JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Bukan Manusia


__ADS_3

Alice dan Maya hanya diam saja, karena memang tujuan mereka adalah untuk mengetahui di mana markas mereka sebenarnya dan menemukan gadis-gadis yang di culik itu. Kemudian tak berapa lama Banyu datang.


“Semua sudah siap, aku sudah membawa mobil tepat didepan pintu lift barang. Aku juga sudah mendapatkan kunci akses lift barang itu. Satpamnya bilang maaf tidak bisa membantu, soalnya mereka ada tugas. Dan aku bilang tidak masalah.” Ucap Banyu.


“Sungguh bodoh sekali mereka. Selama ini mereka membiarkan kita keluar masuk membawa mangsa-mangsa kita lewat jalan ini.” Ucap Bima.


“Yaa.. kurasa karena aktingku yang terlalu sempurna membuat mereka benar-benar capek dan tidak perduli lagi dengan apa yang kita lakukan.” Ucap Bintang, membanggakan dirinya.


“Ya..ya..yaa.. Apapun katamu sajalah. Cepat tuntun gadis-gadis itu, kita turun sekarang.” Ucap Bima.


Alice yang di tuntun oleh Bima, Maya yang di tuntun oleh Banyu. Dan Siska yang di tuntun oleh Bintang. Ketiga gadis itu berjalan dengan cepat karena mereka di ancam dengan pisau yang ada di belakang punggung ketiga gadis tawanan itu. Akhirnya mereka memasuki lift menuju lantai dasar kemudian mereka di masukkan ke dalam mobil di kolong jok mobil mereka di suruh merunduk bersembunyi dan meletakan matras di atas punggung ketiga gadis itu.


“Jika ada di antara kalian yang bersuara atau bergerak, pisau ini akan langsung mencium tubuh kalian.” Ucap Bima kejam.


Ketiga tawanan itu diam dan hanya menuruti keinginan para penculik itu. Mobil itu pun bergerak, kemudian tak lama mobil itu berhenti dan membukakan kaca jendelanya lebar-lebar.


“Kami akan pergi ke rumah sakit Pak. Ini Pak kunci liftnya. Terima kasih banyak Pak.” Ucap Banyu yang berada di belakang kemudi dan menyerahkan kunci kepada satpam dan satpam itu melihat kedalam mobil tidak ada yang mencurigakan. Hanya ada lengan gadis yang sedang bersimbah darah dan sedang di peluk erat oleh Bima suaminya.


“Lepaskan aku, biarkan aku pergi, lepaskan aku.” Teriak Bintang berpura-pura ingin melepaskan dirinya dari Bima yang duduk di bangku tengah dan di bawah kaki mereka berdua, adalah gadis-gadis yang di tawan.


“Maaf Pak kami harus segera pergi.” Ucap Bima cepat agar mereka bisa segera pergi dari sana.


“Ahh ya, silahkan.” Ucap satpam itu dan membukakan portal di depannya.


Kemudian mobil merekapun membelah jalan raya itu dengan tenang.

__ADS_1


“Bagaimana? Aktingku hebat bukan.” Ucap gadis itu. Dia mendongak ke kursi depan dan mengambil tisu yang berada di atas dasbor depan mobil kemudian gadis itu duduk kembali di kursinya dan mengelap tangannya yang bercucuran darah palsu itu.


Mereka terus berkendara hingga 2jam lamanya. Kemudian mereka sampai di sebuah gudang yang terbengkalai di sebuah pinggiran kota Z.


“Ayo cepat turun kalian.” Ucap Bintang ketus.


Alice dan Maya serta Siska mereka di giring dengan todongan pisau untuk memasuki gudang tua itu. Di depan pintu masuk gudang tua itu terdapat dua orang bertubuh kekar dan bersenjata laras panjang di tangannya.


Mereka melewati penjaga itu, di dalam gudang tua itu juga terdapat banyak pria bertubuh kekar dengan senjata laras panjang di tangan mereka masing-masing, pria-pria menyeramkan itu juga tersebar di seluruh sudut gudang ini. Bahkan di atas lantai dua pun mereka berjajar di setiap sudut terlihat berdiri dan memantau keadaan sekitar dari atas sana.


“Cepat masuk jangan lelet.” Ucap Bintang gemas dengan langkah jalan Siska yang takut-takut melihat banyaknya pria bertubuh kekar dengan senjata di tangan mereka masing-masing.


‘Semua ini sudah terekam ke tim pusat, aku harap mereka harus cepat bergerak dan mengendalikan para penjahat itu nanti dan membawa lebih banyak orang nantinya.’ Batin Alice.


Ketiga gadis itu tiba di sebuah ruangan yang luas, bersih dan di terangi cahaya. Di sana terdapat puluhan kasur bertingkat dan para gadis yang sedang duduk di atas kasur mereka atapun duduk di lantai. Para gadis di ruangan itu kaget dengan kedatangan mereka dan para gadis di ruangan itupun tampak sangat ketakutan.


“Baik-baiklah kalian disini, aku membawakan kalian teman.” Ucap Bima ketus. Dan dia melepaskan satu persatu ikatan di tangan maupun di kaki serta scraft pada mulut Alice, maupun Maya dan Siska. kemudian pria itu sedikit mendorong ketiga gadis itu untuk lebih masuk ke dalam ruangan.


Kemudian ketiga penculik itu pergi dari ruangan itu dan menggunci ruangan besar itu. Di dalam ruangan yang luas itu terdapat 30an kasur bertingkat dan alice menghitung cepat seluruh wanita yang ada di ruangan itu.


“40 orang. Kita semua yang ada di sini 40 orang.” Gumam Alice.


 “Astaga apakah mereka akan membuat perternakan di sini, sungguh sungguh sangat konyol.” Ucap Alice kesal.


Alice menyusuri semua ruangan dan melihat gadis-gadis itu, mereka semua menunduk. Ada pula yang masih berlinang air matanya dan duduk di pinggiran kasur, ada pula yang hanya diam memperhatikan kukunya sendiri.

__ADS_1


Alice memasuki sebuah ruangan di sana ternyata ada sebuah kamar mandi yang luas tanpa sekat. Hanya terdapat 10 shower di sisi kiri dan 10 shower disisi kanan. Di setiap bawah pancuran shower terdapat rak sabun dan shampoo yang terbuat dari batu. Sabun dan shampoo sudah terisi penuh.


“Wow, ini layaknya seperti sebuah asama militer saja.” Gerutu Alice lagi.


Kemudian gadis itu pergi ke sisi lainnya dan terdapat sebuah meja dan kursi panjang dan luas seperti kantin pada umunya.


“Mereka benar-benar seperti tempat penampungan.” Ucap Alice kesal.


Alice pergi kembali keruang tidur itu dan memperhatikan gadis-gadis di sana dan mencoba menggali infoormasi.


“Apa yang kalian ketahui? Apa yang harus kita lakukan disini?” Tanya Alice mulai mengintrogasi.


“Kita akan di jadikan budak S*ek tentu saja. Mereka memilih kita seperti memilih barang belanjaan online. Yang terpilih di suruh melayani dan kemudian setelah itu kau di beri makan enak dan pakaian indah.” Ucap salah seorang wanita disana.


“Jika tidak mau?” Tanya Alice.


“Jika kau tidak mau siap-siap saja akan di berikan kepada pria yang berjaga di luar dan mereka semua akan bergiliran menikmatimu selama dua hari penuh.” Ucap gadis itu.


“Begitu juga jika kau ingin mengakhiri hidupmu disini. Semua ruangan disini memiliki cctv, jadi jangan harap kau bisa mati dengan tenang. Mereka akan langsung menangkapmu atau menyelamatkanmu dahulu, kemudian kau akan di berikan kepada anjing di depan itu untuk dinikmati selama dua hari penuh.” Lanjut gadis itu lagi.


“Kami hanya berharap kami tidak terlalu berharga hingga di abaikan saja dan tidak terpilih.” Ucapnya dengan sendu.


“Mereka semua benar-benar bukan manusia.” Kesal Alice.


“Lalu apa kalian tahu siapa yang mengendalikan ini semua?” Tanya Alice.

__ADS_1


“Aku hanya tahu Bima, Banyu merupakan orang mereka. Yang paling tahu itu semua adalah Bintang. Karena gadis itu yang berhubungan langsung dengan ‘Bos Besar’. Aku hanya pernah mendengar itu berhubungan dengan pemilik perusahaan property dan stasiun media di Negara X. Tapi aku tidak tahu siapa tepatnya.” Ucap gadis itu lagi.


Bersambung....


__ADS_2