Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Pernikahan


__ADS_3

''Saya terima nikah dan kawinnya Axela binti Leonardo dengan mas kawin tersebut di bayar TUNAI ...!''


''Sah ...!''


Briel mengucap ijab qobul dengan lancar dan tanpa satu hambatan sedikitpun, dia mengucapkannya dengan hanya sekali tarikan napas membuat semua yang ada di sana mengucapkan kata Syah secara serentak dan menarik nafas panjang lalu menghembuskan-nya secara perlahan.


Tidak terkecuali dengan Axela, tanpa terasa dia pun menitikkan air mata, akhirnya dia menyudahi masa remaja yang seharusnya masih dia nikmati bersama sahabatnya di sekolah, kini dia telah sah dinikahi oleh pemuda yang bernama Gabriel, petualangannya sebagai seorang gadis bebas pun berakhir sekarang, kini, dia telah menjadi seorang istri dan tidak akan lama lagi akan menjadi seorang ibu.


Ada rasa aneh yang menyusup di dalam hatinya, menjadi seorang istri dan juga calon ibu di usia muda tidak pernah terpikirkan di dalam agenda kehidupannya. Apakah dia akan sanggup menjalankan perannya sebagai seorang istri? mengingat selama ini dia hanyalah seorang anak manja yang slalu minta apapun kepada orang tua.


Apakah dia juga sanggup menjadi seorang ibu muda? mengingat sehari-hari dia masih merengek seperti anak kecil meminta diperhatikan oleh kedua orang tuanya, dan mampukah dia tinggal jauh dari kedua orangtuanya yang selama ini selalu menghujaninya dengan limpahan kasih sayang dan memberikan apapun yang dia minta.


Al pun mengusap buliran air mata yang kini membasahi wajahnya yang terlihat begitu cantik dengan polesan make up ala pengantin. Sang ibu, yang saat ini duduk di samping dirinya pun nampak merasakan kesedihan yang sama, dengan pemikiran yang sama pula.


Tangan sang ibu pun mengusap punggung Axela, seolah tahu betul apa yang sedang dirasakan oleh putrinya tersebut, dengan sedikit terisak, sang ibu pun mencoba menerima semua takdir yang menimpa putrinya.


Sekeras apapun dia menolak, toh akhirnya putrinya sekarang sudah menikah, dan sebesar apapun rasa tidak sukanya kepada pemuda yang bernama Gabriel, sekarang dia telah menjadi suami dari putrinya dan tentunya menuntunnya sekarang, tidak ada pilihan lain lagi selain dia menerima semua garis hidup yang dijalani oleh putri kesayangannya itu, dan juga menerima Gabriel sebagai menantunya.

__ADS_1


Akan tetapi, ada sedikit hal yang membuat seorang Adelia senang, yaitu, karena dia akan segera mempunyai cucu, dia akan menjadi nenek di usia yang belum terlalu tua, sungguh itu adalah hal yang tidak dia duga, meski tidak menginginkannya di awal, namun, entah mengapa dia sudah merasa tidak sabar untuk segera dipanggil nenek dan menimang seorang bayi.


Setelah acara ijab qobul selesai, semua yang ada di sana pun disuguhi dengan berbagai macam makanan, dan tentunya sebagai orang kaya, Leo menyediakan berbagai makanan mewah, hingga pernikahan Axela dan Gabriel tidak bisa di sebut sebagai pernikahan sederhana, karena acara yang digelar terlihat mewah layaknya pernikahan orang kaya, hanya bedanya pernikahan itu di selenggarakan di Rumah Sakit, bukan di gedung ataupun di hotel berbintang lima.


Akhirnya rangkaian acara pun selesai diadakan, semua tamu yang hadir sudah meninggalkan ruangan, hanya tinggal keluarga inti saja yang berada di sana.


Ibu Sarah, yang merupakan nenek dari Al, duduk tepat di samping pengantin baru, beliau berada tepat di samping Axela, Ibu pun meraih telapak tangan cucunya dan menggenggam erat jemarinya.


''Sayang, terima kasih akhirnya nenek akan segera memiliki seorang cicit, nenek sungguh tidak menyangka akan segera bertemu dengan cicit di usia nenek yang sudah semakin senja ini.''


''Baik, Nek. Aku akan melakukan semua yang nenek katakan, terima kasih karena tidak menghujani aku dengan berbagai pertanyaan, tentang kenapa aku hamil diluar nikah, dan terima kasih juga nenek tidak memarahi aku karena telah mengecewakan kedua orangtuanya aku, aku sayang Nenek ...'' jawab Al. Dia pun memeluk tubuh renta sang nenek, meluapkan semua kesedihan-nya di pelukan Ibu Sarah, hingga tanpa terasa dia pun sedikit terisak.


''Sama-sama, sayang. Nenek pun sayang sekali sama kamu, meskipun kamu telah menjadi istri dan ibu, tapi bagi nenek, kamu tetap bayi yang menggemaskan, dan tetap menjadi cucu yang paling nenek sayangi,'' lirih Ibu Sarah, mengusap lembut punggung cucu kesayangannya.


Semua yang ada di sana pun menatap ke arah mereka berdua, menatap dengan tatapan penuh rasa haru, karena semua yang dikatakan oleh Ibu Sarah adalah benar adanya, tidak ada satupun yang salah.


Adelia yang sempat merasa kecewa dan memarahi habis-habisan putrinya merasa bersalah kini, dia berjalan menghampiri dan memeluk Axela yang saat ini masih berada di dalam dekapan sang ibu.

__ADS_1


''Maafin Mommy ya, sayang. Mommy pernah marahin kamu habis-habisan, seharusnya Mommy tidak perlu melakukan hal itu, semua yang dikatakan nenek kamu benar, sekali lagi maafkan Mommy,'' tangis Adelia pun pecah seketika, air mata yang sedari tadi ingin dia tahan pun kini tumpah di pelukan putri serta ibunya.


''Iya, Mom. Aku sudah memaafkan Mommy dari kemarin-kemarin, sedikitpun aku tidak pernah menyimpan perasaan dendam kepada Mommy, doakan pernikahan aku bahagia, semoga bisa seperti Mommy dan Papi, melahirkan anak-anak yang baik, dan tentunya selalu saling mencintai seperti yang selalu Mommy dan Papi tunjukan kepada kami,'' jawab Al, masih dengan linangan air mata.


Suasana pun semakin haru, tanpa terasa semua yang ada di sana menitikkan air mata, seolah ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh ketiga wanita yang paling mereka cinta, sang ibu, nenek dan juga saudara perempuan satu-satunya.


Keheningan pun tercipta seketika, sampai akhirnya ada salah satu anak buah Leo yang bertugas menjaga di luar kamar, mengetuk lalu membuka pintu dengan membawa kotak hadiah berukuran besar.


''Permisi, Bos? ada kurir yang mengirimkan kotak ini, katanya sih hadiah untuk pengantin baru,'' ucapnya dengan memberikan kotak berwarna pink.


Leo pun menerima kotak itu dengan perasaan curiga, melihat kotak tersebut dia jadi teringat masa lalu, saat Adelia sang istri menerima kotak teror yang berikan oleh Alex dahulu.


''Siapa yang mengirimkan kotak ini?'' tanya Leo, dengan wajah yang terlihat sedikit kesal.


_________----------__________


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers, terima kasih ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2