JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Awal permulaan4


__ADS_3

Alice berjalan bersisian dengan Anton sambil bergandengan tangan. Setelah kejadian ciuman di ruang tamu, kedua orang itu tersipu malu. Untunglah segera datang pelayan rumah yang memberitahu bahwa kamar Alice sudah selesai di siapkan. Jadilah Anton dan Alice tertawa setelah kecanggungan itu. Anton mengantar Alice sampai di depan kamar wanita itu yang berada tepat di sebrang kamarnya.


“Masuklah..” Ucap Anton kepada Alice dan melepaskan genggaman tangannya kepada gadis itu.


“Tidak masuk dahulu?” Tanya Alice menawarkan. Karena bagaimanapun ini adalah property milik keluarganya.


“Tidak, kau tahu, jika aku masuk sudah pasti banyak hal yang bisa aku lakukan semalaman yang akan membuat mu sibuk dan melupakan tugas mu. Lain kali saja. Aku sedang tidak bisa mengontrol saudara ku.. Jika terus berada di dekat mu aku pasti akan langsung menerkam mu,  tapi jika kau tidak keberatan dan mengundang ku, aku akan melayani mu.” Ucap Anton sambil menggoda kekasihnya itu. Wajah Alice sudah bersemu semerah tomat dan membelalakan matanya saat mendengarkan ucapan Anton yang menggodanya.


“ Apa? Tidak.. sana pergi..” Usir Alice dan menutup pintunya. Anton yang melihat respon kekasihnya tertawa terbahak-bahak dari balik pintu Alice dan berjalan memasuki kamarnya.


Alice mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi sebuah nomer ponsel dengan id Roy.


“Halo Al..” Ucap suara di sebrang sana.


“Kak, besok malam aku akan mengadakan acara pertunangan. Di Hotel Del Luna, jika kakak ada waktu bisakah kakak datang?” Tanya Alice ragu-ragu.


“Apa? Secepat itu? apa terjadi sesuatu Alice? Aku bahkan tidak tahu kau memiliki kekasih.” Ucap Roy sedikit terkejut.


“Hemm begitulah kak.” Ucap Alice malu dan tersipu, meski jelas Roy tidak dapat melihat raut wajahnya sekarang.


“Baiklah, aku akan datang.. Selamat untuk mu..” Ucap Roy dan menyambut ajakan Alice itu.


“Baiklah kak sudah dahulu.. aku akan menghubungi Juna dan Galih.” Ucap Alice dan akan mengakhiri teleponnya.


“Tidak perlu kau telepon mereka, Aku akan loud speaker saja.” Ucap Roy akhirnya dan menyalakan speaker di ponselnya dan di taruh di atas meja.


“Alice..” Ucap Roy menunjuk kepada ponselnya dan memberitahukan kepada Juna dan Galih.


“Ahh apakah mereka sedang bersama mu kak?” Tanya Alice lagi.


“Ya.. mereka mendengarkan mu.” Ucap Roy.

__ADS_1


“Halo Al..” Ucap Juna.


“Hai Al.. mencari ku?” Ucap Galih bersamaan dengan Juna.


“Hai.. emhh aku ingin mengundang kalian, mungkin ini agak mendadak. Besok malam aku akan mengadakan acara lamaran. Jika kalian berkenan untuk hadir, mohon datang dan aku meminta restu dari kalian. Bagaimanapun aku menganggap kalian sebagai keluarga ku.” Ucap Alice akhirnya. Galih yang mendengar itu sedikit terkejut dan terpaku pada lamunannya.


“Ahh.. ohh.. tentu saja aku akan datang.” Ucap Juna. Juna melihat Galih yang terpaku setelah mendengarkan ucapan Alice. Juna menyenggol lengan Galih agar pria itu sadar dari lamunannya.


“Ahh… okey.. selamat untuk mu.” Ucap Galih akhirnya.


“Baiklah kalau begitu, aku sudahi dahulu ya kak.. Terima kasih untuk semuanya.” Ucap Alice dan menutup pangilan teleponnya.


Setelah mengakhiri panggilan itu, Alice mencoba menghubungi suster Salsa dan mengundang suster itu untuk acara lamarannya besok malam. Suster bahagia untuknya dan akan datang, karena sebelumnya Lidia juga baru saja menghubunginya untuk mengundangnya juga.


Setelah selesai bertelepon dengan suster Salsa dan melepas rindu, Alice memutuskan akan menelepon Maya dan mengundang gadis itu.


“Halo Maya..” Ucap Alice saat panggilan telah tersambung.


“Aku ingin mengundang mu di acara lamaran ku besok malam di Hotel Del Luna. Jika kau memiliki waktu senggang aku mengharapkan kehadiran mu, bagaimanapun kau adalah rekan kerja ku yang terdekat selama ini.” Ucap Alice.


“Baik Bu.. saya akan datang menghadirinya.” Ucap Maya.


“Baiklah kalau begitu.. Terima kasih untuk selama ini ya Maya.” Ucap Alice kemudian menutup panggilannya.


“Hmmm terima kasih untuk apa?” Maya yang bingung dengan ucapan Alice, pasalnya wanita itu tidak melakukan sesuatu untuk membantu Alice. Tapi tentu saja ucapannya tidak dapat di dengar oleh Alice, karena gadis itu telah menutup panggilan teleponnya tanpa mendengarkan balasan jawaban dari Maya.


Setelah melakukan panggilan terakhir dengan Maya, Alice memutuskan untuk ke kamar mandi membersihkan dirinya. Sebelumnya dia sempat khawatir tidak memiliki pakaian tidur atau bahkan pakaian ganti. Namun ternyata di dalam lemari di kamar itu terdapat dua setel pakaian tidur dan dua dress beserta pakaian dalamnya. Semuanya tampak baru, Alice sedikit bingung sejak kapan mereka menyiapkan ini, namun Alice tidak mengambil pusing. Gadis itu mengambil satu setel baju tidur beserta pakaian dalamnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya mengenakan piama, gadis itu duduk di ranjang. Alice kembali menerawang kembali saat-saat pertama kali bertemu dengan Anton, kemudian pertemuan pertamanya dengan K, bayangan-banyangan itu bermunculan saling berganti hingga pernyataan cinta oleh Anton tadi saat di ruang keluarga. Gadis itu tersenyum dan tersipu merah. Gadis itu merasakan bahagia yang amat membuncah di dalam hatinya.


Meski dia yakin, ini adalah awal untuk hubungannya dan awal perjalanan cinta mereka. Gadis itu yakin, bagaimana pun dia harus kembali mengingat bagaimana moment-moment ini pernah berlangsung. Hingga jika suatu saat mereka terjatuh akibat sebuah batu krikil, mereka dapat bangkit berdiri dan kembali untuk berjalan bersama bergandenggan tangan kembali. Itu adalah harapannya.

__ADS_1


Alice memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mulai memejamkan matanya. Gadis itu terlelap begitu saja karena kelelahan.


***


Keesokan paginya.


Setelah selesai mandi, Alice bergegas ke bawah menuju ruang makan untuk sarapan bersama. Saat sampai di ruang makan, Alice di kejutkan dengan keberdaan kedua kakak ipar Anton beserta para suaminya. Suasana di ruangan itu ramai dan hangat.


“Pagi Alice..” Sapa  Amanda Loise. Semua orang yang ada di kursi sedang mengobrol langsung mengalihkan pandangannya melihat ke arah pintu yang memperlihatkan Alice berdiri di sana.


“Pagi semua..” Sapa Alice kepada semuanya. Semua yang duduk di kursi menganggukkan kepalanya tanda menerima salam darinya.


“Pagi Nak, masuklah.. kita sarapan bersama.” Ucap Lidia hangat. Lidia mendekai Alice dan membawanya duduk di samping Anton.


“Pagi sayang ku.” Ucap Anton manis. Alice yang di panggil sayang di depan semua anggota keluarga Anton tersipu malu.


“Aihh manisnya.. bisakah kita skip saja ke romantisan ini. Perutku sudah lapar.” Goda Sisilia Pratiwi.


“Kau memang selalu senang menggoda kekasih Anton.” Ucap Axel suaminya.


“Habis manis sekali.. sudah lama kau juga tidak bermanis-manis seperti itu sayang.. aku jadi sedikit iri.” Ucap Sisilia menggoda suaminya.


“Ahh baiklah, maafkan kesibukan ku selama ini. Lain kali aku akan lebih memperhatikan mu lagi.” Ucap Axel dan mengecup kening istrinya itu.


“Apa kau juga mau menunjukkan keromantisan kita? Agar calon pasangan itu sedikit iri dan ingin mempercepat pernikahan?” Goda Amanda kepada suaminya Alious.


“Tentu saja..” Ucap Alious dan mencium bibir istrinya manis.


“Ohh astaga kalian.. tidak bisakah bermesraan di tempat lain.. aku akan menyusul kalian okey..” Ucap Anton akhirnya, Alice yang mendengar itu tersipu malu. Semua orang yang berada di sana tertawa dan tersenyum dengan tingkah Anton.


“Baguslah aku senang jika semua keluarga memiliki hubungan yang rukun. Aku berbahagia untuk kalian semua.” Ucap Bram akhirnya melihat kebahagiaan di dalam keluarganya yang harmonis.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2