
Mereka tiba di bandara kota A, Juna segera membawa masuk koper Laristha kedalam mobil taksi dan dengan sigap duduk di kursi belakang penumpang dengan wanita itu.
Laristha masih diam dan wanita itu sedikit membelakangi tubuh Juna dan memilih memandangi kearah pemandangan dari jendela mobil itu.
"Apakah pemandangan di luar sana lebih menarik dari pada aku?" Tanya Juna sambil mendekatkan tubuhnya kearah Laristha dan melihat juga kearah mana wanita itu melihat.
Laristha yang kaget tanpa sengaja refleks menoleh ke samping dan tepat hidungnya menempel di pipi pria itu. Laristha membulatkan matanya dan sukses membuat wajahnya memerah merona.
Juna tersenyum menang dengan ketidak sengajaan wanita itu, "Kau nakal.. Di sini masih ada orang asing.." Bisik Juna yang sukses membuat wanita itu tersadar dan mendorong tubuh kekar pria di sampingnya itu.
"Itu hanya tidak sengaja.." Ucap Laristha cepat dengan wajahnya yang memerah.
"Meski begitu aku tidak masalah jika kau mau yang di sengaja.." Ucap Juna jail sambil mendekatkan tubuhnya kembali ke dekat Laristha.
"Junn... Hentikan bercanda mu, masih ada orang di sini." Ucap Laristha sambil mencubit perut kekar pria itu, meski hasilnya dia tidak bisa mendapatkan kulit perut pria itu sepenuhnya.
"Baiklah-baiklah aku tidak bercanda lagi.." Jawab Juna cepat karena takut cubitan lain yang akan mendarat di tubuhnya.
Beberapa waktu kemudian mobil mereka berhenti tepat di depan apartemen.
"Aku akan pergi ke kamar ku.." Ucap Laristha dan berjalan menarik kopernya yang sudah dikeluarkan Juna.
Juna tidak membalas ucapan Laristha pria itu hanya mengikutinya sampai masuk kedalam lift yang membawa mereka menuju lantai 8.
Ting.. Pintu lift terbuka dan Laristha keluar dari lift itu menuju kamar apartemennya. Juna masih mengekor di belakang Laristha tanpa mengeluh apapun.
Laristha tiba di depan pintu kamar unitnya dan kemudian memasukkannya password nya dan menarik masuk koper miliknya.
"Aku sudah sampai dengan selamat, kau bisa istirahat di kamar mu.." Larista berdiri do ambang pintu dan menghentikan langkah Juna yang akan kembali mengikutinya masuk kedalam apartemennya.
"Kenapa?" Tanya Juna heran.
"Aku mau membereskan beberapa barang dan mau istirahat.. Jika ada kau di sana aku tidak yakin kau malah akan mengganggu ku.." Ucap Laristha melarang pria itu masuk.
"Tidak.. Aku berjanji tidak akan mengganggu mu.. Aku hanya akan duduk manis melihat mu.." Ucap Juna dengan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V yang rapat.
"Haih.. Baiklah.." Laristha menghembuskan nafasnya panjang dan akhirnya masuk kedalam apartemennya tanpa memikirkan pria tampan itu mengekorinya lagi.
__ADS_1
"Ini sudah pagi.. Bagaimana jika beres-beres besok saja?" Saran Juna saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 02.30 AM.
"Tidak.. Aku tidak suka menunda pekerjaan.. Lagipula barang ku sedikit.." Tolak Laristha dan menarik kopernya masuk kedalam kamar.
Laristha mulai membongkar kopernya dan merapihkan barang-barangnya ke tempatnya masing-masing. Sampai suara ketukan di pintu mengganggunya.
Tok tok..
"Masuk.." Ucapnya dan melirik pria tampan itu sudah berganti baju menggunakan kaus hitam dan juga celana training berwarna abu-abu.
"Aku membuatkan mu minuman untuk membuat mu hangat.. Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Juna sambil menyodorkan segelas coklat panas buatannya.
"Terima kasih.. Dari mana kau mendapatkan ini?" Tanya Laristha heran, sepertinya saat dia meninggalkan apartemen ini dia tidak memiliki stoknya. Laristha menyesap coklat hangat itu.
"Aku mengambilnya dari kamar ku.." Jawab Juna dan duduk di tepi kasur.
"Ada yang bisa aku bantu?" Ulang Juna lagi menawarkan bantuan.
"Tidak perlu.. Aku sudah selesai.. Aku akan mandi dahulu.. Bisakah kau keluar?"
"Tidak bisakah aku tinggal?" Ucapnya dengan mata memelas.
"Haish.. Baiklah.." Juna bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Laristha dan mencium cepat bibir gadis itu.
Cup..
"Ini hadiah ku karena aku menuruti mu.." Ucap Juna dan kemudian keluar dari kamar Laristha.
Laristha tersenyum melihat tingkah Juna yang manis itu. Wanita itu segera mengambil pakaian gantinya dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
***
Sedangkan di sisi lain..
Drrt drrt drrt ponsel Naira bergetar, gadis yang sedang tidur nyenyak itu terganggu dan terbangun dari tidurnya.
"Emhh.." Gumaman gadis itu sambil meraih ponselnya dan meraba-r@ba nakas yang berada di samping tempat tidurnya tanpa terlepas dari bantalnya.
__ADS_1
Tanpa melihat Id pemangilnya gadis itu mengangkat panggilan itu.
📞 "Haloo.." Ucapnya serak khas orang bangun tidur.
📞 "Nay.. Tolongin gue dong.. Gue lagi ada di bar Napoleon di pusat kota A.." Ucap seorang wanita dari arah seberang telepon, dengan cepat Naira membuka matanya dan melihat Id si pemanggil ternyata adalah Rifka sahabatnya.
📞 "Ha? Apa? Bagaimana bisa ada di kota A.." Tanya Naira heran.
📞 "Gue baru aja nyampe tadi sore di kota A, terus abis dari Hotel gue ke Barr.. Ehh gak tahunya dompet gue ketinggalan di Hotel.. Lo bisa jemput gue gak? Kesini.. Cepet ya!" Perintah suara yang ada di seberang sana.
📞 "Apa? Ya sudah Rif, aku kesana sekarang." Ujar Naira dan segera bangkit dari kasur empuknya.
Gadis itu hanya mengambil sweter panjang sebagai penutup pakaian tidurnya tank top dan hot pants. Gadis itu segera mengambil ponsel dan juga dompet beserta kunci mobilnya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju tempat parkir mobilnya dengan mengendap-endap agar kedua orang tuanya tidak terbangun.
Naira segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya sampai di depan gerbang yang ditunggui oleh kedua penjaga itu terheran dengan kehadiran Nona mudanya yang akan keluar di pagi buta.
"Non Naira mau kemana?" Tanya salah satu penjaga gerbang itu.
"Aku ada urusan sebentar pak.. Tolong bukain gerbangnya pak.." Ucap Naira lagi.
"Tapi Non..." Belum selesai penjaga itu berbicara, Naira sudah memotong ucapan penjaga gerbang itu.
"Sudah cepat pak.. Saya sedang buru-buru teman saya sedang ada masalah.. Setelah selesai Nay akan segera pulang kok sebelum ketahuan Ayah sama Ibu.." Ucap Naira lagi dengan cepat.
Dengan terpaksa kedua penjaga gerbang itupun membukakan pintu pagar itu lebar untuk Naira.
"Haisshh.. Semoga non Nay segera datang sebelum Nyonya dan Tuan besar bangun.." Ucap salah satu penjaga itu.
"Ya.. Semoga saja.. Kalau tidak, nanti kita pasti akan kena imbasnya." Ucap salah satu penjaga lainnya.
***
Sedangkan di sisi lain..
"Cepat! Amankan semua yang ada di dalam ruangan VVIP itu!" Perintah suara bass yang ada di sana.
"Siap Capt.. Semuanya sudah di amankan.. Bagaimana dengan kedua wanita ini Capt?" Tanya salah satu anak buahnya yang menemukan dua orang wanita yang berada tidak jauh dari tempat penangkapan para tersangka penggerebekan penjual-belian Narkotika itu.
__ADS_1
"Kauu...." Ucap pria yang di sebut Captain oleh anak buahnya terperangah saat melihat salah seorang wanita yang tertangkap itu.
Bersambung....