
Angel membulatkan bola matanya dengan jantung yang berdetak begitu kencang, dia tidak menyangka bahwa Ryan akan menyatakan cinta kepada dirinya.
Sudah lebih dari dua tahun semenjak mantan kekasihnya mencampakkan dirinya dan lebih memilih menikah dengan orang lain, semenjak itu pula dia tidak pernah membuka hati untuk pria lain.
Waktu itu dia memang pernah menyukai Ryan, dan menyatakan cinta kepada'nya, namun, semua itu hanya sebuah pelarian semata, dan tidak pernah berharap lagi ataupun bermimpi untuk benar-benar menjalin cinta dengannya.
Dan saat ini apa yang baru saja di katakan oleh Ryan, pernyataan cintanya, tidak-tidak, bagi Angel itu lebih terdengar seperti lamaran, karena Ryan memintanya untuk menjadi calon istrinya, bukan pacarnya.
Angel tersenyum, masih dengan perasaan yang tida percaya, dan akhirnya dia pun kembali bertanya untuk memastikan.
''Apa maksud'mu, Ryan. Bisakah kau ulangi lagi?''
''Angelina...! maukah kau menjadi calon istriku?''
''Kamu serius dengan ucapan'mu itu?''
Ryan menganggukan kepala penuh keyakinan.
''Ryan, aku tidak sebaik yang kau kira, dan aku juga bukan wanita yang sempurna, dan jujur saja, aku juga bukan lagi wanita suci, kesucian'ku sudah ternoda, aku takut kau menyesal nantinya,'' Angel menunduk tidak merasa percaya diri.
''Angel...! Bagiku, kesucian sama sekali tidak penting, aku bisa menerima kamu apa adanya, asal kau juga mencintaiku, jika kata orang, cinta itu buta, memang benar adanya, karena aku merasakannya sekarang, aku tahu semua masa lalu'mu, apa yang terjadi dengan dirimu, bos Leo, dan juga Jimmy.''
''Namun, aku sama sekali tidak peduli, cintaku terlalu besar untuk di korbankan, dan aku sudah mencobanya selama lebih dari dua tahun, memendam perasaan ini, dan mencoba melupakan cinta'ku padamu, tapi ternyata aku tidak bisa.''
''Jika kamu mau bilang bahwa aku di buta'kan oleh cinta, aku bisa terima, karena memang itulah kenyataannya,'' Ryan menatap wajah Angel dengan tatapan penuh dengan rasa cinta.
''Ryan...! aku sungguh terharu, ternyata masih ada Laki-laki tulus seperti dirimu, yang mau menerima aku apa adanya,'' Angel terlihat berkaca-kaca.
''Aku juga bukan Laki-laki yang sempurna, dan aku juga tidak memiliki kekayaan yang melimpah seperti yang di miliki oleh bos Leonardo, tapi... aku punya cinta, cinta tulus yang tidak dimiliki oleh pria lain.''
Ryan pun terlihat berkaca-kaca.
''Sejujurnya, aku juga menyukaimu, sejak lama, entah dari kapan aku juga tidak tahu, tapi aku belum mempunyai rasa percaya diri untuk menjadi istri'mu, masih banyak sifat dan kelakuan'ku yang harus aku benahi terlebih dahulu, seperti'nya aku masih butuh waktu untuk berfikir, aku mohon, beri aku sedikit waktu, sedikit saja... agar aku bisa berfikir dengan jernih, untuk mempertimbangkan tawaran dirimu...''
''Baiklah, aku akan menunggu, gunakan waktu sebanyak yang kau butuhkan, sampai kau benar-benar yakin, bahwa aku adalah pria yang cocok dan pantas untuk dirimu, Angelina...'' Ryan meraih lengan Angel dan menggenggam jemari'nya.
Keduanya saling melayangkan senyuman, senyuman yang menyiratkan perasaan cinta yang mendalam.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, pesanan pun datang, dua porsi nasi goreng, dengan es jeruk sebagai minuman'nya.
''Kita makan dulu, setelah makan aku akan mengantarmu kembali ke kantor, ya.'' Ucap Ryan, meraih sendok dan memakan makanan yang baru saja datang.
Begitupun dengan Angel, dia memakan nasi goreng yang merupakan makana kegemaran dirinya.
***
Malam hari Leo baru saja pulang dari kantor, dia memasuki rumah dan mendengar tangisan si Kembar, keduanya menangis secara bersamaan digendong oleh kedua babysitter nya.
Tangis si kembar terdengar Tidak seperti biasanya, hingga kedua baby sister pun merasa kewalahan di buatnya.
Leo segera menghampiri dan menggendong kedua putra putrinya.
''Sayang... kalian kenapa? cup cup... papi ada di sini,'' Leo menimang si kembar.
Eak
Eak
Eak
''Apa kalian kangen sama Mammy?'' tanya Leo menatap secara bergantian wajah si kembar.
''Mom... Eak... Eak...''
''Baiklah, kita ke Rumah Sakit sekarang ya, kita tidur di sana semuanya. Mirna... Wina... kita akan menginap di Rumah Sakit, persiapkan segala kebutuhan si kembar,'' pinta Leo.
''Baik, Tuan.'' Jawab mereka secara bersamaan.
Satu jam kemudian, mereka pun siap, dan segera berangkat ke Rumah Sakit.
Di Rumah Sakit.
Adel terkejut saat mendapati si kembar dibawa ke dalam ruangannya, matanya terlihat berkaca-kaca menatap putra putri kesayangannya, dia merasa bersalah karena sudah beberapa hari ini menjauh dari mereka dan lebih terkesan mengabaikan, karena pikirannya hanya pokus kepada masalah yang saat ini sedang di hadapi'nya.
''Sayang, sini sama Mammy, ya ampun, maafkan Mammy karena mengabaikan kalian,'' ucap Adelia penuh penyesalan.
__ADS_1
''Mom...Mom...'' Baby El mengulurkan tangannya.
Mirna pun meletakan baby El di ranjang, berbaring di samping Adelia. Sepertinya, baby El begitu merindukan sang ibu, sehingga dia pun langsung memeluk tubuh Adelia, dan membenamkan kepalanya di dada ibunya tersebut.
Merasa iri, baby Al pun melakukan hal yang sama, dan Wina pun membaringkan babi Al yang sebelumnya berada di gendongan'nya.
''Sayang... Kalian pasti kangen sama Mammy? Mammy minta maaf ya, sungguh... Mammy sayang kalian berdua...'' lirih Adel, mengecup kening si kembar secara bergantian.
Semua yang ada di sana merasa terharu, menyaksikan si kembar yang memeluk tubuh sang ibu, seperti meluapnya rasa Rindu, begitupun dengan Leo, dia menghampiri dan berdiri di samping ranjang, menatap keluarga kecilnya, dan merasa sangat bahagia, apalagi sebentar lagi dia akan di karuniai satu buah hati lagi.
''Kami semua akan tidur disini, kasian si kembar sangat merindukanmu,'' ucap Leo.
''Iya, aku juga merindukan si kembar, tidak apa-apa dia tidur bersama aku di sini, asal aku tidak menggendong'nya, kondisi'ku akan baik-baik saja,'' jawab Adelia.
''Bagaimana keadaan'mu sekarang? apakah Dokter sudah membolehkan kamu pulang?''
''Kata Dokter, dua harian lagi aku sudah boleh pulang, ko.''
''Syukurlah...'' jawab Leo menarik napas panjang.
''Bu... sebaiknya ibu beristirahat di rumah, Adel biar aku yang jaga, kasian ibu dari pagi belum beristirahat,'' pinta Leo kepada mertuanya.
''Baiklah... ibu pulang ke rumah'mu, saja lagi pula, di rumah kasian bi Inah sendirian,'' jawab ibu setuju.
''Kalau begitu, aku akan mengantar ibu pulang, kamu tidak apa-apa kan aku tinggal sebentar?''
''Iya, lagipula ada Mirna dan juga Wina yang menemani aku di sini.''
''Baiklah, kita pulang sekarang, bu?''
Ibu mengangguk.
''Sayang, ibu pulang dulu ya, besok ibu kembali lagi ke sini,'' ibu menghampiri Adelia dan berpamitan kepada'nya.
''Iya, Bu. Hati-hati di jalan ya...''
_______--------_______
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️