
“Ahh begitukah? Kalau boleh tau siapa namamu? Dan bagaimana kau bisa tau itu semua?” Tanya Alice. Gadis itu diam sebentar kemudian mencoba mengambil nafas panjang dan mulai berbicara.
“Aku Jessy, aku orang pertama yang di culik oleh mereka dari negara X, dan sesungguhnya aku dan Bintang adalah sahabat saat kami sama-sama baru menjadi aktris tapi itu dulu, sebelum dia benar-benar terjerumus masuk dengan Bos Besar dan bahkan tega menjadikanku orang pertama seperti kelinci percobaan. Aku sudah mengusahakan semuanya tentu saja, namun semuanya malah berbalik hanya akan membuat diriku sendiri lebih terluka dengan kekejaman mereka. Jadi saat ini aku hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi nantinya.” Jelas gadis itu sendu.
“Astaga gadis itu sungguh-sugguh kejam.” Ucap Alice.
“Maafkan Aku, aku tidak bisa membantu apapun saat kau kesulitan dan menghadapi semua masalah itu. Aku tahu kau adalah gadis yang kuat Jessy. Aku Monic, itu Sinta dan yang satunya lagi Angel. Baiklah terima kasih atas informasinya. Kau sangat membantu. Aku pastikan semuanya akan mendapatkan balasan yang setimpal.” Ucap Alice dan Jessy hanya bingung dengan maksud ucapan dari Alice.
‘Baiklah.. Informasi ini cukup untuk saat ini, setelah ini aku akan menyerahkan penyelidikian kepada Galih dan aku akan mencari bukti yang lainnya.’ Batin Alice dan mendekati salah satu ranjang tingkat dan duduk di ranjang bawah. Dia mencoba untuk tidak memikirkan apapun malam ini, dia harus mengistirahatkan fisik dan mentalnya. Karena dia yakin esok pasti akan lebih melelahkan.
Alice merebahkan tubuhnya di atas kasur itu dan mulai terlelap. Maya maupun Sinta juga melakukan hal yang sama.
Sedangkan di ruangan lain dari gedung tua itu.
“Wahh wah wah berita bagus. Wanita yang ketus itu di hargai 2M untuk satu malam, selain itu para anggota vvip kita semuanya hampir menginginkannya. Jadwal gadis itu pasti akan membludak. Bos besar pasti akan senang mendengar kabar itu.” Ucap Bima kepada Bintang dan Banyu sambil memperhatikan tablet yang dia pegang.
“Benarkah?” Ucap Bintang tidak percaya.
“Ya, semua pelanggan kita menginginkan wanita itu. Bahkan beberapa dari mereka sudah mentransfer biayanya dan bahkan menambahkan biaya yang besar untuk mempercepat pembuatan jadwal untuk pertemuan mereka.” Jelas Bima memperhatikan tablet yang sudah tersistem untuk membuat jadwal maupun pemesanan layaknya barang yang akan di jual beli secara online.
“Wahh pasti nanti bos besar akan memberikan bonus yang lebih besar kepada kita.” Ucap Banyu.
“Aku berharap demikian.” Ucap Bintang dengan sedikit khawatir.
“Kau kenapa Bintang?” Tanya Bima.
__ADS_1
“Entahlah aku hanya merasa gadis itu agak sedikit berbeda dengan gadis yang lainnya. Dia terlalu tenang meski dia tau dia sedang di culik dan bahkan di sekap.”
“Sudahlah tak perlu kau pusingkan, toh sekarang dia sudah di bawah kendali kita. Besok aku akan buatkan jadwal pertamanya.” Ucap Bima.
Drtt drrtt drrttt ponsel Bintang bergetar, IP adressnya ‘Bos Besar’.
“Ahh Bos Besar menelpon.” Ucap Bintang kepada kedua rekannya.
“Ahh pasti dia akan senang dengan kabar itu, cepat kau angkat dan beri tahu dia.” Ucap Banyu.
“Halo Boss.. ada kabar baik, kami mendapatkan tiga gadis baru. Dua di antaranya sudah ada yang booking, malah salah satu dari mereka akan memiliki jadwal yang full selama 1 bulan ini. Bahkan mereka sampai sudah membayar untuk biaya bookingnya juga. ” Lapor Bintang.
“Kalian mendapatkan tiga gadis yang bermutu itu, kalian mengerjakan tugas yang bagus. Aku bangga kepada kalian. Tapi aku memiliki tugas penting yang harus segera kalian lakukan. Bagaimanapun juga di antara ketiga gadis itu ada yang bernama Monic, aku ingin kalian membunuhnya bagaimanapun caranya. Kau dengar itu. Cepat laksanakan.”
“Tapi Bos, beberapa ketua anggota vvip kita sudah membooking bahkan sudah membayar biayanya untuk gadis itu.” Ucap Bintang.
“Tapi Bos hampir semua investor kita menginginkannya. Mereka pasti tidak akan mudah mau jika di ganti begitu saja.” Ucap Bintang menolak, ragu akan ucapan Bosnya.
“Jika mereka menolak untuk menggantinya dengan gadis-gadis yang biasa itu, kau yang harus menggantikannya. Bukankah para investor itu juga sangat menginginkanmu.” Ucap pria di sebrang sana.
“Bos kau ingin aku melakukannya juga, bukan kah aku hanya milikmu Bos. Apa maksudmu dengan ini Bos?” Ucap Bintang heran dengan pernyataan pria di sebrang sana. Pasalnya selama ini Bintang tidak pernah ada yang berani memintanya untuk menemani mereka, karena mereka tahu bahwa Bintang adalah simpanan milik ‘Bos Besar’ meski kenyataannya para tetua Bangka itu sangat menginginkan Bintang untuk bermalam bersama mereka menghangatkan ranj*ang mereka.
“Hanya jika mereka tidak menginginkan gadis yang lain, kau bisa membantuku bukan my star.”
“Baik, aku mengerti.” Ucap Bintang putus asa.
__ADS_1
“Baiklah aku tak mau tahu bagaimanapun juga, cepat selesaikan wanita itu.” Setelah mengucapkan itu telpon pun terputus.
“Bagaimana? Apakah Bos akan memberikan kita bonus yang banyak?” Tanya Banyu penasaran dengan isi obrolan di antara Bos dan Bintang.
“Bos menginginkan kita meleny*apkan Monic sekarang.” Ucap Bintang.
“Apa? Bagaimana bisa, bahkan semua investor menginginkannya, itu tak akan mudah untuk di tangani jika kita meleny*apkannya sekarang.” Ucap Bima kesal.
“Aku tahu, bos besar menyuruh menggatikannya dengan gadis lain. Jika mereka tetap tidak menginginkan gadis lain itu, aku yang harus menggantikannya.” Ucap Bintang kesal.
“Ah bagaimana jika kita membiarkan Monic tetap hidup dan tetap melaksanakan tugasnya selama satu bulan ini, tanpa sepengetahuan bos besar. Malah uang yang dia dapatkan bisa untuk kita bertiga? Dengan begitu kau tidak perlu merangkak ke atas kasur mereka. Bagaimana?” Ucap Banyu dengan sebuah ide muncul di kepalanya.
“Itu ide yang bagus.” Ucap Bima.
“Tapi aku tidak bisa menghianati bos besar.” Ucap Bintang ragu.
“Bahkan dia dengan rela melemparkanmu ke atas ranjang bajingan tua yang lain, dan kau masih ingin membelanya? Kita tidak akan memberi tahunya, dan semuanya akan aku atur sedemikian rupa. Kau tenang saja.” Kesal Bima, bagaimanapun juga mereka bertiga telah bersama sudah lebih dari satu tahun lamanya.
“Tapi akan sangat berbahaya jika dia sampai tahu masalah ini, dan dia pasti akan murka dengan penghianatan yang kita buat.” Ucap Bintang khawatir.
“Kau tidak perlu khawatir, aku dan Banyu akan mengusahakanya di luar jangkauan bos besar, kau tidak percaya dengan kemampuan kita berdua? “ Tanya Bima.
“Yang perlu kau lakukan hanyalah diam tidak perlu bicara apapun, kami berdua yang akan melakukan semuanya. Kau hanya tinggal duduk manis dan tutup mulutmu. Bagaimana?” Tanya Banyu.
“Baiklah aku setuju dengan kalian berdua.” Ucap Bintang yakin. Karena bagaimanapun juga dia tidak rela di perlalukan seperti itu oleh bos besar. Dia sudah merelakan karirnya bahkan dirinya sendiri untuk mengabdi kepada bos besar, namun sekarang dia di perlakukan seperti sampah, sungguh gadis itu tidak rela.
__ADS_1
Bersambung....