
“Aku tahu, aku juga mencintaimu.” Ucap Anton menggoda Alice.
“Aku bilang kamu menyebalkan tahu.” Ucap gadis itu pura-pura kesal.
“Aku tahu, kau mencintaiku bukan?” Goda pria itu lagi dan membuat Alice hanya mencebikan bibirnya.
“Apa yang kau lakukan di sini dengan pakaian seperti ini sayang?” Ucap pria itu heran dengan pakaian yang di kenakan Alice saat ini, pasalnya pakaiannya terlalu sexy dan terbuka.
“Ahh, tadi aku kesini bersama teman ku.” Ucap Alice gugup.
“Temanmu perempuan kan sayang?” Tanya Anton menyelidiki.
“Tentu saja sayang.” Ucap Alice cepat.
“Ahh begitu, bagai mana mau ikut masuk kedalam? Aku bisa memperkenalkanmu sebagai partner sekaligus kekasihku kepada sahabatku itu.” Ucap pria itu mengajak Alice mengikuti party di rooftop itu.
“Ahh tidak sepertinya lain kali saja, aku bersama teman ku sekarang dan aku tidak enak sudah lama meninggalkannya. Aku pergi dulu ya. Aku akan menghubungimu nanti.” Ucap gadis itu cepat dan akan segera pergi meninggalkan kekasihnya itu. Namun tangannya segera di cekal oleh pria itu.
“Baiklah kau boleh pergi. Tapi ciuman perpisahannya mana?” Ucap pria itu menggoda.
Alice tidak ingin banyak memakan waktu, dia segera memberikan kecupan di pipi pria itu dan langsung pergi dengan segera. Dia khawatir pria itu mencurigai sesuatu atau malah pria itu akan membuatnya merah lagi seperti kepiting rebus.
“Bye..” Ucap gadis itu saat berada di dalam lift dan menutup pintunya dengan cepat.
“Bye sayang.” Ucap pria itu sambil tertawa tertahan, pasalnya Anton tahu bahwa kekasihnya itu takut jika dia akan melakukan ciu*man pan*asnya lagi. Setelah memastikan kekasihnya sudah memasuki lift, Anton pun pergi meninggalkan tempat itu.
‘Astaga hampir saja aku salah paham pada Anton. Untunglah gerombolan pria itu muncul di waktu yang tepat. Aku baru menyadari suatuhal, meski potongan wajah dan postur tubuh mereka berdua sama, namun ada satuhal yang agak berbeda dari mereka berdua. Sorot mata mereka berdua sedikit berbeda. Anton dengan sorot mata hangat dan penuh cinta. Sedangkan sorot mata K dingin, kejam dan penuh misteri. Aku juga berharap Anton tidak akan berfikiran buruk terhadapku karna aku tiba-tiba muncul di tempat seperti ini.’ Batin Alice sedikit khawatir.
Alice keluar dari lift itu dan berjalan untuk pulang menuju rumahnya. Baru beberapa langkah perjalanan meninggalkan kafe itu, ada sebuah tangan seseorang yang menepuk bahunya pelan. Reflex Alice memalingkan wajahnya menghadap pemilik tangan itu dengan sigap.
__ADS_1
“Ahh kau Angel. Aku kira siapa. Mengagetkanku saja.” Ucap Alice terkejut, dia khawatir jika ternyata Anton yang mengikutinya.
“Memang menurutmu siapa? Ohya Monic, bagaimana? Kau menemukan sesuatu?” Tanya pemilik tangan yang menepuk bahunya tadi yang ternyata adalah Maya.
“Aku dari tadi menunggu mu di sini. Aku khawatir padamu.” Lanjut Maya.
“Ya nanti akan aku jelaskan di rumah.” Ucap Alice.
Mereka berjalan pulang bersama dengan berjalan kaki. Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang memperhatikan dan mengikuti mereka dari belakang.
“Ahh, aku mendapatkanmu.” Ucap orang itu dan mengangkat satu sudut bibirnya, membuatnya terihat jauh sangat mengerikan. Dia menggambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Hmm.. di jalan biasa.. dua kelinci sedang menuju prangkap.” Ucapnya sambil masih mengikuti kedua gadis itu di depannya.
“Baiklah semua sudah siap disini.” Ucap seseorang dari sebrang telpon di sana.
Alice dan Maya berjalan berdampingan, mereka akan melewati jalan besar di persimpangan di depan sana seperti biasa mereka melewatinya selama ini, namun sebelum itu ada seseorang menghampiri mereka dari belakang.
“Apa kita pernah bertemu?” Tanya Maya bingung dan Alice hanya diam saja.
“Ahh Aku tahu kalian, kalian yang tinggal di rumah susun Ibiza kan. Rumah No 501. Aku penghuni No 212. Sepertinya kalian tidak mengenaliku tapi akau sering melihat kalian. Kalian karyawan kafe Wings kan? Aku sering melihat kalian.” Ucapnya berbohong.
“Ahh begitukah?” Ucap Maya tampak tidak terlalu mengenalinya.
“Aku Bintang, aku termasuk pengunjung setia kafe.” Ucap wanita itu yang tak lain adalah Bintang, wanita yang sedang ingin Alice selidiki saat di diskotek itu.
“Ahh ternyata begitu, aku Monic dan ini sahabatku Angel. Kami belum lama di sini, kami juga belum lama bekerja di kafe Wings. Senang berkenalan dengan mu Bintang.” Ucap Alice sambil menunjuk kearah Maya untuk memperkenalkannya.
Maya bingung dengan sikap Alice yang berubah menjadi bersahabat kepada orang baru itu.
__ADS_1
“Ya aku Angel senang berkenalan denganmu Bintang.” Ucap Maya cepat. Meski dia tidak mengenal gadis di depannya ini, namun dia harus mengikuti acting Alice dengan baik.
“Ya tentu saja. Aku suka teman baru. Apakah kalian akan pulang ke perumahan Ibiza?” Tanya Bintang.
“Ya kami akan pulang. Jam kerja kami sudah habis” Ucap Alice dan Maya mengangguki perkataan Alice.
“Ahh jika demikian kita jalan bersama saja.” Ucap Bintang.
“Tentu.” Ucap Alice dan Maya bersamaan. Dan mereka bertigapun berjalan bersama, setelah beberapa langkah.
“Ahh ya aku lupa memberitahu kalian, di jalan raya yang biasa aku lewati ternyata ada pekerjaan kontruksi sehingga jalan sementara d tutup. Aku mengetahui jalan pintas yang lain, namun jalannya agak sepi. Tapi toh kita kan bertiga. Kalian tidak masalahkan?” Tanya Bintang.
“Ahh iya tentu saja tidak apa-apa. Kita kan beramai-ramai.” Ucap Alice dan di angguki Maya.
“Ahh baiklah kalau begitu, kita belok ke sini. Ayo Monic, Angel.” Ucap Bintang menuntun jalan.
Mereka berbelok masuk kedalam sebuah gang, jalanan di gang itu sempit namun panjang, dan sepi tidak ada orang yang lalu lalang di sana hanya lampu jalan yang remang terlihat.
Mereka berjalan kemudian melewati sebuah rumahan-rumah yang terlihat kumuh dan sepi sepertinya para pemiliknya sudah memeluk mimpinya, bagaimanapun ini sudah pukul 11.50 PM.
Kemudian mereka melewati jalan jembatan yang agak lebar namun di penuhi lumut. Selain itu bau lumut, udara yang lembab dan bau gorong-gorong yang berwarna hitam kelam yang di penuhi sampah di dalamnya itu sangat menusuk hidung. Mereka semua menutup hidung menggunakan tangan mereka masing-masing dan melepaskannya saat telah melewati jalan jembatan itu.
Hingga saat mereka melewati Jalan yang tak jauh dari sebuah gudang kosong, tiba-tiba dari kegelapan muncul seorang pria yang bersembunyi di balik tiang dia mengeluarkan sapu tangan putih dan membekap gadis yang tak jauh dari sisinya.
“Mmmmhh..” Maya berontak namuan suaranya tidak keluar dan tak lama dia kehilangan kesadarannya.
“Angel..” Ucap Alice.
Alice yang baru saja menyadarinya hendak menghampiri Maya, namun tanpa di duga gadis di sampingnya itu mengeluarkan sapu tangan putih dan membekapnya juga hingga lambat laun gadis itu juga kehilangan kesadarannya. Semua itu terjadi dengan cepat sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Bersambung....