JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Haruskah aku percaya?


__ADS_3

Beberapa minggu setelah kejadian foto dan video Alice yang beredar luas.


"Sayang.. Aku menemukan keberadaan gadis itu.." Ucap Boy saat Belinda datang berkunjung ke tempat kerja kekasihnya itu.


"Benarkah? Dimana dia?" Tabya Belinda Antusias.


"Dua berada di negara A. Dia merupakan seorang gadis pemilik sebuah toko bunga." Ucap Boy sambil memuntir memainkan ujung rambut Belinda.


"Benarkah!! Kalau begitu celat selesaikan wanita itu jangan biarkan dia lolos, kau harus berhasil!" Ucap Belinda dingin.


"Tentu saja sayang.. Aku akan datang ke negara itu untuk melihat sendiri dia merwgang nyawa. Kau tidak perlu khawatir." Ucap Boy tenang.


'Selain itu aku bisa sedikit bermain dahulu dengan gadis itu.. Aku jadi tidak rugi bukan.' Batin pria itu.


"Bagus sayang.. Jika kau berhasil, aku akan menyerahkan kilang anggur di kota Z." Ucap Belinda berjanji.


"Wow.. Kau sangat murah hati sayang.. Baiklah aku akan berangkat siang ini.. Sebelum itu tenty saja aku harus melayani mu agar kau akan selalu merindukan ku." Ucap Boy menjijikan dan segera mengungkung Belinda di bawah tubuhnya.


***


"Haishh.. Aku sangat bosan.. Beberapa minggu ini hanya mengurus toko dan tidak melakukan apapun.. Gal.. Tidak adakah misi untuk ku?" Ucap Alice memelas.


"Untuk saat ini kita belum melakukan pergerakan lain. Kita harus memastikan semua media sudah melupakan mu dahulu. Akupun sama bosannya dengan mu.. Emhh dan aku telah menemukan seauatu yabg menarik mengenai identitas mu." Ucap Galih lagi yang membuat Aluce sedikit terkejut.


"Kau melakuakan pencarian? Bukankah sudah aku bilang untuk menghentikan pencarian itu!" Ucap Alice kesal.


"Maaf.. Aku hanya kebosanan tidak ada pekerjaan yang lain dan iseng mencari tahu kebenaran identitas mu." Ucap Galih lagi.


"Tidak perlu kau jelaskan aku sudah tahu siapa identitas ku." Ucap Alice cepat.


"Ha? Benarkah? Lalu mengapa kau tidak memberi tahu ku." Ucap Galih bingung.


"Al kau tahu siapa dirimu di negara X?" Tanya Galih bingung.


"Hmm.. Aku adalah anak orang tersohor di sana, lalu apa gunanya aku mendapatkan nama ku lagi, jika kedua orang tua ku dan bahkan nenek dan kakek ku tidak ada di sana." Ucap Alice cepat.

__ADS_1


"Hmm tapi kau tahu kan kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa." Ucap Galih lagi.


"Aku tahu.. Bahkan aku tahu siapa yang melakukan kecelakaan itu." Ucap Alice dingin dan mengeratkan kedua tangannya emosi.


"Kau tahu bahwa paman angkat mu yang melakukan itu juga? Wahh aku bersusah payah tidak tidur nyenyak beberapa minggu ini untuk mendapatkan informasi dan ternyata kau sudah tahu duluan.. Kau benar-benar kejam." Ucap Galih menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Apa maksud mu?" Tanya Alice melebarkan bola matanya tidak mengerti ucapan pria itu.


"Ha? Jadi kau sevnarnya tahu apa tidak?" Tanya Galih jadi bingung dengan gadis di depannya ini.


"Bukankah kecelakaan orang tua ku karena sebuah mobil sport menabrak mereka dari arah depan dan mengakibatkan kematian." Ucap Alice dingin.


"Tidak sesederhana itu sepertinya Al.. Sebelum kejadian kecelakaan itu, ada beberapa berita yang mengatakan Tuan Lucifer meninggal akibat racun, dan tuan Erick juga sakit-sakitan karenanya. Bahkan pelayan di keluarga itu menghilang saat kejadian itu dan di temukan meninggal di rumah mereka masing-masing. Ada kecurigaan bahwa yang melakukannya adalah Belinda istri dari paman mu. Namun kecurigaan itu tidak memiliki bukti karena semua pelayan itu tiba-tiba mati mengenaskan."


"Dan terakhir adalah kecelakaan mobil yang terjadi oleh ayah dan ibu mu. Bahkan setelah pemakaman Fiktor langsung mengambil alih semua saham dan menutup semua media tentang keluarga mu, dan satu bulan kemudian ada informasi mengenai kematian mu. Bukankah itu terlalu sempurna untuk sebuah kebetulan?" Ucap Galih yang mendapat semua informasi entah dari mana.


"Kau mendapatkan informasi itu dari mana?" Tanya Alice penasaran.


"Emhh sebenarnya tidak mudah mendapatkan ini.. Kau tahu aku sedang menyelidiki kasus mu. Kemudian seseorang memberitahu ku ada orang lain yang juga menanyakan informasi sama beberapa waktu yang lalu. Dan itu adalah akun yang tidak bisa di lacak aku mencoba mempelajarinya dan kebetulan ada cctv saat pertemuan itu. Aku mengenali salah satu dari mereka dan itu adalah anggota dari Black Phanter."


"Bisa kau masuk lagi ke sistem mereka?" Tanya Alice penasaran.


"Sayangnya keamanan mereka langsung di tingkatkan secara drastis dan aku tidak bisa mencoba peruntungan ku lagi beberpa hari ini aku selalu gagal." Ucap Galih lagi sedikit kecewa.


"Emhh tapi saat aku mengetahui informasi itu aku langsung membuat data salinannya. Tunggu biar aku printkan." Ucap Galih dan membuka ponselnya dan segera memprint data yang di milikinya lewat print di kamar Alice.


Galih masuk ke kamar Alice dan kemudian kembali dengan beberapa berkas di tangannya.


"Ini semua sata yang berhasil aku miliki." Ucap Galih dan menyerahkan berkas itu.


"Apakah ada kemungkinan mereka sengaja melemahkan pertahannya agar kita melihat informasi ini?" Tanya Alice mulai ragu karena ini terlalu mudah.


"Kemungkinan itu selalu ada.. Namun bukankah akan lebih baik setidaknya kita jadi lebih mudah menyelidiki kenyataan yang ada di sana dari pada kita berputar-putar menggali di semua tempat? Setelah itu kita bisa menyelidiki kebenarannya." Ucap Galih.


"Baiklah aku akan coba melihat datanya dahulu." Ucap Alice dan fokus membaca berkas di tangannya itu.

__ADS_1


"Hmmm? Ini semua terlalu sama dengan kejadian yang aku ingat.. Tunggu bukankah ini rumah sakit di kota S?" Ucap Alice dan kemudian gadis itu mengingat seseorang yang dia kenal.


"Aku akan mencari tahu kebenarannya." Ucap Alice dan kemudian mengambil ponselnya dan mencari kontak di sana.


Alice menghubungi nomer seseorang di sana.


📞"Halo kak Nabila.. Aku Alice, apa kakak masih mengingat ku?" Tanya Alice di sebrang sana.


📞"Mmmm Alice.. Ahh.. Dik Alice.. Astaga aku hampir melupakan mu jika kau benar-benar tidak menghubungi ku.. Bagaimana kabar mu dan kekasih mu?" Tanya Nabila langsung berbicara ceria.


📞"Kabar aku baik kak.. Dan kabar dia juga baik." Ucap Alice menutupi keadaan sebenarnya. Bahkan saat ini dia tidak tahu bagaimana keadaan Anton sekarang.


📞"Kak.. Bolehkah aku menanyakan sesuatu kepada mu?" Tanya Alice sedikit ragu.


📞"Hmm tentu.. Ada apa?" Tanya Nabila bingung.


📞"Apakah kakak ingat pasien anak yang koma 10 tahun yang lalu?" Tanya Alice sedikit ragu.


📞"Ah.. Masalah itu, bukankah aku sudah memberitahukan kekasih mu mengenai kejadian itu?" Ucap Nabila.


📞"Maksud kakak?" Tanya Alice bingung.


📞"Kekasih mu dengan Widi datang meminta bantuan ku untuk memeriksa data seorang pasien dan kebetulan aku yang menangani pasien itu. Aku sudah menjelaskan secara rinci." Jelas Nabila.


📞"Namun yang membuat ku heran, data dari rumah sakit X menyatakan pasien plus(+) meninggal, padahal pasiennya ada di rumah sakit S namun dengan nama Putri di sini." Jelas Nabila mengingat kasus yang beberapa minggu lalu membuatnya sedikit pusing.


📞"Jadi semua data ini di dapatkan dari kakak?" Tanya Alice memastikan lagi.


📞"Hemm ya.. Tentu saja.. Sebenarnya ada apa Al?" Ucap Nabila bingung.


📞"Terima kasih kak atas informasinya.. Aku akan menjelaskan nanti kepada kakak." Ucap Alice dan mematikan panggilan teleponnya.


Alice meletakkan ponselnya dan melepaskan berkas-berkas di tangannya itu.


'Jadi benar selama ini Anton mencari kebenaran mengenai diri ku, bahkan dia pergi langsung ke kota S untuk memastikannya. Lalu bagaimana dengan kenyataan yang tertulis di berkas ini? Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku percaya?' Batin Alice yang mulai bingung dengan berkas di tangannya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2