
Setelah makan siang di restoran chinese foods di dalam mall yang tak jauh dari kantor mereka, Galih mengantar Alice kembali ke rumah gadis itu karena gadis itu memang meminta off untuk beberapa hari kedepan. Dan Galih berinisiatif untuk mengantarkan gadis itu dan menemaninya.
“Al sebenarnya apa yang terjadi pada mu? Jika kau mau, kau dapat mengatakannya kepada ku. Meski aku tahu mungkin aku belum tentu dapat menyelesaikan masalah mu, tapi setidaknya ketika kau menceritakan sesuatu masalah, itu akan sedikit meringankan beban yang ada di dalam hati mu.” Ucap Galih saat mereka tiba dan duduk di sofa ruang tamu Alice.
“……” Alice hanya diam saja, berfikir sambil memandangi wajah Galih.
“Baiklah jika kau memang tidak mau menceritakannya. Aku tidak akan memaksamu.” Ucap Galih mengakhiri pembicaraannya agar gadis itu tidak merasa di paksa untuk bercerita.
“Aku akan meminta bantuan mu.. Jadi mau tak mau aku harus menceritakan semuanya kepadamu bukan..” Ucap Alice kemudian.
“Bantuan apa? Tentu saja jika aku mampu, aku pasti akan membantumu.” Ucap Galih dengan pasti.
“Baiklah aku akan menceritakannya kepadamu.” Ucap Alice dan memulai menceritakan mengenai kondisinya kepada Galih.
“Kau tahu bukan aku adalah seorang gadis yang besar dan tinggal di panti asuhan. Namun tidak banyak yang tahu bahwa aku di tinggalkan bukan sejak bayi, namun sejak usiaku sekitar 10 tahunan. Aku mengalami Amnesia Disosiatif yang merupakan hilang ingatan mengenai informasi yang sangat penting termasuk informasi pribadi. Penyebab aku Amnesia atau di tinggalkan di panti asuhan aku juga tidak mengetahuinya, dan bahkan aku juga tidak mengetahui siapa nama asli ku sendiri atau siapa kedua orang tua ku.” Kemudian Alice diam sejenak. Galih yang mendengar penjelasan itu membuatnya membelalakan matanya tidak menyangka bahwa Alice mengalami kejadian buruk itu saat gadis itu masih dalam usia belia.
“Tapi saat ini sepertinya aku harus mencari tahu siapa diriku yang sebenarnya. Aku berhak tahu siapa aku dan siapa kedua orang tuaku, bahkan aku ingin tahu mengapa aku di tinggakan. Aku tidak akan menggusik hidup mereka, jika mereka memang tidak menginginkan ku. Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Karena sesungguhnya tanpa merekapun, aku memiliki kasih sayang dari semua banyak orang di panti itu. Oleh karena itu, aku membutuhkan bantuan mu Galih. Hecker terkenal di 10 Negara besar. Ku mohon bantu aku untuk menyelidiki semuanya meskipun aku tahu itu agak sulit karena kejadiannya sudah 10 tahun yang lalu, namun tidakkah patut untuk di coba. Jika memang tidak bisa, aku akan menyerah.” Ucap Alice sedikit sendu.
“Dasar gadis bodoh.. kau sudah memujiku sebagai hecker handal dan terkenal namun sejurus kemudian kau langsung menjatuhkan martabatku dengan bilang aku tidak bisa melakukannya.. itu hal yang mudah, aku pasti akan membantumu.” Ucap Galih yakin dengan kemampuannya.
“Benar kau mau membantu ku?” Tanya Alice memastikan.
“Tapi aku tidak dapat membantu banyak, karena aku sendiri melupakan semuanya.” Lanjut Alice lagi.
__ADS_1
“Iya tenang saja. Aku akan mecoba mencari tahu tentang kejadian 10 tahun lalu dari tempat kau tinggal. Ohya kau memiliki sesuatu pada waktu itu, setidaknya seperti keadaan saat kau datang foto atau berkas tertulis atau hal yang lainnya?” Tanya Galih.
“Emhh ya ada.. sebentar..” Ucap Alice dan pergi kedalam kamarnya untuk mengambil sesuatu di dalam lemari di ruang rahasianya itu.
“Aku sedikit sibuk akhir-akhir ini, aku jadi melupakan hal ini dan tidak mencari tahunya sendiri… awalnya aku akan memeriksanya sendiri, namun banyak hal yang terjadi membuatku tidak bisa fokus dan melupakannya.” Ucap Alice, kemudian gadis itu memberikan beberapa berkas yang ada pada sebuah map.
“Oke aku kan mulai menyelidikinya..” Ucap Galih saat membaca beberapa berkas itu, dan kemudian membuka beberapa map yang lainnya yang merupakan banyak kumpulan foto Alice di sana.
“Wahh kau imut juga waktu kecil.. pipimu seperti bapau.” Goda Galih.
“Astaga masih sempat-sempatnya kau menggoda ku di saat seperti ini. memang hanya kau lah ya Gal.” Kesal Alice.
“Haha tapi itu kan kenyataannya. Aku tidak berbohong..” Ucap Galih membela dirinya.
“Ah ya tunggu.. ini.. Apakah benda ini juga membantu?” Tanya Alice memperlihatkan sebuah kotak kayu yang sudah usang. Galih membuka kotak itu dan melihat sebuah kalung dengan batu merah darah berbentuk seperti kristal permata. Galih mengangkat kalung itu dari kotakknya dan mulai menilainya.
“Oke lakukan apapun yang menurutmu bisa membantu.” Jawab Alice.
“Ahh ya mengapa kau tiba-tiba teringat hal ini, emhh maksudku sebelumnya kau tampak biasa saja, namun sekarang ku benar-benar ingin mengetahui kebenaran di balik semua ini. Apa adakah sesuatu yang kau curigai misalnya?” Tanya Galih.
“Hemm ya ada.. aku mencurigai seseorang. Lidia Handoko, istri dari Bram Hadi Jaya. Bisakah kau memeriksanya apa yang di lakukannya 10 tahun lalu, atau bahkan kejadian 20tahun lalu apakah dia pernah hamil atau melahirkan.” Ucap Alice dengan suara bergetar. Galih yang melihat itu langsung mengusap pundak Alice yang duduk di sebelahnya dan menenangkan gadis itu.
“Tentu aku akan mencari tahu semuanya dengan jelas. Kau tidak perlu khawatir.” Ucap Galih.
__ADS_1
“Terima kasih Gal..” Ucap Alice.
“Tentu tidak masalah.. tapi kau tahu bukan bayaranku tidak sedikit.” Ucap Galih untuk mengalihkan perhatian Alice agar tidak sedih lagi.
“Ishh dasar kau mata duitan.. lagian bahkan isi rekeningmu dan rekening ku masih banyakkan milikmu. Apalah artinya remahan rengginang ini.” Ucap Alice kesal.
“Hahaha akhirnya kau bisa bercanda juga tidak kaku bagaikan kanebo kering Al.. Sepertinya misi mu dengan para anak remaja itu membawa banyak perubahan pada dirimu.” Ucap Galih tertawa senang.
“Hemm sepertinya iya.. aku selama remaja terlalu fokos pada study dan pelatihan ku sehinga terlalu kaku, namun saat bersama mereka belajar yang memang sebelumnya telah aku kuasai sehingga tidak membuatku tertekan. Kemudian kehadian misi ini bersama bocah-bocah itu seperti memberikan ku kesempatan kembali untuk mengulang masa remaja ku yang belum pernah aku miliki sebelumya. Sehingga sedikit banyak membantu perubahan akan sikapku ini.” Ucap Alice jujur.
“Bagus untuk mu Al, namun kau jangan mengaihkan pembicaraan mengenai bayaran ku.. aku akan meminta bayaran mahal padamu.” Ucap Galih lagi kembali membahas ke topic sebelumnya.
“Galih.. kau kejam.. baiklah sebutkan berapa hargamu..” Ucap Alice sambil memanyunkan bibirnya. Galih yang melihat itu tersenyum terbahak-bahak.
“Astaga perubahanmu sungguh drastis.. membuatku tidak bisa berhenti tertawa..” Ucap Galih di sela-sela tawanya.
“Baiklah jika kau tidak mau membantu, akan aku cari tahu sendiri.” Kesal Alice akhirnya.
“Haha aku hanya bercanda.. Aku akan membantu mu.. bayaran ku bukan uang, aku tidak membutuhkan uangmu.. bayaran ku khusus untukmu adalah kau harus menyiapkan makan siang dan makan malam untuk ku.. bagaimana?” Tanya Galih kembali serius.
“Tapi kalau aku dalam misi, itu bisa di tunda dulu kan?” Tanya Alice memastikan.
“Tentu saja, jangan sampai mengganggu misi mu lah.. Tapi jika kau tidak dalam misi, kau wajib melakukannya. Dan jika kau tidak sempat memasak, bisalah sesekali makan di luar. Namun kau harus menemani ku makan bagaimana?” Ucap Galih lagi.
__ADS_1
“Oke tentu saja.. siapa takut.” Ucap Alice mengulurkan tangannya dan Galih menyambut tangan Alice dan menjabat tangannya dengan hentakkan pada jabat tangan itu layaknya menerima kesepakatan kerja bisnis.
Bersambung...