JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Kilas balik..


__ADS_3

"Kalian sudah sampai." Ucap salah satu staf saat melihat kedatangan Alice dan Maya beserta Rosa di dermaga itu.


"Ya maaf.. apakah kami terlambat?" Tanya Rosa sedikit tidak enak jika para staf hanya menanti kedatangan mereka.


"Tidak.. kita masih menunggu beberapa model lagi.. masuklah dahulu ke dalam kapal pesiar, nanti akan ada yang memberikan kalian kunci kamar." Ucap staf itu dan mempersilahkan ketiganya untuk naik ke dalam kapal pesiar.


"Selamat pagi.." Ucap Rosa, Maya dan Alice bersamaan saat masuk ke dalam menyapa salah satu staf acara.


"Ah.. dari agensi.." Ucap staf itu terputus dan memeriksa berkas yang ada di tangannya. Belum selesai staf itu memeriksa berkas dan menyelesaikan kalimatnya, Rosa kemudian berucap lagi.


"Agensi Little Star.." Ucap Rosa mengingatkan kembali kepada petugas staf itu.


"Ahh.. maaf atas kelalaian saya. Terlalu banyak agensi dan artis kadang membuat saya lupa. Ahh ya ini satu kamar presidensial suit dan satu kamar vip." Ucap staf itu dan memberikan dua buah pas card dan duplikatnya.


"Terima kasih." Ucap Rosa, Maya dan Alice bersamaan.


"Ahh ya saya lupa mengingatkan.. 30 menit lagi kalian kembali ke lantai 5 itu adalah kolam renang, untuk make up dan wardobe sudah di siapkan di sana. Sekarang kalian bisa meletakkan barang bawaan kalian." Ucap staf itu lagi.


"Baik.. terima kasih untuk informasinya." Ucap Rosa dan di angguki oleh staf itu.


"Ayoo kita ke kamar dahulu untuk meletakkan barang bawaan kita." Ucap Rosa dan merekapun menuju lantai 3 di mana kamar mereka berada.


"Apakah kali ini juga ada video shoot bawah air lagi?" Tanya Maya memastikan pekerjaannya kali ini.


"Tidak ada sepertinya.. kalian hanya foto shoot luar ruangan dengan menggunakan pakaian renang." Ucap Rosa meyakinkan.


"Ahh begitu baiklah.." Ucap Maya.


Tidak berapa lama mereka sudah tiba di depan pintu kamar yang akan mereka tempati. Rosa membuka pintu menggunakan kartu kunci dan membuka lebar pintu itu.

__ADS_1


"Woah!!!" Puji Maya tidak bisa berkata-kata lagi, saat melihat ruang tamu dan pemandangan keseluruhan ruangan itu yang di dominasi marmer italia berwarna gold dan hitam. Lampu gantung emas yang menawan, branda pribadi dengan kaca tinggi hingga langit-langit seperti karya seni yang tak ternilai. Hampir seluruh ruangan di dominasi kaca yang menyuguhkan pemandangan ke arah laut yang dapat terlihat dari dalam ruangan.


Maya antusias mengelilingi ruangan itu melihat ruang makan mewah dan megah, ruang kamar yang mewah dengan matras katun dan wol.


Alice mengikuti Maya masuk ke dalam kamar dan menyimpan koper kecilnya di dalam lemari itu dan memasukkan tas kecilnya yang berisi perlengkapan 'Tempurnya' kedalam brankas yang terdapat di dalam lemari.


Maya masih menjelajahi kamar mandi yang tidak kalah menawan. Wanita itu sangat antusias menjelajahi kamar mereka.


Sedangkan Alice lebih memilih duduk di tepi ranjang memperhatikan Maya yang sedang menjelajahi ruangan itu.


"Baiklah.. aku akan ke kamar ku dahulu.. nanti aku akan ke sini kembali dan mengantarkan kalian ke kolam renang." Ucap Rosa.


"Baik.. Terima kasih Rosa.." Ucap Alice dan mengantarkan wanita itu sampai depan pintu kamar unit mereka.


"Tentu.. sudah tugas ku." Ucap Rosa dan beranjak pergi meninggalkan Alice dan Maya di kamar mereka dan menuju unit kamarnya sendiri.


"Sudah pergi ke unitnya, nanti dia akan kembali lagi kesini setelah menyimpan barangnya sendiri." Jelas Alice.


"Oh.. begitu..baiklah aku akan mengambil koper ku di ruang tamu.. aku lupa memasukkannya." Ucap Maya dan bergegas keluar kamar dan tidak berapa lama wanita itu kembali masuk dan membawa kopernya dan meletakkannya ke dalam lemari.


"Zara.. kau baik-baik saja? kau terlihat kurang bersemangat." Ucap Maya serius saat melihat gadis itu sedikit pendiam dan termenung.


"Ah.. emhh.. aku baik-baik saja.. hanya kelelahan saja. Tidak perlu cemas." Ucap Alice menenangkan Maya.


"Baiklah kalau begitu. Jika ada sesuatu yang bisa ku bantu, beritahu saja aku." Ucap Maya lagi.


"Heem.. Tentu.." Ucap Alice singkat.


"Ahh sebentar lagi kita akan pergi ke roftop kolam renang, aku akan ke kamar mandi dahulu untuk mencuci muka agar tampak lebih fresh." Ucap Alice dan beranjak masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Astaga Alice.. apa yang kau lakukan.. ayolah semangat.. ini misimu, setelah misi mengungkap bos besar selesai, nanti kau bisa fokus membalaskan dendammu kepada pria itu.. ayo semangat.." Ucap gadis itu menyemangati dirinya sendiri dari pantulan cermin di wastafel kamar mandi, namun yang ada malah tetesan air mata yang menyeruak keluar dari matanya.


Dia malah mengingat kejadian pertama kali bertemu dengan seorang malaikat tampan yang menolongnya, kemudian bertemu dengan pria bertopeng di atas Yacht lalu bertemu dengan seorang dokter tampan di rumah sakit dan terakhir menghabiskan waktunya di pulau indah bersama kekasihnya. Kilasan-kilasan memorynya membuatnya mengalirkan kembali air matanya. Mengingat betapa indahnya kenangan bersama pria itu sebelumnya di lautan. Dan kini dia berada di lautan dan harus membenci pria itu.


Zrashh...


Alice dengan cepat menyalakan keran di wastafel dengan deras untuk menutupi suara isakan tangisnya.


"Astaga mengapa begitu berat hanya untuk bersikap normal seperti biasa.. Ya Tuhan.. bantu kuatkanlah aku.." Ucap Alice meluruh ke lantai dasar kamar mandi dan duduk tergeletak di sana.


"Kenapa begitu sulit untuk melupakan mu!! mengapa sangat sulit untuk membenci mu!! padahal kau merusak seluruh hidup ku!! Hiks.. Ayah.. Ibu.. maafkan Adel.. Adel masih belum bisa sepenuhnya membencinya.. Hiks.." Ucap Alice sambil menggenggam dadanya erat yang terasa sangat sesak dan menyakitkan jiwanya.


"Hiks.. Iibuu.. Aayah.. kuatkan aku agar aku bisa membalaskan dendam kalian.. Bantu aku agar aku kuat, aku pasti akan membalaskan dendam kalian! dan mendapatkan keadilan itu!." Ucap Alice yakin dan menggepalkan kedua tangannya erat, namun air matanya masih belum mau berhenti juga.


Tok tok tok suara ketukan dari luar kamar mandi terdengar.


"Zara.. Bu Rosa sudah kembali." Ucap Maya dari luar kamar mandi.


"Ya.. Sebentar lagi." Ucap Alice dan bangkit berdiri dengan memegang pinggiran wastafel dan kemudian membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir.


"Aku pasti bisa melewati ini!" Ucapnya dan kemudian sedikit menepuk-nepuk wajahnya dengan kedua tangannya, agar dia bisa ceria kembali dan memulai lagi misinya. Alice mematikan air kerannya dan berjalan menuju pintu keluar.


Ceklek..


"Maaf agak lama." Ucap Alice saat keluar dari kamar mandi dan melihat Maya dan Rosa sudah ada di sana.


"Kau sudah siap?" Tanya Rosa.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2