JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Dalang Penyergapan


__ADS_3

Alice berangkat menuju RJP bersama dengan Galih, sedangkan Juna memilih berangkat sendiri menuju RJP setelah menunggu dokter selesai memeriksa Maya.


Galih dan Alice tiba di kantor RJP mereka segera masuk ke dalam ruangan kerja Roy. Pria itu tampak sedikit sibuk dengan ponsel di telinganya. Gerakan mengangkat satu jari telunjuk meminta waktu 1 menit untuk menyelesaikan panggilan teleponnya itu. Alice dan Maya mengangguk dan memilih duduk di sofa ruang kerja Roy.


"Maaf.." Ucap Roy saat panggilan telepon itu sudah selesai dan meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya.


"Tidak apa-apa.." Ucap Alice dan Galih bersamaan.


"Urusan kerjaan?" Tanya Galih penasaran.


"Bukan.. Huft.. Biasa masalah kencan buta.. Kalian tahu ini benar-benar sangat mengganggu ku." Keluh Roy sambil sedikit mengurut pangkal hidungnya pusing dan frustasi.


"Maka dari itu carilah segera pacar dan segera bawa kerumah orang tua mu. Kau pasti tidak akan di pasangkan dengan berbagai macam wanita lagi untuk berkencan buta." Ucap Galih sambil terkekeh geli.


"Jika aku memiliki kekasih, untuk apa aku repot-repot di paksa untuk kencan buta oleh ibu ku.. Lagi pula pekerjaan ku sangat banyak tidak ada waktu untuk ku berpacaran.." Ucap Roy membela dirinya.


"Hei.. Jangan jadikan pekerjaan sebagai alasan.. Kaunya saja yang tidak terlalu peka terhadap suatu hubungan." Kekeh Galih geli.


"Diam Kau!" Roy kesal dan melemparkan sebuah kotak tisu ke hadapan Galih. Galih dengan cepat menangkap kotak itu sebelum kotaknya mencium keningnya. Alice hanya diam dan tersenyum melihat tingkah kedua pria di depannya itu.


"Alice.. Bagaimana kabar mu? Kenapa tidak mengambil istirahat lebih banyak." Tanya Roy dan duduk di samping gadis itu.


"Aku sudah tidak apa-apa kak.. Tangan ku masih bisa di gerakkan meski rasanya sedikit tidak nyaman. Dokter sudah meresepkan obat anti nyeri dan semuanya akan baik-baik saja." Jelas Alice tidak ingin Roy mencemaskannya.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu.. Aku juga akan meminta dokter Arjun memberikan obat untuk menghilangkan bekas lukanya." Ucap Roy lagi dan mendapatkan anggukkan dari Alice.


Tok tok suara ketukan dari pintu luar ruang kerja Roy kemudian tidak berapa lama muncul Juna di balik pintu.


"Maaf lama.." Ucap pria itu dan berjalan masuk dan duduk di sofa di samping Galih.


"Okey kita sudah kumpul semua.. Ayo kita mulai rapat ini." Ucap Roy dan mereka mulai dengan memeberikan beberapa informasi yang sudah mereka dapatkan dan secara bergiliran menjelaskan materi yang mereka bawa sesuai divisi mereka masing-masing.


Hingga saat Alice dan Galih mendengar nama seseorang yang terdengar tidak asing yang di sebutkan oleh Juna yang membuat mereka mengerutkan keningnya dalam namun masih mendengarkan penjelasan dari Juna setelah Roy selesai menjelaskan materinya.


"Tapi untuk saat ini kami masih belum menemukan keterikatan antara nama ini dengan Alice." Ucap Galih di akhir kalimatnya.


Galih memandang Alice dalam, pria itu mengatakan dalam diamnya bolehkah dia memberikan informasi yang baru mereka dapatkan mengenai nama itu. Bagaimanapun ini akan berhubungan dengan kehidupan pribadi Alice, sehingga pria itu meminta persetujuan Alice terlebih dahulu.


Alice menganggukkan kepalanya setuju, gadis itu tidak masalah jika hal ini menyebar dan membeberkan identitasnya yang sesungguhnya.


"Apa? Bagaimana?" Tanya Roy dan Juna penasaran.


"Tunggu.." Ucap Juna dan mengambil ponselnya. Kemudian pria itu melangkah untuk mematikan lampu dan menayangkan sesuatu dari ponselnya yang menjadi proyektor.


"Namanya adalah Belinda Stary putri tunggal dari keluarga di kalangan sosialita namun perusahaan keluarga Stary saat ini sedang buruk. Dia juga merupakan istri dari Fiktor Baskoro dan pria yang kita dapatkan namanya adalah Boy kekasih gelap dari wanita itu yang merupakan otak dari penculikan dan perencanaan pembunuhan untuk Alice kemarin malam." Jelas Galih. Namun Juna dan Galih mengerutkan dahinya tidak mengerti.


"Sampai saat ini aku masih belum menemukan motif dari wanita itu kepada Alice. Karena mereka sama sekali tidak memiliki keterikatan apapun. Bahkan tidak oernah ada pertemuan secara sengaja ataupun tidak sengaja." Ucap Juna memotong, dan Galih mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Benang lurusnya adalah.. Alice merupakan keponakan mereka yang nama aslinya adalah Adeliana Fransisca Baskoro yang mereka anggap telah meninggal 10tahun yang lalu.. Motifnya adalah mereka takut Alice adalah benar-benar keponakan mereka sehingga mereka ingin melenyapkannya sebelum bagian interen mereka mulai mempertanyakan hal itu." Ucap Galih tenang yang malah membuat Juna dan Roy membelelakan matanya tidak percaya.


"Okey aku akan membahas ini nanti.. Intinya wanita itu Belinda Stary memiliki motif dan dapat di pastikan memeang dia adalah otak dari penyergapan semalam. Bahkan suaminya mungkin terlibat dalam beberapa misi terakhir kita.. Penculikan dan perjualbelikan manusia dan prostitusi artis." Jelas Juna lagi.


"Apa?" Teriak Juna dan Galih bersamaan Alice hanya diam dan memperhatikan pembahasan dari Galih.


"Fiktor Baskoro merupan pemilik saham dari perusahan Little Star yang kita curigai sebagai 'Bos Besar'.. Aku menemukan salah satu bank yang di transfer oleh agensi ini ke no rekening Fiktor Baskoro meski dengan sembunyi-sembunyi. Nominalnya tidak sedikit. Bahkan saat acara pelelangan kemarin, no rekening si penerima biayanya adalah Fiktor! Namun kalian tahu aku tidak bisa menggunakan data ini untuk melakukan penyergapan dan penangkapannya. Karena aku mendapatkan informasi ini secara ilegal, aku menghack salah satu bank internasional yang aku curigai dan fiola! Tebakan ku benar."


"Jadi jika kita ingin menangkap 'Bos Besar' setidkanya kita memiliki bukti langsung terhadap pria itu." Jelas Galih lagi.


"Baiklah.. Aku mengerti.. Kita tidak bisa menggunakan informasi ini.. Karena ini dapat membahayakan mu, kita cari bukti lainnya yang mengarah ke pria licik itu.. Setidaknya saat ini kita jadi tahu bahwa pria yang selama ini kita incar 'Bos Besar' adalah Fiktor Baskoro." Ucap Roy akhirnyabmengambil kesimpulan.


"Lakukan pencarian informasi dan bukti secara legal agar kita bisa segera menyergap dan menangkap pria licik itu!" Perintah Roy dan diangguki oleh ketiga orang yang ada di ruangan itu.


"Ini adalah materi mengenai Alice dan keluarga besar Baskoro.." Ucap Galih dan memberikan berkas hasil printnya menggunakan printer di ruangan Roy kepada Roy dan juga Juna.


Kedua pria itu dengan tenang membaca semua materi dan pembahasan yang sudah di ketahui Galih dan Alice sebelumnya.


"Alice.. Kau tidak apa-apa?" Tanya Roy yang sedikit khawatir setelag membaca berkas milik Alice. Bahkan pria itu sedikit khawatir saat kenyataan demi kenyataan itu mulai terungkap.


"Aku tidak apa-apa kak.." Ucap Alice memperlihatkan senyumnya yang indah.


"Kau selalu memiliki kami Al.. Siapapun nama yang kau miliki, kau tetap adalah adik kesayangan ku." Ucap Roy dan memeluk Alice erat.

__ADS_1


"Terima kasih kak." Ucap Alice dan mengeratkan juga pelukannya.


Bersambung....


__ADS_2