
Alice dan Anton menghabiskan waktu mengobrol dan bercengkrama dengan tamu mereka. Hingga Alice merasakan sedikit keram pada perutnya.
"Emhh.." Rintih Alice pelan dan memegang perut bawahnya.
"Kenapa? Kau sakit?" Tanya Anton yang melihat raut wajah Alice yang sedikit tampak tidak nyaman.
"Ya.. Sepertinya karena memakai hak tinggi dan di tambah kita berkeliling terus. Tidak apa-apa hanya kelelahan saja." Ucap Alice santai untuk menenangkan suaminya.
"Ya sudah kau beristirahat saja di dalam kamar.. Kau bisa meluruskan kaki mu dan istirahat. Lagipula kita sudah berkeliling ke semua tamu.. Sekarang kau bisa istirahat dan aku akan menemani mereka minum sedikit nanti." Ucap Anton menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu." Jawab Alice menurut, "Baiklah aku akan pergi ke kamar pengantin. Kau di sini saja tidak perlu mengantar." Tolak Alice saat melihat Anton akan beranjak pergi mengikutinya.
"Tidak.. Aku akan mengantar mu sampai aku benar-benar melihat mu masuk ke dalam kamar." Anton malah langsung menggendong tubuh Alice ala bridal style tanpa pemberitahuan terlebih dahulu membuat Alice kaget dan refleks memeluk tubuh tegap itu.
Kemesraan pengantin baru itu tidak lepas dari pandangan semua tamu yang ada dan membuat tamu tersenyum bahagia untuk kedua pengantin baru itu.
Alice yang malu menjadi pusat perhatian semua tamu yang di dalam ruangan itu memilih menyusupkan wajahnya kedalam dada bidang Anton untuk menutupi wajahnya.
"Kau malu?" Tanya Anton dengan wajah iseng.
"Sedikit.. Kau tahu aku tidak terlalu terbiasa mengumbar kemesraan kita dan dilihat banyak orang." Ucap Alice masih menyusupkan wajahnya.
"Baiklah kita akan bermesraan di kamar kita saja." Ucap Anton masih menggoda Alice.
"Hmm.." Hanya gumamman Alice yang terdengar
Anton menurunkan tubuh Alice tepat di depan pintu kamar pengantin mereka. Anton membuka pintu kamar itu Alice masuk ke dalam kamar.
"Sudahlah sampai sini saja.. Kau pergilah.. Pulang jangan terlalu larut malam ya." Ucap Alice dan Anton mengangguk setuju.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menemani mereka sebentar lagi.. Setelah itu aku akan menemani mu." Ucap Anton dan mengecup pelipis Alice mesra.
"Istirahatlah sayang.. Baby kecil jangan menyusahkan ibu ya.." Ucap Anton dan mencium lembut perut Alice dari balik dressnya.
"Ya sudah.. sana pergi.." Alice mendorong tubuh Anton keluar dari kamar agar pria itu segera pergi dan kembali keruangan pesta.
Ketika Alice akan melangkah masuk kedalam kamar dan ingin melepaskan gaunnya, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamar.
"Anton.. Astaga.. Apa ada yang tertinggal?" Tanyanya heran.
Alice tanpa memperhatikan dahulu siapa yang mengetuk dari celah pintu, gadis itu langsung membuka pintu kamarnya dengan lebar dan matanya seketika membelalak ketika kelima pria berpakaian jas serba hitam dengan tubuh tegap segera membekapnya dengan sapu tangan putih.
Mata yang membulat seketika mulai meredup dan perlahan-lahan mulai terpejam.
"Cepat bawa dia pergi dari sini." Ucap salah satu pria itu.
Dan dengan sigap tubuh Alice sudah berpindah tangan dan di gendong ala bridal style oleh seorang pria yang mengenakan pakaian hitam lainnya. Dan memalingkan wajahnya agar masuk kedalam pelukan di dadanya.
Dengan acting dan gerakan yang cepat dan pintar mengelabui, mereka segera bisa masuk kembali kedalam lift dan dengan cepat mereka bisa dengan segera memasukkan tubuh Alice yang pingsan kedalam mobil SUV berwarna hitam yang terparkir di mobil yang kedua. Sedangkan para pria berbaju hitam itu masuk kedalam mobil nomor satu dan juga no tiga.
Salah seorang anak buah Anton yang melihat kejadian itu langsung memberitahukan anggota yang lain, "Itu Nyonya Alice! Cegah ketiga mobil itu keluar! Tutup akses keluar mobil segera! Laporkan keadaan kepada Tuan! Tidak boleh ada warga sipil yang keluar masuk!" Ujar Alex cepat untuk mengengerakkan para anak buahnya.
"Siap tuan!" Beberapa pria segera naik ke mobil SUV berwarna putih dan dengan cepat mengendarai mobi dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba berhenti dan menghadang mobil para penculik itu. Tiga mobil penculik yang terhalang mecoba kabur dengan cara berbalik arah dan mencari celah keluar lain dari sana.
Para anak buah Anton dengan sigap mengeluarkan pistol dan mengarahkan kepada ketiga mobil itu yang sepertinya terpojok itu. Namun dugaan mereka ternyata salah. Mobil yang berada di barisan depan dengan sengaja mundur perlahan kearah belakang dan kedua mobil yang ada di belakangnya entah kenapa dengan sangat cepat menyingkir ke tepi memberi akses untuk mobil itu lewat. Saat kedua mobil penculik sudah di pastikan tidak menghalangi jalannya, mobil pertama itu segera menginjak pedal gas untuk mundur dengan kecepatan tinggi.
Seketika Alex membulatkan matanya akan kemungkinann yang akan terjadi kedepannya, "KEAMANAN TIM B SEGERA TINGGALKAN MOBIL ITU!" Teriak Alex dalam earphone miliknya. Dengan segera anggota tom itu keluar dari dalam mobil dengan segera.
"TIM A, TIM C DAN TIM D SEGERA LEPASKAN TEMBAKAN! SERANG MOBIL PERTAMA!" Perintah Alex cepat.
__ADS_1
Dor!
Dor!
Desing!
Desing!
Saat mereka berhasil keluar, Namun detik itu juga mobil pertama yang sebelumnya mundur itu dengan cepat menginjak pedal gasnya maju dengan kecepatan sangat tinggi dan dengan kecepatan tinggi pula seketika mobil yang sebelumnya berisi Tim B terpental dan terpelanting dan bahkan berbalik beberapa kali.
Brak!
Bruk!
Blam!
Suara bertabrakan sebuah besi yang bertabrakan keras dan desingan selongsong peluru yang terpental dari body mobil itu memekakkan telinga orang yang mendengarnya. Beberapa anggota tim B yang terluka akibat beberapa pecahan kaca atau pecahan-pecahan bodi mobil yang terpental tidak jauh dari mereka.
Mobil itu terpental dan terpelanting keluar sehingga memberikan akses jalan untuk mobil kedua dan ketiga. Dengan sigap mobil pertama kembali menginjak pedal gasnya dan dengan ceoat membuka akses jalan untuk kedua mobil lainnya. Dengan cepat mobil kedua dan ketiga menerobos di antara celah itu mengikuti mobil pertama.
"Sialan!"Maki Alex saat melihat persiapan para penjahat itu cukup matang dengan menggunakan mobil anti peluru sehingga beberapa peluru yang di tembakkan sebelumnya tidak terpengaruh pada para penjahat itu.
"Tim A, C, D CEPAT SUSUL MOBIL ITU!" Perintah Alex.
Kejar kejaran mobil itupun tidak terelakan lagi. Jalan raya yang memang sudah tidak ramai membuat mereka dengan cepat menyelip dan menggunakan kecepatan tinggi.
"TIM H DAN G SEGERA CEGAT MOBIL MEREKA DENGAN PEMBATAS DURI DI TITIK KEMUNGKINAN JALAN MEREKA!" Perintah Alex dengan cepat.
"Siap tuan!" Semua segera menjawab dan bergerak dengan cepat dan pasti untuk mencegat kemungkinan kepergian para penculik itu.
__ADS_1
Bersambung...