
"Ck.. kau menyebalkan sekali sih.." Ucap Maya kesal.
"Baiklah.. baiklah.. itu karena restoran ini milik ku. Tentu saja mereka akan membiarkan ku masuk meski aku hanya mengenakan celana pendek sekalipun." Ucap Juna acuh tak acuh.
"Astaga.. menyebalkannya dirimu, mengapa tidak kau bilang saja sejak awal kita sampai. Aku jadi tidak perlu mempermalukan diri ku akan di tendang keluar bukan. Benar-benar menyebalkan." Ucap Maya dan mulai memakan makanannya. Juna hanya tersenyum dan mulai memakan makanannya juga.
Tidak terasa mereka sudah berjam-jam berada di atas sana sambil memandangi pemandangan yang indah dari atas sana sambil bercerita dan bersantai sambil meminum white wine.
"Yuk kita pulang." Ucap Maya saat dia melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan tengah malam. Dia juga merasa bahwa dirinya sudah mabuk.
"Aku sedikit mabuk.. kita istirahat di dalam saja dahulu. Aku tidak mungkin mengemudi saat ini." Ucap Juna yang memang terlalu banyak meminum winenya.
"Ayo ikut aku." Ucap Juna dan menarik Maya masuk ke dalam lift menuju suatu ruang kamar hotel miliknya di gedung ini.
"Masuklah." Ucap Juna saat membukakan pintu unit miliknya.
"Tidak mau." Ucap Maya yang sudah mabuk sambil menyilangkan tangan di dadanya dan enggan untuk masuk ke dalam kamar itu.
"Kenapa? kau takut aku macam-macam?" Tanya pria itu masih bisa saja mencoba menggoda Maya.
"Tentu saja.. aku wanita cantik dan manis bangaimana mungkin kau tidak akan tergoda oleh pesona ku. Nanti yang ada kau pasti akan menerkam ku." Ucap Maya lagi dengan lantangnya karena wanita itu memang telah mabuk juga.
"Aihh.. cepatlah masuk.. kau berdiri saja sudah tidak kuat.. cepatlah." Ucap Juna yang menarik masuk Maya ke dalam kamar unit miliknya.
Karena Maya yang memang sudah mabuk, sehingga dengan mudahnya wanita itu tertarik masuk kedalam unit itu tanpa bisa mempertahankan kekuatannya.
"Awas kau macam-macam." Ucap wanita itu mengancam Juna. Dan kemudian dengan santainya masuk ke dalam ruangan besar itu menjelajahi ruangan yang ada di sana.
Terdapat sofa yang merupakan ruang tengah, pantrybar dan kemudian terdapat dua buah pintu yang terlihat dari sana. Wanita itu dengan santainya masuk ke dalam ruangan itu hendak masuk ke dalam kamar mandi, namun wanita itu malah masuk ke dalam sebuah kamar tidur.
Maya mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi dan malah merebahkan tubuhnya tertelungkup di atas kasur yang tampak sangat nyaman itu.
"Ahh.. nyamannya." Ucapnya dan melepaskan sembarangan sepatu sendal yang dia gunakan dan menyelusupkan kepalanya ke dalam bantal dan tak berapa lama wanita itu telah terlelap.
Juna yang baru saja keluar dari kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar dia sadar dan kemudian melihat sekeliling mencari keberadaan wanita itu.
"Kemana dia pergi?" Tanya Juna dan memeriksa ruang kamar.
__ADS_1
"Ahh ternyata dia sudah tidur." Ucap Juna kemudian keluar dari ruang kamar dan menuju ke arah pantry untuk membuat minuman madu hangat.
Juna membuat dua gelas air madu hangat, satu gelas sudah dia minum sampai habis. Dan satu gelas lagi dia bawa menuju ruang kamarnya.
"Maya.. bangunlah dahulu.. minum ini agar besok perut mu tidak sakit." Ucap pria itu lagi dan membangunkan Maya.
"Emhhh..." Ucap wanita itu bergumam dan membalikkan tubuhnya jadi terlenteng.
"Bangunlah dahulu.." Ucap Juna lagi dan membantu wanita itu untuk duduk dan kemudian mendekatkan gelasnya di bibir kecil Maya.
"Minumlah.." Perintah Juna lagi.
Maya menyesap minuman itu hingga habis dan kemudian mendorong Juna agar pria itu tidak lagi mengganggunya tidur.
Juna tersenyum mengangkat sebelah bibirnya, " Aku jadi merasa dejavu dengan ini." Ucap pria itu dan kemudian berdiri dari kasur dan menyelimuti wanita itu.
"Sepertinya aku harus segera keluar dari ruangan ini. Aku tidak bisa mengendalikan diri ku jika terlalu dekat dengan mu." Juna kemudian mengecup pelipis wanita itu dan kemudian keluar dari kamar dan lebih memilih merapihkan peralatannya tadi.
Juna memilih merebahkan tubuhnya di sofa dan menutup matanya dengan sikunya dan kemudian mulai memejamkan matanya menyambut mimpinya.
Keesokan harinya.
Kriett...
"Kau sudah bangun." Ucap Juna yang tiba-tiba muncul dari balik pintu dan membawakan sebuah nampan berisi roti bakar dan juga air madu hangat.
"Kau!! kenapa kau berada di kamar ku? pergi kau dari sini." Ucap Maya ketus yang masih belum menyadari dirinya berada di mana.
"Ini kamar ku dan kau sedang menempati kasur ku. Aku berbaik hati membawakanmu sarapan. Tapi kau malah mengusir ku.. benar-benar deh." Ucap Juna sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Siapa bilang ini kamarmu!! ini kamar....." Maya berhenti berbicara dan kemudian Maya melihat sekeliling dan baru menyadari dia memenag tidak berada di tempat tidurnya sendiri.
"Kenapa? baru sadar kau berada di mana." Ucap Juna lagi dan menyerahkan nampan itu di atas pangkuan Maya.
"Emhh maaf.. dan terima kasih." Ucap Maya dengan semburat merah di pipinya karena malu dan berterima kasih untuk sarapannya.
"Ya tidak masalah. Makanlah.. setelah itu bersiaplah.. aku akan mengantarmu ke apartemen mu." Ucap Juna santai.
__ADS_1
Maya dengan lahapnya memakan sarapannya dan meminun air madu hangat. Setelah makan wanita itu langsung beranjak keluar dari kamar dan akan menuju kamar mandi. Namun langkahnya di hentikan oleh Juna.
"Ha? ada apa?" Tanya wanita itu bingung.
"Ini pakaian ganti mu. Kau tidak inginkan keluar dengan menggunakan bathrobe atau menggunakan pakaian yang kau pakai kemarin." Ucap Juna sambil menyerahkan sebuah papperbag kepada Maya.
"Ahh.. ya.. terima kasih." Ucap Maya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
30menit kemudian wanita itu sudah keluar dengan menggunakan dress santai dan rambut yang sudah di keringkan.
"Ayo aku akan antar kau sekarang." Ucap Juna santai dan beranjak keluar unitnya. Maya mengikuti pria itu dari belakang dan kemudian mengikutinya masuk ke dalam mobil. Juna mengemudikan mobilnya santai membelah jalanan yang masih sepi.
"Emhh apakah saat mabuk aku melakukan sesuatu yang memalukan?" Ucap Maya sedikit khawatir saat dia mabuk semalam.
"Tidak ada.. kau hanya meracau mengenai diri ku yang selalu membuat mu kesal dan kemudian menguasai kasur ku. Selain itu ku rasa tidak ada." Ucap Juna jujur dengan apa yang terjadi tadi malam.
"Apakah kau berharap terjadi sesuatu?" Tanya Juna mulai kembali menjahili Maya.
"Ishh mana ada.. aku hanya bertanya aku takut jika aku memuntahi mu atau apa. Jangan berpikiran macam-macam." Ucap Maya ketus.
"Baiklah-baiklah.." Ucap Juna dan kemudian tidak berapa lama menurunkan Maya di depan unit apartemennya.
"Aku tidak masuk, ada yang harus aku urus." Ucap Juna dan langsung meninggalkan Maya di depan unitnya.
Maya masuk ke dalam unit apartemennya mengendap-ngendap khawatir dan malu jika dia akan di tanya oleh Alice.
Flashback Off.
"Muka mu merona.. apakah kau demam?" Tanya Alice.
"Ehem.. tidak.. tidak ada." Ucap Maya gelagapan.
"Sepertinya ada sesuatu hal yang baik terjadi. Baiklah ayo kita berangkat."
"Ehem.." Maya hanya berdehem dan tidak membalas perkataan apapun.
Alice, Maya dan Rosapun beranjak meninggalkan apartemen itu menuju mobil mereka.
__ADS_1
Bersambung...