu memberikan pistol lipstik dan pistol Desert Eagle Mark XIX kepada Alice.
“Dan ini, jika kau dalam keadaan darurat kau bisa menggunakannya.” Ucap Galih untuk yang pertama kalinya sejak saat Alice memasuki ruangannya.
Galih memberikan kotak panjang berwarna hitam. Alice membukanya dan di dalamnya terdapat seperti pulpen dan botol kecil menyerupai spuit/tabung jarum suntik/Nozel. Ada 5 Nozle 0,5ml, satu alat injektor (pulpen), satu alat adapter.
“Itu adalah Hanan Gun/Thesera FNI/Rambo pen/alat suntik bius tanpa jarum, isi di dalamnya adalah obat bius yang sudah di buat khusus untukmu. Kau bisa menggunakannya untuk melumpuhkan musuhmu jika kau dalam keadaan terjebak atau dalam keadaan bahaya.” Ucap Galih menjelaskan.
“Terima kasih Galih.” Ucap Alice.
“Dan satu hal Alice, anak baru itu masih kami selidiki, kami belum 100% yakin kepadanya. Tapi kami tidak ada pilihan lain, jadi kau harus berhati-hati juga padanya, dan jadikan alat-alat ini sebagai senjata rahasiamu meski dari gadis itu juga.” Ucap Juna menegaskan.
“Baik Kak, aku akan bersiap-siap sekarang.” Ucap Alice meninggalkan ruangan itu menuju ruangannya dan mempersiapkan barang-barang yang akan dia bawa. Bagaimanapun ruang kerja Alice lengkap dengan berbagai pakaian, sepatu, aksesoris maupun tas dan keperluan lainnya sebagai seorang agen mata-mata.
Alice sudah merapihkan barang-barangnya dan menaruhnya pada sebuah koper kecil yang tidak terlalu mencolok, dia mengenakan kaus berwarna biru langit berlengan ¼ dan celana jeans berwarna hitam. Gadis itu mengenakan sepatu kets dan menggendong tas ransel di sebelah bahunya.
Tok tok tok
“Bu Al saya sudah siap.” Ucap Gadis itu yang ternyata adalah Maya.
“Ahh ya, kau panggil aku Monic. Ingat aku sebagai temanmu bukan Bos mu. Dan nama samaranmu adalah Angel. Ini kartu identitasmu.” Alice memberikan kartu identitas baru kepada Maya.
“Ah ya, kau tinggalkan kartu identitas mu dan semua hal yang berhubungan dengan Maya. Sekarang kau adalah Angel ingat itu.” Ucap Alice mengingatkan.
“Baik Bu.. Ahh maksudku baik Monic.” Ucap Maya membenarkan ucapannya.
Kedua gadis itu pergi meninggalkan markas dengan menggunakan taksi dan menuju kota N yang menjadi tempat tinggal sementara mereka di kota itu.
__ADS_1
Mereka tiba di rumah susun sederhana bercat oranye pudar dan agak sedikit kotor akibat terkena panas, cipratan dari air hujan maupun debu. Mereka menyewa satu rumah susun itu di lantai 5 untuk mereka berdua tinggal. Di dalam rumah itu terdapat dua kamar, selain itu akses menuju tempat kerjanya di kota M hanya memakan waktu 20 menit dengan berjalan kaki.
Rumah susun yang mereka tinggali merupakan perbatasan antara kota N dengan kota M, sehingga memudahkan mereka untuk memantau ataupun menyelidiki keadaan di kedua kota tersebut.
“Aku kamar yang ini ya Angel.” Ucap Alice mengambil satu kamar yang memperlihatkan pemandangan langsung menuju kota M dari atas sana.
“Ya Bu, maksudku Monic.” Ucap Maya yang keceplosan akan memanggilnya dengan sebutan ‘Bu’.
“Kau harus terbiasa memanggilku ‘Monic’ Angel, aku tidak ingin kesalahan ini terjadi lagi meskipun kau meralat ucapanmu. Aku akan tetep mengirimmu langsung ke kota A dan membatalkan misimu kali ini jika kau salah ucap lagi.” Ucap Alice kesal, bagaimanapun ini adalah sarang musuh, dia bisa dalam keadaan bahaya jika mereka tidak terbiasa menggunakan nama samaran mereka dan itu malah akan jadi boomerang bagi mereka nantinya.
“Maaf Monic, itu tidak akan terjadi lagi.” Ucap Maya cepat dan dengan nada sangat menyesal.
“Bereskan barang-barangmu, kita sebentar lagi akan ke kafe Wings untuk mulai bekerja sore ini.” Ucap Alice.
“Baik Monic.” Ucap Maya dan segera pergi merapihkan barangnya di kamarnya.
Alice dan Maya pergi ke kafe Wings dengan berjalan kaki, sekalian untuk mengawasi keadaan di sekitar sana.
Kriningg bel yang berada di atas pintu masuk toko berbunyi menandakan ada yang masuk kedalam kafe itu.
Kafe Wings merupakan restoran mewah berlantai 8 yang menjual berbagai macam makanan khas eropa, selain itu di toko ini juga terdapat ruangan bar dan diskotek untuk para pelanggan namun memiliki akses masuk yang berbeda.
Lantai satu sampai 3 merupakan restoran, dapur, dan ruang karyawan restoran. Sedangkan untuk lantai 4 merupakan lantai khusus untuk karyawan yang bekerja di bar atau diskotek. Lantai 5 merupakan lantai dansa atau tempat hiburan klub malam itu. Sedangkan lantai 6 dan 7 merupakan kamar kosong. Dan untuk lantai 8 adalah rooftop bar yang biasanya di gunakan untuk acara pesta.
Jika pengunjung ingin masuk ke dalam bar atau diskotek, pengunjung harus melewati beberapa penjaga di depan dan mereka akan menunjukkan jalan masuk melalui pintu samping dan langsung menuju lift lantai 5.
Alice dan Maya sudah bekerja sebagai pelayan restoran Wings sudah satu minggu lamanya, namun mereka belum juga mendapatkan titik terang mengenai hilangnya beberapa wanita di kota itu.
__ADS_1
Hari ini adalah hari libur untuk Alice, sedangkan Maya bekerja shift siang. Maya baru saja berangkat bekerja, dan Alice memutuskan akan tidur siang saja. Namun sebelum matanya menutup, dia mendengar suara seorang wanita meminta tolong.
Bersambung....