JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Menghabiskan waktu


__ADS_3

Setelah kembali mengenakan pakaian miliknya, Alice keluar menuju kolam renang dan melihat Maya sedang melakukan sesi fotonya.


Alice menunggui Maya hingga sesi foto wanita itu selesai.


"Baiklah.. sudah cukup.. kau boleh ganti pakaian mu." Ucap fotografer itu.


"Ohya saya mau mengingatkan, nanti kalian bisa kembali ke kamar kalian atau melakukan aktifitas apapun di kapal ini. Nanti malam 2jam sebelum acara kalian sudah harus tiba di gladak utama untuk acara peragaan busananya." Ucap fotografer itu mengingatkan.


"Baik pak Andre.." Ucap Maya dan Alice kompak. Maya kembali ke dalam kamar ganti untuk mengganti pakaiannya sedangkan Alice memilih menunggu di luar memperhatikan fotoshoot oleh model lain yang akan dilakukan oleh Andre.


"Yuk.. aku sudah selesai." Ucap Maya saat dia sudah tiba menggunakan pakaiannya sebelumnya.


"Yasudah yuk.. kamu ada rencana mau kemana?" Tanya Maya saat mereka sudah mulai berjalan meninggalkan lokasi pemotretan itu.


"Aku akan ke kamar saja." Ucap Alice datar.


'Sepertinya gadis itu benar-benar tidak bersemangat untuk menikmati suasana di kapal pesiar ini.' Batin Maya.


"Baiklah.. kalian sudah menyelesaikan pekerjaan ini, kalian bisa melakukan apapun. Nanti pukul 7 malam kalian sudah harus siap di galdak utama. Maaf saya tidak bisa menemani kalian, ada sesuatu hal yang harus aku urus." Ucap Rosa.


"Baik.." Ucap Maya dan Alice bersamaan.


"Aku dengar di sini ada layanan spa loh.. kamu gak mau coba?" Tanya Maya lagi agar gadis itu sedikit bersemangat saat Rosa sudah meninggalkan mereka hanya berdua saja.


"Tidak terima kasih." Ucap Alice datar, dia sudah pernah melakukan ritual memanjakan diri seharian penuh dan jika dia melakukan itu sekarang, yang ada dia akan kembali mengingat semua kejadian sebelumnya dan menangisinya kembali.


"Kau tampak tidak bersemangat.. Kau tidak ingin melakukan apapun untuk menghabiskan waktu?" Tanya Maya lagi sambil berjalan di selasar kapal pesiar itu. Alice masih diam saja tidak menjawab.


"Emhh bagaimana jika kita ke kasino saja?" Tawaran Maya yang tidak terduga oleh Alice.


"Bukankah kita bisa melihat siapa saja yang ada di sana untuk memastikan jaringan mereka." Tawar Maya lagi membuat alis mata Alice naik sebelah.


"Ide bagus." Ucap Alice yang lebih menyukai memilih ke kasino untuk melihat siapa saja orang yang tergabung di dalam sana.

__ADS_1


"Bagus.. kita baru berlayar sekitar 2jam yang lalu.. dan kita sudah berada di lautan, pasti mereka sudah buka.. aku pikir 30 menit lagi kita bersiap dan baru kesana." Ucap Maya memperkirakan situasi.


"Dari mana kau tahu itu?" Tanya Alice bingung.


"Hanya memperkirakan saja.. Kasino hanya akan buka saat kapal berada di laut untuk menghindari konflik dengan hukum setempat." Ucap Maya menjelaskan.


"Wow.. kau mengetahui hal seperti itu." Ucap Alice tidak percaya.


"Itu hanya pengetahuan yang umum saja.. Bahkan di kapal pesiar ini ada panjat tebing, simulator sky diving, area seluncur es jika kau mau." Tawar Maya lagi.


"Tidak.. aku lebih memilih melihat jaringam dari musuh ku." Ucap Alice santai.


"Kau lebih suka bekerja ketimbang menikmati situasi yang nyaman ini.. Baiklah.. aku akan mengikuti keinginan mu." Ucap Maya dan mereka sudah tiba tepat di unit mereka.


Maya membuka pintu kamar dan mereka berdua masuk ke dalam kamar itu.


"Aku akan bersiap dahulu, tidak masalah bukan?" Tanya Maya meminta izin kepada Alice.


"Tentu.. silahkan." Ucap Alice datar.


Alice mendudukan bokongnya di sana dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi itu. Melihat lautan biru yang indah senada dengan langit yang cerah.


Ingin rasanya dia terbang bebas seperti burung yang dapat menjelajahi dunia ini tanpa terasa terikat oleh apapun terbang bebas kesana kemari dan hinggap di manapun dia inginkan.


Dia ingin bebas.. lebih tepatnya hatinya ingin bebas dari kemelut yang membelenggunya dari cinta terlarang ini. Sakit dan perih di hatinya masih belum bisa dia obati apalagi dendamnya yang masih belum bisa dia balaskan.


"Zara.. kau di sini.. dari tadi aku memanggil mu dan mencari mu kemana-mana." Ucap Maya yang sudah cantik dengan dress putih dengan manik-manik serta tangan buntung dengan dada rendah dan punggung rendah, dan dengan potongan rok hingga setengah paha.


"Wow.. kau nampak menawan." Ucap Alice memuji penampilan Maya.


"Terima kasih." Ucap Maya saat mendengar pujian dari gadis itu. "Ohya aku juga sudah memilihkan baju untuk mu. Pakai itu saja." Lanjut Maya.


"Baiklah aku bersiap dahulu." Ucap Alice dan bangkit dari kursi santai itu dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Saat selesai mandi gadis itu memakai bathrobe dan berjalan menuju ruang pakaian. Gadis itu sedikut tertegun saat melihat sosok dress yang akan dia kenakan.


Dress dengan belahan dada dan punggung yang rendah di tambah dengan belahan rok sampai setengah paha mirip dengan pakaian Maya namun dress yang ini memperlihatkan hampir seluruh punggungnya.


"Astaga.. pilihan Maya terlalu berani." Ucap Alice dan menggelengkan kepalanya. Gadis itu lebih baik memilih ulang dress yang akan dia pakai.


Alice memilih mini dress setengah paha tanpa lengan dengan kerah tinggi di bagian lehernya dan ada garis vertikal di bagian tengahnya memperlihatkan belahan dada dengan bahan kain transparan.


"Setidaknya ini tidak memperlihatkannya secara langsung." Ucap Alice dan memilih mini dress hitam itu.


Setelah itu Alice mulai mempoles dirinya dengam makeup flawles dan menggunakan aksesoris secukupnya. Tidak lupa gadis itu membawa clutchnya yang berisi senjatanya untuk mengantisipasi keadaan apapun nantinya.


Alice sudah merasa dirinya sudah siap dan keluar dari ruang kamar tudur menuju ke arah beranda.


"Kau sudah siap?" Tanya Maya dan mulai membalikkan badannya melihat ke arah Alice.


"Ha? kau tidak menggunakan pakaian yang aku pilihkan?" Tanya Maya bingung.


"Tidak itu terlalu terbuka.. hamour memoerlihatkan seluruh tubuh ku." Ucap Alice sambil sedikit tertawa.


"Ahh.. begitu.. baiklah.. ayo kalau begitu." Ucap Maya dan mengajak Alice untuk pergi dari kamar untuk melihat situasi sekaligus memanjakan mata.


"Kau suka bertaruh?" Tanya Maya saat mereka sudah memasuki area kasino di mana tempat itu sudah sangat ramai padahal itu masih siang hari.


"Emhh tidak pernah mencoba." Ucap Alice dan dia sedikit ragu.


"Baiklah.. aku bisa sedikit. Mau menghasilkan sedikit?" Tanya Maya sambil menaik turunkan alisnya.


"Tentu saja." Ucap Alice yang mulai penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Maya.


"Kalau begitu perhatikan aku, dan kau pasti akan langsung mengerti." Ucap Maya dan menuju meja loket untuk mengganti uangnya dengan chip koin judi warna warni tergantung nilainya.


Tidak berapa lama Maya sudah kembali dan membawa beberapa chip di tangannya.

__ADS_1


"Kau benar-benar gila." Ucap Alice dengan terkekeh dengan kelakuan wanita itu.


Bersambung....


__ADS_2