JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Ketahuan


__ADS_3

Setelah masuk kamar mandi, Alice menyalakan shower dengan air dingin dan berdiam diri di bawah dinginnya guyuran air itu. Dia tau apa yang telah terjadi malam tadi, dia hanya berpura-pura baik-baik saja. Bagaimanapun itu adalah yang pertama baginya tapi dia melakukannya dengan tidak sepenuhnya sadar, belum lagi dia melakukannya bukan dengan orang yang dia cintai.


“Jika harus kehilangannya aku hanya ingin kau yang menjadi yang pertama bagiku Anton.” Ucap Alice dengan air mata yang menetes bersamaan dengan tumpahan air dingin dari shower yang dia nyalakan.


“Apapun yang terjadi ini tidak boleh mempengaruhi ku. Ini hanya kebutuhan fisik saja. Ayolah Alice semuanya akan baik-baik saja.” Ucapnya menguatkan dan menyemangatidirinya sendiri.


Setelah selesai mandi Alice keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk kimononya dan mengenakan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya, K melihatnya dengan terpana.


“Kenapa kau melihatku seperti itu?” Ketus gadis itu.


“Kau cantik.” Ucap K dengan lugas.


“Kau berisik.” Ketus gadis itu lagi. K hanya tersenyum mendengar jawaban dari gadis itu.


Alice mengambil sarapannya yang ada di atas meja di depan sofa single yang di duduki oleh K di ujung ruangan. Gadis itu membawa nampannya yang berisi makanan menuju sofa lebar yang ada di depan tv. Alice meletakan nampan yang dia bawa ke atas meja yang ada di sana. Kemudian dia duduk dan mulai memium jus jeruknya, setelah itu dia dengan santainya memotong pancake dan memasukkannya kedalam mulutnya. Semua gerak-gerik gadis itu tak luput dari pandangan pria itu yang melihatnya dengan senyum mengembang. Setelah selesai makan dan minum jus terakhirnya, Alice meletakan gelasnya di atas nampan.


“Baju ku dimana?” Ucap gadis itu.


“Bajumu sudah ku buang ke tempat sampah. Baju itu sudah tidak layak pakai. Kau ambil saja di walk in closet, salah satu pintu di dalam lemari itu ada baju baru.” Jelas pria itu.


Setelah mendengar penjelasan dari pria itu Alice pergi kesana dan membuka pintu lemari satu-persatu dan menemukan di salah satu pintu terdapat beberapa paper bag yang berisi beberapa potongan pakaian termasuk pakaian dalam.


"Wah kau sangat berpengalaman tuan bertopeng, sampai ukurannyapun kau tau.” Teriak gadis itu dari dalam sana. Alice memilih pakaian dalamnya berwarna merah dan mengambil dress selutut tanpa lengan berwarna merah juga, kemudian dia mengenakannya disana.


“Terima kasih atas pujiannya Nona.” Ucap pria itu sambil tersenyum.


“Dasar Pria aneh, aku menyindirnya bukan memujinya namun dia merasa aku sedang memujinya. Dasar pria tak tau malu.” Ucap gadis itu kesal.


“Terima kasih lagi atas pujiannya Nona.” Ucap pria itu dan Alice hanya memutar bola matanya bertambah kesal.


Alice keluar dari walk in closet dan memilih duduk di tepi kasur.


“Ada yang ingin kau tanyakan Nona?” Tanya K.

__ADS_1


“Tentu saja. Di mana tas dan semua perhiasan yang aku pakai?” Ucap gadis itu.


“Tas mu ada bersama anak buahku, sedangkan untuk perhiasanmu mungkin sekarang ada di dasar laut, atau bahkan di dalam salah satu perut ikan.” Ucap pria itu santai.


“Ini dimana? Pinjamkan aku ponselmu aku akan menghubungi teman ku untuk menjemputku.” Ucap gadis itu sambil menadahkan tangannya.


“Wah wah wah Nona, kau belum memberikan ku penjelasan namun kau sudah ingin pergi dari sini. Kau sangat berani ya.” Ucap K dengan sinis.


“Memang aku berkewajiban menjelaskan sesuatu kepadamu? Lagi pula aku bukan tahanan mu aku bebas pergi kapan pun aku mau.” Ucap Alice tegas.


“Kau memasuki kawasan ku Nona.” Ucap K dengan kesal.


“Aku masuk karena aku memiliki undangan tuan, kau ingat itu.” Balas Alice kesal.


“Baiklah kau menang, lalu bagaimana dengan ucapan terima kasih darimu karena aku telah menolongmu dari si tua bangka itu.” Ucap K.


“Apa bedanya kau dengan si tua Bangka itu, sama-sama melakukan hal busuk bukan?” Ucap Alice kesal.


“Karena aku sedang dalam pengaruh obat Tuan. Aku tidak akan memintanya jika aku dalam keadaan sadar.” Jawab Alice.


“Lalu apa bedanya Nona? Kau tetap menggunkan tubuhku kan untuk memuaskan hasrat mu Nona.” Ucap pria itu menghina Alice, dan gadis itu tampak kesal.


“Kau ingin berapa?” Ucap Alice spontan.


“Apa?? Berani sekali kau. Kau pikir aku pria bayaran? Sungguh tak tau berterima kasih.” Kesal lelaki itu panjang lebar.


“Lalu apa mau mu?” Tanya Alice tak mau berbasa-basi.


“Jawab pertanyaan ku,siapa kau?” Ucap pria itu.


“Aku tidak bisa memberitahukannya kepada mu tuan, jika kau ingin mengetahui tentang siapa aku dan apa pekerjaanku.” Tegas gadis itu.


“Apakah kau dari RJP?” Tanya pria bertopeng itu. Alice hanya diam saja.

__ADS_1


“Ahh ternyata benar.” Ucap pria itu.


“Aku tak mengerti apa maksud mu tuan.” Ucap Alice datar.


“Setelah beberapa saat kapal pesiar menepi ke dermaga terdekat, Macel di giring oleh polisi dan itu disiarkan secara langsung di media elektronik maupun media cetak swasta tempat dimana partnermu bekerja. Padahal malam itu perusahaan mereka sedang berkendala untuk melakukan penyiaran, karena sistem keamanan mereka tiba-tiba di serang oleh virus. Dan munculnya bukti-bukti kuat beberapa para petinggi negara dan pejabat yang ikut serta di dalamnya juga di munculkan dalam berita itu. Yang berani melakukan itu semua hanya RJP, aku tak salah bukan Ara atau Alice Anatasya?” Ucap K dengan segala penjelasannya.


Alice hanya membelalakan matanya, intuisi pria ini dan pencarian informasi orang ini sungguh sangat mengerikan seperti Galih. Alice tidak mengatakan apapun dan hanya menyipitkan matanya.


“Siapa kau?” Tanya Alice.


“Aku ‘The K’ dari Black Phanther.” Ucap pria itu, mata Alice membelalak.


“Kau Mafia.. Kau sudah mengetahui semuanya bukan. Lalu apa mau mu?” Kesal gadis itu.


“Aku ingin kau menemani ku hingga besok, setelah itu aku akan melepaskan mu.” Ucap pria itu.


“Apa maksudmu dengan semua ini?” Tanya Alice benar-benar kesal dan tidak mengerti dengan pria di depannya itu.


“Aku hanya kesal kepadamu, kau menyebutkan nama seorang pria saat bercinta dengan ku. Aku jadi penasaran siapa pria itu, apakah dia begitu berarti bagimu Nona.” Ucap K sambil tersenyum sinis.


“Apa maksudmu. Aku benar-benar tidak mengerti.” Ucap Alice bingung.


“Kau selalu menyebut ‘Anton’ atau ‘dok’ saat bercinta dengan ku, apa kau pikir kau sedang bermain peran dokter-dokteran?” Kekeh K dengan senyum sinisnya.


“Aku tidak mengingat apapun, mungkin aku hanya sembarang berucap.” Elak Alice.


“Baiklah, lupakan itu. Aku menginginkan mu seharian ini. Apakah kau setuju?” Ucap pria itu mengakhiri perdebatan itu.


“Aku tidak sudi.” Ucap gadis itu ketus.


“Apa bedanya Nona, kau menggunakan ku kemarin malam bukan. Sekarang aku akan mengunakan mu untuk hari ini. Setelah itu kita impas.” Ucap pria itu tersenyum licik.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2