
Alice mempersiapkan dirinya untuk acara peragaan busana nanti malam. Dia berharap misinya kali ini dapat berjalan dengan baik agar dia bisa fokus untuk menyelesaikan masalah pribadinya.
Malam haripun tiba, Rosa datang ke dalam kamar yang di tempati oleh Alice dan Maya.
"Kalian sudah siap?" Tanya wanita itu.
"Ya tentu saja kami siap." Ucap Alice dan Maya bersamaan membuat keduanya terkekeh geli.
"Baiklah kita berangkat sekarang ke gladak utama tempat acaranya di adakan." Ucap Rosa lagi dan di angguk Alice dan Maya bersamaan.
Alice dan Maya berjalan bersisian dengan Rosa menuju tempat acara itu di adakan. Alice melihat semua kru sedang sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing sehingga tampak berantakan kacau orang berada di mana-mana.
"Ahh kalian modelnya kan dari Little Star? kalian cepat segera berdiri di sana kita akan gladi resik." Ucap staf pria yang langsung menyuruh Alice dan Maya berdiri tepat di paling depan dengan model yang lainnya.
"Ingat posisi kalian jangan sampai lupa." Ucap staf itu lagi mengingatkan, dan kemudian mengatur beberapa arahan lainnya.
Setelah melakukan gladi resik sebentar, mereka satu persatu masuk ke dalam ruang ganti untuk make up, merapihkan rambut dan mengenakan pakaian yang akan mereka tampilkan, semuanya bergerak antusias.
Jika yang telah selesai, mereka memilih keluar dari ruangan itu dan berjalan ke belakang panggung untuk menanti dan duduk di sana sambil berbincang di belakang panggung.
Alice dan Maya masih menanti giliran mereka untuk makeup, mereka menghabiskan waktu dengan sesekali berbincang dengan sesama model lainnya.
Ada total 20an model di sini yang merupakan model utama dan 5 model cadangan jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
"Zara Cyn.. sini giliran yey.." Ucap Siska pria penatarias kemayu itu. Alice berjalan dan duduk tepat di depan meja rias.
__ADS_1
"Nahh begindang dong.. wajah yey jauh lebih cerah dan bercahaya. Eike jadi gak perlu banyak tancap-tancap." Ucapnya lalu dengan lihainya menyapukan kuas dan segala perlengkapannya ke wajah Alice agar membuat gadis itu tampak lebih bersinar dan cantik malam ini.
Setelah selesai, kini giliran Maya untuk makeup dan Alice merapihkan tatanan rambutnya dengan seorang profesional lainnya. Setelah itu dia di bantu penata busana untuk memakaikan sebuah pakaian musim panas yang menawan di tubuh gadis cantik itu.
"Oke semuanya selesai. Kau bisa menunggu di belakang panggung, sebentar lagi acara pasti akan di mulai." Ucap wanita itu yang melihat semua model peragaan busana telah selsai dengan makeup,rambut dan pakaian mereka masing-masing. Kini jam juga menunjukkan pukul 9 malam di mana acara peragaan itu akan di laksanakan sebentar lagi.
"Apakah kau gugup?" Tanya Maya setelah gadis itu selesai dan duduk di samping Alice di belakang panggung.
"Hemm ya tentu saja bagaimanapun ini pekerjaan yang tidak mudah." Ucap Alice khawatir jika dirinya akan melakukan kesalahan.
"Tenanglah kau akan baik-baik saja. Kau pintar dan cerdas dalam segala hal." Ucap Maya menenangkan Alice.
"Terima kasih. Apakah kau tidak khawatir?" Tanya Alice balik.
"Tentu saja aku khawatir dan gugup. Tapi bagaimanapun kita akan menyelesaikan sesi ini aku hanya bisa berdoa dan menjalaninya saja. Tidak perlu sampai di buat stres, pekerjaan asli kita yang malah perlu membuat banyak pertimbangan dan perencanaan yang matang." Ucap Maya yang kembali dapat mencairkan suasana membuat gadis itu jadi melupakan ketegangannya.
"Baiklah.. hadirin sekalian mari kita buka acara yang kita nanti-nantikan peragaan busana Victori Butik dengan tema summer.." Ucap sang pembawa acara yang menandakan ini adalah saatnya untuk mereka menampilkan pakaian yang mereka kenakan.
"Waktunya pertunjukkan." Ucap Maya dan bersiap-siap Alice tersenyum dan mengangguk.
Model yang harusnya keluar pertama keluar di awal dan beberapa model berjalan masuk berurutan hingga di puncak acara adalan peragaan busana yang Alice kenakan. Semua mata tertuju kepada Alice dan pakaian yang dia kenakan semua orang terpesona oleh setiap gerak gerik dan pose gadis itu di atas panggung, beberapa orang bahakan lupa caranya berkedip saking terpesona dengan tatanan makeup dan hairstyle dan pakaian yang di pertunjukannya.
Tanpa Alice sadari bahwa seseorang mengintip dari arah tersembunyi memperhatikannya dari kejauhan betapa mengagumkannya gadis itu saat di atas panggung.
Kemudian Alice kembali lagi masuk ke dalam dan dengan kecepatan yang tinggi penata busana itu menggantikan baju yang di kenakan Alice dengan busana lainnya. Sambil menunggu Alice selesai, model yang lainnya sudah bersiap untuk keluar satu persatu lagi untuk menampilkan gaya pakaian mereka yang berbeda dari yang sebelumnya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan semuanya, Alice kembali lagi berjalan ke arah catwalk dan memamerkan pakaian yang di kenakan dan berlenggak-lenggok dan berpose di tempat yang sudah di tentukan. Dan acara puncaknya adalah Alice menyambut langsung perancang busana yang merancang pakaian yang Alice kenakan dan memberikannya langsung sebuah buket bunga untuk seorang perancang pria itu.
Pria itu bernama Victo dan merupakan pemilik sekaligus perancang busana di Victori Butik. Semua mata tertuju kepada perancangan muda itu namun mata seorang pria yang mengintip dari balik tembok hanya tertuju kepada gadis cantik yang sedang berdiri di samping pria berjas itu.
"Sepertinya kau baik-baik saja. Aku sangat senang.. sungguh aku sangat senang melihatmu baik-baik saja." Ucap pria itu pelan. Namun entah firasat apa, Alice langsung melihat sekelilingnya sepertinya ada seseorang yang memperhatikannya.
'Baiklah mungkin ini hanya perasaan ku saja.' Batin Alice mengatakan perasaan yang dia rasakan terasa familiar yang menghangatkan hatinya namun kini hati ini telah kembali dingin.
Alice dan Maya menyelesaikan tugasnya hingga selesai, kemudian tepat pukul 12.00 malam mereka semua telah selesai menyelenggarakan acara peragaan busana itu.
Alice dan Maya sedang membersihkan makeup mereka dan sudah mengganti pakaian awal mereka. Tiba-tiba seseorang pria mendekati mereka berdua dari arah belakang.
"Nona Zara dan Hanum, kalian di minta jangan pulang dahulu ada beberapa hal yang akan di diskusikan dengan kalian." Ucap pria itu membuat Alice dan Maya bingung sejenak dan kemudian mengangguk tanda mengerti.
Saat semua staf dan model lainnya sudah pergi meninggalkan tempat itu, ternyata tidak hanya mereka berdua saja yang di minta menunggu namun ada 5 model lainnya yang di minta menunggu.
"Emhh apakah kalian tahu ini mengenai apa?" Tanya Alice kepada salah satu dari kelima model yang lainnya.
"Aku juga tidak mengerti. aku berpikir aku telah melakukan semuanya dengan baik." Ucap wanita itu sedikit khawatir akan kesalahan yang mungkin dia perbuat saat peragaan busana tadi.
"Sebaiknya kita melihat dan menanti saja." Ucap salah satu model yang lainnya.
Tiba-tiba staf pria yang tadi berpakaian serba hitam dengan tubuh tegap yang menghampiri Alice itu datang lagi dan menghampiri mereka semua.
"Maaf membuat kalian menunggu. Bos mengadakan pesta kecil untuk kalian dan para petinggi. Silahkan kalian ikut saya." Ucap pria itu dingin dan menunjukkan jalan untuk mereka.
__ADS_1
Alice, Maya dan kelima model lainnya mengikuti pria itu meski ada rasa enggan pergi di hati kecil mereka.
Bersambung....