
Sedangkan di dalam Aula Perjamuan.
Anton sedang berbincang dengan Roy dan juga Juna. Tiba-tiba seorang pria berpakaian jas hitam menghampiri Anton dengan wajah cemas dan terburu-buru, kemudian pria itu membisikkan sesuatu di telinga Anton.
"Apa! Tidak mungkin! Alice berada di dalam kamar kami." Ucap Anton tidak percaya dan dengan cepat pria itu lari menuju arah lift dan menaiki lift menuju lantai kamar pengantin mereka.
Anton dengan cepat berlari hingga sampai tepat di depan kamar mereka. Anton mengedor gedor pintu kasar namun tidak ada sahutan dari dalam. Dengan gerakan cepat Anton mengingat dia memiliki kunci cadangan dan dengan cepat membuka pintu kamar itu dan berlari masuk kedalam kamar.
Anton berlari menuju kamar mandi dan bahkan menuju kasur namun Alice memang tidak di temukan dimanapun.
"Sialan! Berani-beraninya mereka! Siapa mereka! Cepat semalatkan Alice! Kerahkan semua anak buah untuk menangkap mereka hidup-hidup! Aku ingin menyiksa mereka semua secara perlahan!" Anton tampak menahan emosinya berbagai perasaan membuatnya emosi. Rasa khawatir kepada Alice dan janinnya, Marah karena tidak bisa menjaga istrinya dan bahkan kesal karena kebodohannya meninggalkan Alice sendirian.
"Ada apa? Kenapa dengan Allice?" Tanya Roy dan Juna secara bersamaan. Saat melihat Anton yang panik dan berlari entah kenapa membuat Roy dan Juna juga refleks mengikuti pria itu.
"Alice diculik.. Kini mereka ada di parkiran basement." Jawab Anton singkat.
Dengan cepat dan sigap Anton berlari keluar dari ruangan kamar pengantin itu dan memasuki lift menuju lantai basement diikuti oleh Roy dan juga Juna.
Ting.. Pintu lift terbuka saat mereka sudah sampai di lantai basement. Namun belum sempat mereka melangkah keluar dari lift, tiba-tiba terdengar desingan peluru dan kemudian bunyi baja yang saling bertabrakan membuat kebisingan yang memekakkan telinga.
"Ayo bergerak ada yang tidak beres." Ujar Anton dan segera mendekati asal kebisingan itu.
"Apa yangbterjadi?" Tanya Anton saat melihat Alex sedang mengerahkan tim A, C dan D untuk mengejar mereka.
"Tuan.. Maaf saya lalai.. mereka berhasil menculik nyonya Alice." Ucap Alex menunduk dan merasa bersalah.
"Bukan salah mu.. Mereka yang terlalu licik." Ucalp Anton mencoba untuk tenang.
"Perintahkan tim H dan G untuk memblokir jalan perkiraan mereka akan pergi." Ucap Anton cepat.
"Suruh mereka membawa beton dan paku untuk menghalangi jalan mereka.. Aku akan meminta dari kepolisian setemoat untuk membantu proses menangkapan ini." Ucap Roy yang kini berbicara.
"Lakukan apa yang dikatakan Roy, Alex."
__ADS_1
"Baik Tuan.." Jawab Alex dan segera menyuruh tim H dan G untuk mempersiapkan semuanya di jalan yang telah di perkirakan dengan bantuan polisi dan tim keamanan setempat beserta anggota dari RJP yang berada di daerah yang terdekat dengan target.
"Siapkan mobil ku! Kita akan pergi!" Ucap Anton yakin.
"Baik Tuan.." Dengan sigap Alex membawa mibil dan dengan mobil Range Rover Vogue milik Anton.
Dengan kecepatan tinggi Alex mengendarai mobil itu sambil memabtau setiap pergerakan dari para anak buahnya.
"Tuan.. Mereka tiba-tiba menghilang di jalan kecil." Ucap Alex saat mendengar laporan dari anggota Tim yang di suruh mengejar ketiga mobil itu.
"Apa maksud mu menghilang?" Tanya Anton heran.
"Ketiga mobil itu berpencar dan ketiga tim kita juga berpencar mengikuti mereka, namun sepertinya mereka terlalu handal bersembunyi." Ucap Alex namun masih fokus mengendarai mobil itu.
"Sialan!" Rutuk Anton kesal.
Roy yang mendengar itu segera mengambil ponselnya dan segera mnghubungi ponsel Galih.
"Gal, kau dimana? Jangan dulu pulang. Minta ruangan tenang pada Naira. Aku punya pekerjaan urgen untuk mu sekarang!" Perintah Roy tegas.
Terdengar suara samar seorang gadis dari sebrang telepon itu, "Baiklah, ikut aku."
"Apa yang terjadi?" Tanya Galih heran.
"Alice di culik.. Aku akan memberitahu nomer plat mobil yang mereka gunakan cek di mana letak sebenarnya mobil mereka dan informasikan pergerakkannya." Ucap Roy tenang.
"Baik aku akan bergerak cepat dan segera memberi kalian info." Kata Galih dengan tegas dan yakin.
Roy mengakhiri panggilan teleponnya dan melihat kearah Anton yang duduk di samping pengemudi.
"Tenang.. Semua akan baik-baik saja." Ucap Roy mencoba menenangkan Anton.
"Ya.. Terima kasih Roy.."
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Juna mengirimkan sebuah lokasi terkini untuk mereka.
"Aku sudah mendapatkan lokasi, ayo kita pergi sekarang." Ucap Roy dan dengan cepat Alex mengendarai mobil dengan kecdpatan tinggi di bawah arahan Roy.
Beberapa saat kemudian mereka berhenti pada sebuah jalanan sepi.
"Mengapa tidaka da siapapun di sini?" Tanya Anton bingung.
"Ini tidak mungkin salah.. Galih bilang mereka akan segera sampai kesini.. Kau memiliki senjata?" Tanya Roy.
"Ada.. Alex.." Ucap Anton menggantung tapi Alex tahu apa yang di inginkan tuannya.
"Baik tuan.." Jawab Alex.
Alex dengan cepat membuka bagasi mobil dan disana terdapat sebuah peti yang terbuat dari baja dan saat di buka ternyata di dalamnya berisi puluhan senjata yang ada di dalamnya beserta amunisinya lengkap.
"Kalian bisa menggunakan apapun yang kalian inginkan." Ucap Alex dan membuka peti itu lebar agar Roy dan Juna mengambil senjata yang mereka inginkan.
"Baiklah siapakan senajata kalian." Ucap Roy dengan senyum yang mengembang saat senjata Desert Eagle sudah ada di tangannya.
Sedangkan Juna memilih Glock Meyer. Sedangkan Alex memilih senjata laras panjang Barrett M82 yang merupakan senapan semi-otomatis dan anti-material yang didesain dan dikembangkan oleh perusahaan Barrett Firearms Manufacturing.
Sedangkan Anton memilih dua pistol Desert Eagle Jenis senjata api ini buatan Israel, memiliki kemampuan daya tembak yang luar biasa. Dimana jika pistol pada umumnya hanya bisa menembus sasaran, namun berbeda dengan pistol ini. Desert Eagle mampu menembus target sekaligus membuat target hancur seketika.
Tidak lupa mereka juga mengambil beberapa stok Magasin yang cukup untuk cadangan di dalam sebuah tas selempang.. Tidak terlalu banyak karena lumayan berat jika terlalu banyak membawa dan sedikit merepotkan untuk bergerak.
"Sepertinya mereka akan segera tiba!" Seru Alex saat melihat mobil dari kejauhan mulai mendekat kearah mereka.
Paul sudah bersembunyi di tempat yang tertinggi dan leluasa untuk melihat sekitar. Sedangkan Juna dan Roy beserta Alex sudah bersiap-siap didalam mobil mereka yang memang sudah di desain untun tahan peluru dan guncangan.
Jika para lawan itu mencoba menembak ataupun menabrakan diri, yang ada mobil orang itulah yang akan hancur. Karena mobil Anton sudah di modifikasi sedemikian rupa memang untuk mencegah hal ini.
Dan benar saja, saat mobil lawan melihat mobil lain dari arah kejauhan sebuah mobil yang tidak di kenali oleh mereka terlebih lagi mobil Anton menghalangi jalan mereka, dengan kecepatan tinggi mereka langsung menginjak pedal gas dan menabrakan mobilnya ke samping mobil yang terparkir melintang itu.
__ADS_1
Brak!!
Bersambung....