
Pagi harinya Anton sudah bangun terlebih dahulu, kemudian pria itu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Bagaimanapun jadwal hari ini juga agak padat.
"Al bangunlah sayang.. kita harus bergegas sarapan.. masih ada beberapa jadwal yang harus kita lakukan." Ucap pria itu sambil menciumi seluruh wajah Alice dengan kecupan kecupan darinya. Sepertinya ini adalah kegiatan pagi baru Anton setelah pria itu bangun dan mandi.
"Emhh... bisakah sebentar lagi saja? masih mengantuk.." Ucap Alice namun matanya masih rapat terpejam.
"Emhh.. bisa.. tapi mungkin beberapa kegiatan harus di batalkan dari jadwal." Ucap Anton dan berpura-pura menakuti kekasihnya itu.
"Ahh.. tidak..tidak.. aku bangun sekarang.. jangan batalkan jadwal apapun.. aku sudah bangun sekarang." Ucap gadis itu yang langsung terduduk tegak di kasur itu.
"Kau memang paling pintar ya menggunakan cara ini untuk membuat ku bangun dari tidur ku.." Ucap Alice sedikit cemberut memanyunkan bibir kecilnya.
Cup cup cup kecupan kecupan langsung di bibir Alice tidak tahan Anton berikan saat gadis itu sedang merajuk.
"Ihhh hentikan.. aku belum gosok gigi.. kau jorok.." Ucapnya sambil mendorong tubuh Anton dan segera berlari menuju kamar mandi.
"Kau masih tetap cantik dan wangi di mata ku." Ucap Anton sebelum gadis itu benar-benar menutup pintu kamar mandi.
"Dasar.. mana ada seperti itu.. bau ya bau saja.. jelek ya jelek saja." Dengusnya dan tidak percaya dengan ucapan manis sang kekasihnya itu. Anton yang mendengar omelan Alice terkekeh sambil memegang perutnya.
"Dasar tidak mempan di gombalin." Ucap Anton berbisik.
"Aku masih bisa mendengar mu!" Ucap Alice berteriak dari dalam kamar mandi.
"Ha? kok bisa?" Ucap Anton sedikit bingung dan tidak percaya.
"Hemm itulah hebatnya kekasih mu.." Ucap Alice berteriak dari dalam kamar mandi.
"Kau masih bisa mendengar ku?" Tanya Anton benar-benar memastikannya. Pasalnya suaranya terdengar berbisik tidak berteriak, apalagi di kamar mandi pintu tertutup dan suara shower air berbunyi berisik.
"Hemm.." Ucap Alice berteriak dari dalam kamar mandi.
"Jadi kau mendengar pembicaraan ku kemarin dengan Paul?" Tanya Anton menyelidik. Alice yang sedang menyabuni tubuhnya berhenti sesaat dan kemudian gadis itu melanjutkan kembali kegiatannya.
"Iya.. aku mendengar semuanya. Maaf.. aku hanya ingin memastikan apakah kau sedang berbohong padaku atau melakukan trick trick aneh lainnya.. ternyata kau benar-benar bersikap jujur padaku." Ucap Alice jujur dari dalam kamar mandi sambil sedikit mengencangkan suaranya agar Anton dapat mendengarkan suaranya.
__ADS_1
"....." Tidak ada sahutan apapun dari Anton. Alice yang sedang mandi sedikit khawatir, apakah dirinya keterlaluan tidak memberitahukan kemampuannya itu.
"Astaga.. apakah aku terlalu menyakiti hatinya yang mencurigainya akan berbohong kepada ku." Ucap Alice monoton kepada dirinya sendiri. Gadis itu tidak bisa berfikir apapun, dia segera menyelesaikan mandi paginya dan segera mengenakan kimono handuknya dan keluar dari kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi gadis itu melihat Anton yang sedang duduk di ranjang santai sambil melihat ke arah kamar mandi.
"Apakah kau marah?" Tanya Alice sedikit khawatir.
"Kenapa?" Ucap Anton singkat dan datar.
"Karena aku mencurigai mu mungkin saja kau berbohong kepada ku." Ucap Alice sambil menundukkan kepalanya.
"Jadi kau tergesa-gesa keluar kamar mandi karena takut aku akan marah?" Tanya Anton memastikan prilaku gadis itu.
"Iya. Habis kau tidak menanggapi ucapan ku." Ucap gadis itu masih dengan kepala menunduk.
Anton bangkit dari duduknya dan menghampiri Alice "Jadi kau tidak membilas bersih rambut mu, bahkan banyak sabun di telinga dan di pipi mu, karena kamu khawatir akan apa yang aku rasakan dan yang aku pikirkan?" Tanya Anton menggoda kekasihnya itu.
"He'em.." Ucap Alice lagi sambil mengecek telinganya yang ternyata benar masih ada sabun di sana.
"Kau tidak marah aku mengetes mu?" Tanya Alice dan mulai mendongakkan kepalanya menatap Anton.
"Tentu saja tidak.. wajar jika kau ingin memastikan aku akan berbohong apa tidak, lagi pula aku malah penasaran mengapa kau bisa mendengar ucapan ku padahal aku hanya berbisik loh." Ucap Anton mulai bingung.
"Ahh itu.. nanti akan aku jelaskan.. aku mandi dahulu ya.. ini tidak nyaman, lengket." Ucap Alice dan mengusap beberapa busa di tengkuknya.
"Sini biar aku bantu bilaskan." Ucap Anton menggoda kekasihnya itu.
"Ishh mesum.. sana pergi.. aku bisa sendiri." Ucap Alice dan berlari menuju kamar mandi dan segera menguncinya. Dia tidak mau tiba-tiba pria itu menerobos saat dirinya sedang membersihkan diri.
Anton yang melihat itu tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Pria itu lalu kembali duduk di kasur dan melihat ponselnya untuk memastikan beberapa pengaturan kegiatan untuk hari ini.
Alice keluar dari kamar mandi mengenakan baju renang onepiece yang di tutupi oleh kaus besar hingga menutupi setengah pahanya berwarna oranye dan hotpants.
"Yuk.." Ucap Alice saat gadis itu sudah siap. Anton menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekati Alice. Kemudian kedua orang itu berjalan berrangkulan.
__ADS_1
"Aku jadi lapar nih.." Ucapnya saat mereka memasuki kawasan restoran hotel. Bau harum beberapa masakan masuk kedalam indra penciumannya.
"Kita akan kemana kali ini?" Tanya Alice di sela-sela makannya.
"Kita akan pergi ke spot Sultans. Kawasannya tepat ada di bagian utara Maldives. Ombaknya di sana stabil jadi bagus buat peselancar pemula. Kau mau kan?" Tanya Anton.
"Ha? serius? mau mau mau." Ucap Alice senang dengan jadwal rencananya nanti.
"Ahh itu tuan Shing dan Beno." Ucap Anton dan kedua pria itu mendekati kursi Alice dan Anton. Dan kemudian kedua pria itu memberi hormat kepada Alice dan Anton.
"Kalian sudah sarapan?" Tanya Alice kepada kedua pria itu.
"Sudah Nyonya Anton." Ucap keduanya. Setelah Alice dan Anton selesai sarapannya, mereka berbincang sebentar. Setelah itu mereka berempat lalu pergi menuju seedboatnya dan bergegas menuju Sultans Spot.
Tuan Shing dan Beno sudah mempersiapkan semua kebutuhan untuk mereka. Mereka berhenti dan menurunkan Alice Anton dan Beno. Mereka berjalan menyusuri jembatan papan kayu menuju tepi pantai.
Anton memberikan Board(Papan selancar) yang sudah di beri Wax (Lilin), Rash Guard (Pakaian khusus peselancar), Leash (Tali di kaki),
Alice mulai bersemangat dengan apa yang akan dia lakukan untuk menaklukan ombak itu.
"Kau pernah melakukannya?" Tanya Anton memastikan.
"Belum." Ucap Alice jujur.
"Baiklah. Kau lihat aku dahulu, nanti aku akan mengajari mu." Ucap Anton dan bergegas masuk kedalam Air.
"Hemm.." Ucap Gadis itu yakin.
Beno juga mempersiapkan papannya sendiri. Dirinya akan menemani kedua orang itu bermain, selain tentu saja untuk melindungi kedua orang itu nantinya.
Anton memperlihatkan surfing pertamanya di hadapan Alice. Alice memandang kagum kekasihnya itu dari kejauhan.
Beno memberi tahu Alice apa-apa saja yang perlu di lakukan di atas papan selancar. Kemudian Anton mendekati Alice yang berada di tepi pantai dan mulai mengajarinya dahulu di atas pasir pantai. Setelah itu Anton dan Alice masuk kedalam Air berjalan hingga cukup jauh dan mulai bersiap menanti ombak yang akan Alice dan Anton berdua taklukkan. Beno mengikuti mereka dari belakang dan juga memperhatikan mereka serta menjaga keselamatan mereka.
__ADS_1
Bersambung....