
"Maaf aku datang dengan tiba-tiba." Anton duduk di sebrang sofa kerja Roy dengan wajah seriusnya.
"Iya tidak masalah.." Jawab Roy santai.
"Kau mau minum apa?" Tawar Juna yang masih berdiri, sebelumnya pria itu menjemput Anton dari ruang tunggu di lantai dasar menuju ruangan kerja Roy.
"Tidak perlu.." Jawab Anton singkat dan dengan cepat Juna juga duduk di sofa sebrang Anton.
"Aku kesini ada hal penting yang ingin aku ketahui.. Bagaimana hasil introgasi kalian mengenai penculik itu?" Anton mulai tidak sabar untuk mendapatkan informasi.
"Saat ini kami hanya tahu bahwa dia melakukan penculikan itu atas kehendaknya sendiri karena Alice wanita kaya raya dan dia ingin menculiknya untuk meminta uang tebusan." Jelas Juna.
"Siapa ketua di dalam anggota perampok itu?" Tanya Anton lagi.
"Pria muda dengan menggunakan tuksukedo berwarna hitam, yang menyamar sebagai pengantin pria.. Namanya adalah Miki.." Jawab Juna lagi.
"Apakah sudah benar hanya dia yang merencanakan itu semua sendirian tanpa perintah dari siapapun? Entah mengapa aku merasa ini tidak akan sesederhana itu. Pria itu terlalu muda tentu saja, namun cara berpikir dan cara kerjanya terlalu simple dan praktis seperti memiliki pengalaman-pengalaman sebelumnya." Ujar Anton sambil mengerutkan dahinya.
"Aku juga sebelumnya ragu, mungkin ada pihak besar di belakang ini yang merencanakan hal licik ini. Tapi aku sudah mengintrogasi kepada semua penjahat itu dan mendapatkan hasil yang sama. Dan terlalu serempak." Juna juga menyetujui pemikiran Anton. Roy dan Anton termenung dan berfikir.
Brak! Pintu ruangan kerja Roy terbuka lebar dan memperlihatkan Galih yang masuk dengan wajah terengah-engah seperti kehabisan nafas.
__ADS_1
"Wow.. Kalian berkumpul disini, tidak seperti biasanya.. Biasanya kalian akan mengganggu kerja ku sampai aku menemukan sesuatu." Galih masuk kedalam ruangan itu dan menutup pintu ruangan kerja Roy kembali rapat-rapat dan dengan santainya berjalan mendekati sofa.
Galih melihat sekeliling ruangan itu, ada Juna dan juga Roy duduk di sofa sana dan pria itu kaget saat melihat ada sosok pria lain di ruangan itu, "Ups.."
Galih baru sadar kesalahannya dan menjelaskan maksud kedatangannya dengan cepat, "Maaf.. Apakah aku mengganggu meeting kalian? Aku terlalu terburu-buru karena teringat sesuatu dan tidak tahu bahwa kalian sedang memiliki tamu." Ujar Galih tidak enak saat menerobos masuk kedalam ruangan kerja Roy dan ternyata di sana ada tamu lain.
Ya.. Posisi duduk Anton tepat membelakangi pintu masuk, sehingga Galih hanya melihat punggung Anton.
"Tidak apa duduklah." Ujar Roy mempersilahkan Galih masuk, "Kau pasti punya sesuatu hal yang penting untuk di katakan bukan." Lanjut Roy.
Galih tampak ragu meski pria itu berjalan mendekati sofa. Namun saat tepat berada di sofa, Galih baru sadar ternyata tamu pria lain di sana itu adalah Anton suami Alice.
"Tidak perlu khawatir kau bisa mengatakannya." Ujar Roy lagi saat mengetahui Galih sudah melihat Anton dan ingin segera mendengar penjelasannya.
"Apa hasil penyelidikan mu?" Tanya Roy langsung.
"Aku sudah meretas ponsel pria itu dan hasilnya pria itu bersih. Di ponselnya tidak memiliki riwayat panggilan ataupun pesan keluar mengenai permintaan penculikan ataupun hal semacamnya. Tapi yang membuat ku curiga masalahnya Miki itu bersih dan terlalu bersih bagiku.. Bahkan tidak ada satu pesanpun mengenai prihal itu seperti sesuatu yang sudah di setting agar tidak mudah untuk di temukan dalangnya. Dan foila! Aku teringat kembali dengan beberapa pria berjas hitam dengan ramai-ramai masuk kedalam hotel itu berpapasan dengan ku sebelumnya dan aku mencoba mencari kembali rekaman itu dan tepat seperti apa yang aku bayangkan. Mereka adalah penculik yang berpapasan dengan ku di lift. Dan aku jadi mendapat sesuatu." Jelas Galih sambil tersenyum menaikkan sebelah bibirnya.
"Ini.. Ini adalah salah satu logo suatu perusahaan keluarga besar di kota X. Sebelumnya aku berpapasan dengan pria tua itu.. Dan ternyata target pengintrogasian kita memang melenceng sehingga kita stuck di tempat dan tidak bisa menggali lebih dalam. Tapi berkat ini aku mengetahui sesuatu. Pria yang merancang ini bukanlah Miki, ini adalah Billy pria tua yang mengenakan jas hitam dengan lencana kecil di jasnya. Jika melihat dari CCTV mungkin tidak akan terlalu kentara untunglah aku sudah pernah berpapasan dengannya sebelumnya. Jadi aku tahu itu." Jelas Galih terperinci, Roy, Juna dan Anton menatap Gakih tidak percaya namun masih setia mendengarkan penjelasan pria itu.
"Jadi target kita sebelumnya salah? Bukan Miki? Pantas saja mereka terlalu mudah menyerah dan bahkan mengakui kesalahan mereka! Sialan! Mereka mencoba menipu kita!" Ujar Juna emosi.
__ADS_1
"Ya.. Dan kau tahu mengapa tidak ada riwayat di ponsel milik Miki karena dia memang tidak pernah terhubung. Aku juga sudah mencoba meretas ponsel Billy dan aku menemukan beberapa pesan yang memang di tujukan mengenai rencana penculikan itu. Tujuan mereka bukan meminta tebusan tapi peralihan warisan keluarga Baskoro!" Jelas Galih dan membuat ketiga pria lainnya membulatkan matanya.
"Apa? Bukankah yang menginginkan warisan dan memiliki hak adalah Fiktor dan Belinda? Kedua orang itu sedang di dalam penjara, bagaimana bisa mereka merencanakan ini." Juna yang terheran sekarang.
"Benar.. Itu bukan Belinda dan Fiktor tapi keluarga Starry.. Pin yang di gunakan Billy adalah milik keluarga Starry dan aku sudah menyelidikinya secara menyeluruh dan memang sebelumnya Billy pernah bertemu dengan Belinda di rumah sakit jiwa. Dan bahkan sebelum hal itu, Jhon ayah Belinda pernah diam-diam menemui wanita itu." Galih menjeda ucapannya.
"Dan Billy adalah sekertaris kepercayaan Jhon dari 25tahun yang lalu. Dan hal yang menarik adalah ada sebuah pesan yang masuk mengenai racun tanpa rasa dan tanpa bau yang mereka bahas. Aku curiga Belinda mendapatkan obat itu dari ayahnya. Dan kebetulan juga Lucifer dan Eric Baskoro meninggal karena keracunan namun karena kurang bukti penyelidikan mengenahi hal itu di hentikan." Jelas Galih lagi uang membuat semuanya terpana dengan kecerdasan pria itu dalam membongkar suatu masalah.
"Woww.. Kau memang hecker yang hebat bisa meretas dan bahkan memiliki analisis deduktif. Yasudah aku akan menangani ini lebih lanjut dan mengintrogasi Billy dan juga mendapatkan bukti-bukti lainnya." Ujar Juna.
"Bolehkah aku ikut mengintrogasi?" Tanya Anton melihat ketiga pria itu.
"Hah? Apa? Tapii.." Ujar Juna menggantung.
"Tidak apa-apa, dia bisa membantu mu melakukan introgasi.. Aku bisa memberikan waktimu 30 menit untuk mu bertemu dengannya nanti." Ucap Roy mengizinkan.
"Ya.. 30 menit sudah cukup untu mengintrogasinya." Jelas Anton lagi sambil sedikit mengepalkan kedua tangannya.
'Aku tidak akan melepaskan siapapun yang telah menghancurkan kebahagiaan mu.' Batin Anton.
***
__ADS_1
Pendekatan atau metode deduktif merupakan sesuatu yang memakai logika untuk membuat satu atau lebih kesimpulan berlandaskan beberapa premis yang diberikan.
Bersambung....