Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Kembar Tiga


__ADS_3

''Pap, apa Al melahirkan bayi kembar?'' tanya Briel dengan mata yang berbinar, saat dia mendengar suara tangis bayi ke duanya.


Leo tersenyum bahagia, matanya kini terlihat berkaca-kaca, dia benar-benar tidak menyangka bahwa putrinya akan memiliki bayi kembar seperti dirinya, ternyata bukan hanya sejarah melahirkannya yang terulang kembali, tapi putrinya itu bahkan sama-sama melahirkan bayi twins.


Tidak lama kemudian, Adelia keluar dari dalam mobil dengan membawa bayi yang juga berjenis kelamin perempuan, dia segera masuk ke dalam Rumah Sakit. Briel yang hendak menghampiri sang ibu, tiba-tiba saja di panggil oleh Dokter untuk masuk ke dalam mobil.


''Mana suaminya? cepat masuk ke sini?'' teriak Dokter itu masih dalam posisi yang sama.


''Saya suaminya, Dokter.'' Briel segera masuk ke dalam mobil.


''Sepertinya, masih ada satu bayi lagi di dalam sana. Tapi, pasien sepertinya sudah sangat kelelahan, tolong bantu beri dia semangat agar kekuatannya bisa kembali bangkit, karena bayinya harus segera di keluarkan,'' pinta Dokter membuat Briel panik, dan segera memeluk tubuh sang istri.


''Sayang, kamu dengar kata Dokter tadi? di dalam sana masih ada satu bayi lagi, itu berarti kita memiliki tiga bayi kembar, ayo sayang. Keluarkan tenaga kamu, aku yakin kamu pasti kuat,'' ucap briel mengusap lembut kepala istrinya.


''Aku gak kuat, sayang. Tubuh aku lemas banget ... Huu ...'' jawab Al lemah.


''Sedikit lagi, sayang. Aku yakin kamu kuat, kamu pasti bisa, pegang tangan aku kuat-kuat, dan tarik napas panjang ya, ayo sayang. Aku yakin kamu kuat ...''


Axela mengikuti ucapan suaminya, dia menatap wajah suaminya itu lekat, mengikuti hembusan napas Briel, menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan, menghela napas panjang, lalu mulai kembali mengejan ...


''Argh ... hu ... ha ... hu ...'' teriak Al dan kepala bayi itu pun perlahan mulai keluar, pelan tapi pasti tangan sang Dokter meraih leher bayi ke tiga itu, lalu menariknya keluar dari daerah inti Axela.


Gabriel yang baru pertama kali menyaksikan seorang wanita melahirkan, menatap dengan tatapan takjub, betapa melahirkan itu bukanlah hal yang mudah, betapa melahirkan itu sangatlah sakit, dan betapa pengorbanan seorang ibu dalam melahirkan itu benar-benar sangatlah luar biasa.


Dengan berlinang air mata, Briel menatap bayi yang masih merah itu, tangisnya benar-benar memekikkan telinga membuat Briel tersenyum bahagia.


Salah satu perawat pun masuk ke dalam mobil dan segera membawa sang bayi masuk ke dalam Rumah Sakit.


Axela terkulai lemas kini, tubuhnya benar-benar terasa remuk, dan tulang di dalam tubuh Axela pun terasa patah berkeping-keping. Tangan Al terasa lemas bahkan hanya untuk sekedar memeluk tubuh suaminya saja tangannya itu seolah tidak memiliki tenaga sama sekali.


Briel, mengecup kening istrinya itu secara berkali-kali, dengan air mata yang terus berlinang, tidak hanya itu saja, pria yang baru saja menyandang status sebagai seorang ayah dari tiga bayi kembar itu pun menciumi tiada henti seluruh wajah istrinya, tidak peduli wajah sang istri kini penuh dengan peluh dan keringat sisa melahirkan.


''Terima kasih, sayang. Terima kasih karena telah melahirkan tiga anak sekaligus, dan terima kasih karena telah kuat dan bertahan sampai saat ini, hiks hiks hiks ...'' lirih Briel terus mendaratkan ciu*an.

__ADS_1


Sementara itu, Axela hanya tersenyum lemah.


''Pasien harus segera mendapatkan perawatan ekslusif,'' ucap sang Dokter yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Gabriel.


🍀🍀


Pagi pun menjelang, matahari perlahan keluar dari peraduan membawa kehangatan dan membawa sejuta harapan. Pekatnya malam kini tergantikan dengan sinar keemasan yang perlahan menggeser posisi rembulan yang harus bergantian dengan sang raja siang.


Pagi ini, tiga bayi kembar baru saja dilahirkan dari rahim seorang ibu bernama Axela, cucu dari Leonardo dan juga Adelia.


Tiga bayi yang semuanya berjenis kelamin perempuan itu, nampak berada di ruangan perawatan khusus bayi di letakkan di dalam inkubator secara berdampingan, tubuh mungilnya di biarkan terbuka agar hangatnya lampu inkubator itu masuk ke dalam setiap helai kulit lembut bayi cantik itu.


Adelia dan Leonard nampak sedang berada di sana, berdiri tepat di samping inkubator, menatap haru ketiga cucunya itu. Wajah cantik ketiga bayi itu terlihat begitu mirip dengan putri mereka, dan ketiganya benar-benar memiliki wajah yang sama, alias kembar identik.


''Sayang ... Apakah ini mimpi? kita benar-benar memiliki tiga cucu sekaligus,'' tanya Leo masih merasa tidak percaya.


''Iya, sayang. Aku juga tidak menyangka bahwa di usia kita yang belum terlalu tua ini, kita sudah memiliki tiga cucu sekaligus, aku senang sekali, sayang ...''


''Jangan bilang belum terlalu tua. Kita memang masih muda ko, wajah kamu aja masih cantik kayak gini,'' jawab Leo setengah bercanda.


''Hmm ... Cuma genit sama istri sendiri, masa gak boleh si? kita memang sudah tua, tapi wajah aku masih tetap sama, tampan dan bahkan jika aku berdiri bareng putra sulung kita si Axel, kami terlihat seperti kakak beradik, benar 'kan?'' jawab Leo penuh percaya diri.


Adelia menggelangkan kepalanya, menatap wajah suaminya dengan bibir tersenyum lucu, sifat sombong suaminya itu tidak berkurang sedikitpun.


Kini, Leo nampak menundukkan kepala, menatap tiga cucunya yang saat ini sedang tertidur pulas berbaring dengan saling berhimpitan.


''Sayang ... Cucu kakek ...! Tunggu, bisa gak kalau mereka panggil aku jangan dengan sebutan kakek, eu ... benar-benar berasa tua kalau mereka manggil aku dengan sebutan itu ...'' Leo kembali mengangkat kepalanya, menatap wajah Adelia.


''Emangnya kamu mau di panggil apa sama mereka? Om, Mas, Apa Tuan? jangan mimpi, ingat umur, sayang ...!'' jawab Adelia penuh penekanan.


''Ya sudah, panggil dengan sebutan Eyang ganteng aja kalau begitu.''


Adelia menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.

__ADS_1


''Baby Twins ... Ini Eyang ganteng, sayang. Eyang bahagia sekali atas kelahiran kalian bertiga, maafkan Eyang karena dulu pernah tidak mengharapkan kehadiran kalian bertiga.'' Lirih Leo dengan mata yang berkaca-kaca, menatap ketiga cucunya secara bergantian.


Adelia pun merasakan hal yang sama kini. Mengingat kembali kejadian 9 bulan yang lalu saat dirinya memarahi sang putri habis-habisan karena hamil di luar nikah, betapa Adelia sangat menyesali hal itu, begitupun dengan Leo.


Saat ini sepasang suami-istri yang baru saja menyandang status baru sebagai seorang Kakek dan juga nenek itu, benar-benar bersyukur karena di beri kesempatan merasakan dan memiliki cucu di usia mereka yang belum terlalu tua.


Adelia dan Leo benar-benar tidak bisa menahan rasa haru yang saat ini memenuhi relung hati keduanya.


Leo nampak meletakkan tangannya di pundak Adelia, dengan mata yang tertuju pada tiga bayi di dalam sana.


''Mereka cantik sekali,'' lirih Adelia, melingkarkan tangan di pinggang suaminya.


''Iya, sayang. Mereka bertiga cantik seperti kamu.'' Jawab Leo mengecup kepala istrinya.


''Gombal banget si.''


''Yah, dibilang gombal lagi deh.''


''Hmm ... Kita harus siapkan nama yang cocok untuk mereka bertiga,'' ucap Adelia.


''O iya, betul. Aku sampai melupakan hal itu.''


''Hmm ... gimana kalau kita pake nama yang gampang di sebut, jangan yang susah-susah.''


''Contohnya ...?''


''Contohnya ... ! Misalnya ... Ini hanya contoh ya, bukan berarti harus memberikan nama ini kepada mereka,'' ujar Adelia.


''Iya, sayang. Contoh nama yang gak susah di sebut itu seperti apa?''


''Hmm ... Misalnya ... Lala ... Lili ... Lulu ...''


Leo tertawa seketika itu juga.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2