
“Bagus.. kau mendapatkan barang yang bagus Bintang.” Ucap Pria itu. Saat melihat kedua mangsanya telah tergeletak di tanah tidak sadarkan diri.
“Tentu saja, aku ahli dalam memilih mangsa.” Ucap Bintang bangga.
“Ahh sepertinya ini gadis yang telah membuat Bima kesal. Wahh Bima pasti akan senang jika melihat dia.” Ucap pria itu.
“Sudahlah Banyu kau urus saja kedua wanita itu, kau sembunyikan saja dulu mereka ke dalam gudang itu. Nanti akan aku panggilkan Bima untuk membawa wanita-wanita itu ke Ibiza saat penjagaan sudah lengah.” Ucap Bintang dengan ketus.
“Baiklah. Lalu bagaimana dengan barang bawaan gadis itu.” Tanya Banyu.
“Tunggu..” Ucap Alice dan memeriksa tas bawaan Alice yang hanya terdiri dari ponsel, dompet, lipstick dan pulpen. Kemudian Bintang membuka tas Maya yang berisi dompet dan ponselnya.
“Sudah bawa juga barang-barang itu bersama mereka. Tidak ada barang berbahaya di dalam sana. Biar kita juga tidak meninggalkan barang bukti di sini.” Ucap Bintang memerintah.
“Lalu mau kau apakan ponsel mereka?” Tanya Banyu.
Bintang membuka ponsel Maya yang ada di tanggannya dan membuang sim cardnya ke dalam gorong-gorong yang hitam dan penuh dengan sampah itu, kemudian gadis itu melemparkan ponsel itu. Lalu dia mengambil ponsel Alice, dia mengeluarkan sim cardnya dan melemparkan simcard itu kedalam gorong-gorong yang hitam itu. Kemudian saat dia akan melemparkan ponsel milik Alice, dia membatalkannya.
“Sayang sekali ponsel sebagus ini jika berada di sana. Lebih pantas berada di dalam dompetku.” Ucap gadis itu dan tidak jadi membuang ponsel milik Alice ke dalam gorong-gorong itu.
__ADS_1
Gadis itu melihat Banyu menggendong Alice setelah menggendong Maya dan meletakkannya di dalam gudang terbengkalai itu. Bintang mengambil scarft dan kain yang ada di dalam tas Banyu kemudian mengikatnya dengan erat menutupkannya kemata Alice dan mulut Alice. Begitu juga dengan mata dan mulut Maya. Gadis itu kemudian mengikat tangan Alice kebelakang tubuhnya dan kaki Alice dengan menggunkan cable tie dan Mayapun mengalami hal yang sama.
Jam 02.00 AM Bintang menyuruh Bima menggambil para gadis dan menggendong mereka ke dalam rumah mereka. Bima sangat senang saat mengetahui ternyata adalah Alice gadis yang pernah membuat dia kehilangan kesabarannya saat gadis itu mencoba menerobos masuk kedalam rumahnya.
Matahari masuk menyinari ruangan itu memalui celah gorden yang sedikit terbuka. Alice tersadar dari pingsannya dan mencoba untuk bergerak, namun dia baru menyadarinya bahwa dia tidak dapat melihat sedikitpun. Padahal dia yakin dia telah membuka matanya lebar-lebar, selain itu dia merasa kedua tangannnya ternyata di ikat kebelakang tubuhnya dan di ikat kepada sebuah tiang sehingga tidak bisa bergerak dengan bebas selain itu dia juga merasa kakinya terikat oleh sesuatu.
Alice menggerak-gerakkan kepalanya kepada kepala tiang itu dan meloloskan kain yang menutupi matanya.
Alice melihat keselilingnya meski agak gelap namun cahaya matahari yang sedikit mengintip di celah gorden itu membuatnya sedikit bisa menyesuaikan matanya untuk melihat dan memperhatikan keadaan di dalam kamar itu. Maya duduk di samping kirinya dan ternyata ada seorang wanita yang diikat serupa dengannya di sebelah kanannya. Mereka duduk seperti mengelilingi tiang itu dengan punggung mereka.
Di ruangan itu tidak ada apa-apa, hanya sebuah nakas di samping gadis di sebelah kanannya. Alice terpaku pada sebuah tas di atas nakas, dia menyadarinya bahwa tas itu adalah tas miliknya dan tas milik Maya.
‘Hemm sepertinya benar. Mereka adalah komplotan penculikan gadis yang sedang terjadi akhir-akhir ini di kota M. Mereka tinggal di kota N untuk bersembunyi dan memudahkan mereka untuk bergerak. Aku harus melakukan sesuatu.’ Batin Alice.
“Ahh kau sudah bangun cantik.” Ucap pria itu yang tak lain adalah Bima.
“Wahh ternyata kau tidak sabar ya, sudah sangat ingin melihat wajah ku kah?” Ucapannya, terdengar menjengkelkan di telinga Alice.
“Aku sangat penasaran serta tertarik kepadamu dan ingin bertemu lagi denganmu. Aku kagum kau bersikeras ingin menerobos masuk kesini, dan lihat sekarang kau sudah masuk kesini namun kau menjadi salah satu gadis yang harus aku jual. Hemm sungguh sangat sayang sekali. Baiklah kau diam-diam saja di sini. Nanti malam kita akan pergi dari sini dan mencarikanmu tuan baru.” Lanjut pria itu dan akan pergi meninggalkan rungan itu, namun tiba-tiba seorang wanita dan pria masuk ke dalam ruangan itu bersamaan.
__ADS_1
“Hemm bagaimana ini? saat ini ada 3 wanita yang harus kita pindahkan, itu pasti akan sangat merepotkan. Biasanya kau hanya mengambil satu-satu. Kenapa sekarang malah mengambil banyak sekalian begini?” Keluh Banyu.
“Tak apa. Lagi pula aku mengambil gadis itu semalam dan malam ini rencananya akan kita kirim ke markas. Namun tadi saat aku akan pulang, aku melihat dua gadis itu sangat menarik jadi sekalian aku ambil saja.” Ucap Bintang. Wanita itu menculik seorang wanita sudah seperti layaknya mengambil sebuah barang saja.
“Ya memang, kualitas kedua gadis yang baru saja kau ambil memang benar-benar luar biasa.” Puji Bima.
“Kita menculik dan menyekap satu wanita saja kadang kecolongan dengan teriakan-teriakan mereka. Untung saja kita sudah membuat alibi sebelumnya. Sehingga warga sekitar tidak akan pernah curiga.” Ucap Banyu.
“Hahaha Bintang memang pintar sekali dalam berpura-pura gila. Bahkan aku sendiri sampai berfikir jika kau benar-benar memiliki gangguan jiwa Bintang.” Ucap Bima sambil tertawa.
“Kau saja yang gila. Aku memang pantas menjadi artis papan atas karena bakatku.” Ucap gadis itu.
“Baiklah kau memang seorang artis yang berbakat namun meski demikian kau tetap tidak terlalu terkenal, sehingga kau di panggil ke sini oleh bos besar untuk melakukan tugas ini. Bos besar di belakang layar pasti akan sangat bangga kepadamu.” Ucap Bima kepada Bintang.
“Kita tinggal menunggu bonus dan berfoya-foya. Kita akan meninggalkan tempat ini besok agar kita tidak ketahuan jika kita terlalu lama di suatu tempat. Dan kita akan mencari kota lainnya yang memiliki banyak wanita-wanita cantik namun bodoh.” Ucap Banyu dan di iyakan oleh Bintang dan Bima.
“Baiklah aku akan menelpon bos untuk memberitahukan masalah ini. Ohya sebelum itu buka penutup mata kedua gadis itu. Aku akan memfoto mereka bertiga untuk di beritahukan kepada bos besar.” Ucap Bintang menyuruh kedua pria itu. Banyu menyalakan lampu di ruangan itu dan membuka ikatan mata kedua gadis itu.
Bintang memotret Alice terlebih dahulu, karena ikatan mata gadis itu telah terbuka dan memperlihatkan wajahnya yang cantik meski ada ikatan scarft di mulutnya kecantikkannya tidak memudar. Setelah itu Bintang memotret juga gadis di sebelah kanan Alice dan kemudian memotret Maya yang ada di sebelah kiri Alice. Kedua gadis itu terlihat masih tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Setelah memotret ketiga gadis itu, mereka pergi meninggalkan ruangan itu. Tidak lupa mereka juga memasang kembali penutup mata ketiga gadis itu dan mematikan kembali lampu ruangan itu. Setelah ruangan kembali di kunci, Alice dan Maya mulai melakukan hal yang sama dengan yang Alice lakukan sebelumnya yaitu menggerak-gerakan kepalanya untuk meloloskan kain yang menutupi matanya. Tak berapa lama kain yang menutupi mata Maya maupun Alice melorot jatuh. Maya dan Alice dapat melihat kembali keadaan mereka sekarang ini.
Bersambung....