JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Misi Baru lagi


__ADS_3

Disisi lain siang itu.. Alice memasuki kantor utama RJP.


“Maaf aku terlambat..” Ucap Alice kepada ketiga orang di depannya itu.


"Tak masalah.” Ucap Roy, dan Juna menganggukkan kepalanya. Galih masih sibuk berkutat dengan segala perangkat kerjanya di depan layar besarnya itu.


“Oke selesai.” Ucap Galih kemudian memprint sebuah berkas dan memberikannya kepada Roy, Juna, Alice dan dirinya memegang satu


berkas dan sebuah tablet di tangannya juga.


“Oke kita mulai saja.” Ucap Roy memberikan intruksi.


“Baiklah, aku mulai dahulu. Beberapa hari yang lalu aku sudah memulangkan para tawanan ke keluarganya masing-masing, mereka semua aman dan tidak memiliki sesuatu yang perlu di cemaskan. Selain itu aku juga menaruh mata-mata untuk menjaga mereka sementara waktu. Sehingga aku putuskan untuk menarik kembali semua penjagaan itu karena semuanya sudah aman, namun tadi malam terjadi sesuatu di kediaman Jessy. Jessy di serang di dalam kontrakkannya di kota S di negara B, untungnya penjagaan segera sigap dalam menangani penyusup itu. Jessy terluka di bagian perut, namun tidak membahayakan nyawanya karena mendapatkan pertolongan dengan segera. Tiga orang penyusup itu tidak bisa di introgasi, 2 ma*ti di tempat akibat adu temb*akan, satunya lagi memilih meng*akhiri dirinya sendiri dari pada tertangkap.” Jelas Juna. Alice yang baru mendengar perkembangan kasus itu membelalakan matanya saat mendengar kabar itu. Namun dia tidak berani bicara apapun, karna dia yakin Juna masih memiliki informasi lanjutan.


“Di dalam kontrakan itu Jessy hidup bersama Adiknya. Selama kehilangan kontak dengan Jessy, adiknya tidak pernah pindah dari kontrakkan itu karena khawatir jika kakaknya tidak akan bisa menemukannya. Dan keputusan yang tepat bagi adiknya itu, dia bisa bertemu kembali dengan Jessy. Namun sekarang itu malah yang menjadi ketidak beruntungan untuk kita, karena aku khawatir target selanjutnya adalah adiknya Jessy. Aku berpikir mungkin Jessy memiliki sesuatu hal sehingga dia di targetkan juga oleh ‘Bos Besar’ itu. Karena selama ini para tawanan yang lainnya tidak pernah ada penyusup yang mendatangi mereka.” Jelas Juna.


“Dan aku sudah memeriksa semua data dari pada penyusup itu. Mereka merupakan salah satu dari genk mafia yang ada di kota S di negara B yang berbatasan dengan negara X. Jessy sudah sadar, dan dia mengaku tidak tahu apa yang sedang di incar oleh bos besar itu terhadap dirinya, dan kita masih menyelidikinya. Kita tidak perlu kahwatir, kita bisa menjaga ketat Jessy dengan penjagaan kita. Namun masalah yang baru adalah, bagaimana jika adiknya Jessy mereka gunakan untuk umpan memancing Jessy keluar dari penjagaan kita. Tentu saja itu malah akan menjadi masalah baru untuk kita. Sedangkan kita tidak bisa mengamankan adiknya Jessy sebagai saksi, karena dia benar-benar warga sipil biasa dan tidak tahu-menahu mengenai kasus ini. kita juga tidak bisa menjelaskan kepadanya.” Sambung Galih.


“Jadi kami memutuskan memberikan adiknya Jessy penjagaan untuk sementara waktu. Apabila kau muncul sebagai orang asing tentu saja dia past akan curiga. Namun jika kau muncul sebagai teman sekolahnya dan mencari tempat tinggal mungkin itu akan lebih memudahkan mu untuk selalu berada di sisinya.” Ucap Roy.


“”Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Alice.


“Kau akan menyamar sebagai Laila usia 18 tahun kelas tiga Sekolah Menengah Atas yang baru saja pindah karena suatu hal.” Jelas Roy lagi.


“Apa itu mungkin?” Tanya Alice bingung untuk menyamar sebagai anak sekolahan.

__ADS_1


“Kau pasti bisa, wajahmu tidak setua itu tentu saja. Yang pasti kau harus bisa membuat gadis ini mau menerima mu untuk tinggal di rumahnya.” Jelas Roy lagi.


“Ah ya,, nanti kau akan di tugaskan dengan Maya lagi. Dia akan menjadi dokter di sekolah. Dan kita masih belum mendapatkan informasi janggal apapun data dari Maya, dia terlalu bersih. Tapi aku pastikan dia tidak akan membahayakan mu untuk saat ini.” Ucap Galih.


“Tapi tunggu.. aku jadi murid sekolah menengah atas? Yang benar saja kak.. apakah tidak ada yang lain? Misalnya jadi guru atau apapun itu?” Tanya Alice cemas.


“Tidak bisa, jika kau sebagai guru atau apapun, gadis kecil itu pasti tidak akan memberikan akses ke rumahnya, kau akan di anggap orang asing. Sedangkan jika kau adalah teman sekolahnya, teman sekelasnya, atau bahkan kau akan menjadi sahabatnya, ada kemungkinan kau akan bisa selalu bersamanya kemanapun gadis kecil itu pergi. Kau juga jadi bisa melindunginya.” Jelas Roy.


“Kau kan tahu Al, di sini tidak ada yang berwajah remaja selain kau. Sudah kau terima saja.” Ucap Juna dengan sedikit kekehan.


“Aku jadi ingin melihat kau mengenakan seragam sekolah lagi.” Canda Galih.


“Astaga kalian om om mesum.” Kesal Alice.


“Baiklah kak. Lalu siapa namanya?” Tanya Alice penasaran.


“Namanya Namira Azira siswi kelas tiga sekolah menengah atas. Ini dia fotonya.” Ucap Galih, menyodorkan beberapa foto yang memperlihatkan gadis manis yang mengenakan pakaian olahraga sedang berlari, dan beberapa foto gadis itu sedang bekerja sampingan di toko swalayan.


“Kau tentu saja tahu apa yang harus kau lakukan bukan?” Tanya Roy memastikan.


“Tentu kak.” Ucap Alice yakin. Namun setelah ucapan itu gadis itu malah ragu, bagaimana dia bisa menjelaskan semua ini kepada Anton. Sedangkan pria itu tidak mengetahui pekerjan Alice yang sebenarnya. Selain akan membahayakan Anton, itu juga akan membahayakan keluarga lainnya yang sudah sangat menerimanya masuk kedalam keluarga itu dengan hangat.


“Ada apa Al?” Tanya Galih yang melihat Alice termenung dengan lamunannya sendiri.


“Tidak ada kak. Aku tidak apa-apa.” Ucap Alice.

__ADS_1


“Baiklah aku akan kembali mempersiapkan semuanya dahulu.” Ucap Roy dan meninggalkan ruang kerja Galih.


“Aku juga akan melakukan sesuatu dahulu.” Ucap Juna juga pamit meninggalkan ruangan itu.


“Aku akan balik ke ruangan ku dahulu.” Ucap Alice. Namun tangan gadis itu di cekal dengan cepat oleh Galih saat gadis itu akan beranjak dari kursinya.


“Tunggu. Aku masih ada yang perlu aku bicarakan dengan mu.” Ucap Galih.


“Ahh.. ada apa?” Tanya Alice bingung.


“Cincin di tangan mu.. apakah kau sudah memiliki seseorang yang penting bagi dirimu?” Tanya Galih.


“….” Alice tidak berbicara apapun dia hanya diam dan memandangi cincin yang dia kenakan.


“Apakah itu alasan mu menjauhi dan menghindari ku selama ini Al?” Tanya pria itu lagi.


“Tidak bukan seperti itu… Akuu…” Alice kemudian terdiam.


“Atau karena kejadian penyekapan mu di pulau tak bernama itu?” Tebak Galih lagi.


“Gal kau terlalu banyak berpikir.” Alice memotong ucapan Galih.


“Aku benarkan Al, telah terjadi sesuatu di sana. Al aku tidak mempermasalahkan apapun yang telah terjadi saat itu, bahkan jika kau sekarang sedang berhubungan dengan orang lain aku juga tidak akan mempermasalahkannya. Tapi bisakah kita seperti dahulu lagi? Aku akan selalu ada untuk mu. Kamu menjadi sahabat terbaikku. Izinkan aku selalu di sisi mu, jangan menghindari ku Al. karena itu jauh lebih menyakitkan dari semua ini.” Ucap Galih dengan serius sambil memandang wajah Alice.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2