Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Pertarungan


__ADS_3

''Kalian semua siap-siap, bawa senjata apapun yang kalian punya, kita akan pergi ke suatu tempat,'' ujar Leo dengan wajah yang terlihat geram dan tangan yang di kepalkan menahan rasa kesal.


''Baik, bos.''


Semua anak buahnya yang berada di sana menjawab dengan serentak, mereka membawa serta senjata tajam apapun yang mereka punya.


Sementara itu, Leo nampak masih memakai pakaian yang sama seperti yang dia kenakan sewaktu dia bekerja di kantornya, karena dia tidak sempat menganti pakaian, saat ini dia hanya membuka jas hitam yang di kenakan'nya, dan hanya memakai kemeja berwarna putih panjang dengan kedua bagian lengan'nya di gulung sampai ke siku.


Rambutnya pun tampak sedikit berantakan dengan poni yang di biarkan memenuhi keningnya, kemudian Leo nampak menarik rambut yang menutupi keningnya tersebut kebelakang, lalu mengikatnya dengan sebuah ikat rambut berwarna hitam, hingga penampilannya terlihat sangar layaknya seorang mafia.


Naluri'nya sebagai seorang Mafia seolah terbangun'kan, karena seseorang yang telah mengusik kebahagiaan dan ketenangan yang sedang dia rasakan, dan hal yang paling membuat dirinya semakin murka adalah, telah berani membuat Adelia menangis dan ketakutan.


Hal tersebut membuat Leonardo melupakan janjinya untuk meninggalkan dunia hitam, karena saat ini hatinya benar-benar diselimuti rasa geram dan penuh dengan kemarahan.


Leonardo berjalan paling depan, dengan anak buah'nya yang berjumlah lebih dari 20 orang berjalan di belakang, mereka semua telah siap untuk melawan orang yang telah mengganggu ketenangan dan kebahagiaan sang bos Mafia.


________-----_______


Kedua kubu yang sedang berseteru itu telah membuat janji untuk bertemu di pelabuhan yang sepi dan sudah jarang di gunakan. Dengan tekad yang bulat, Leo sudah berniat untuk mengakhiri dendam dan perseteruan antara dirinya dan mantan sahabat'nya.


Akhirnya mereka pun bertemu, dan saling berhadapan, satu barisan di pimpin oleh Leonardo, dan berhadapan dengan Alex yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri dengan sama-sama membawa pasukan yang berdiri di belakangnya.


Kedua kubu mafia itu sudah siap untuk saling menyerang, mereka semua tampak merenggang kan tangan untuk memulai pemanasan sebelum penyerangan di mulai.


''Brengsek...! kamu sudah berani mengganggu ketenangan keluargaku, aku sudah berniat untuk melupakan dendam di antara kita, namun kau telah berani menyentuh perasaan istriku yang sedang mengandung...'' Teriak Leonardo memecah keheningan malam.


''Ha... ha... ha... cuih... Memang ini tujuanku mengirimkan hadiah itu. Mari kita selesaikan urusan kita sekarang...'' jawab Alex tertawa membalas perkataan musuhnya.


''SERANG...'' berteriak dan seluruh anak buahnya maju ke depan, begitupun dengan anak buah Alex yang berlarian saling menyerang.


Buk


Bak


Plak


Kedua kubu itu saling menyerang satu sama lain, Alex dan juga Leo masih berdiri di belakang untuk mencari waktu yang tepat agar mereka bisa saling berhadapan, melawan dan berduel.


Pertarungan pun terlihat imbang, satu persatu anak buah dari keduanya jatuh tersungkur, sampai tiba saatnya giliran bagi Alex dan Leo untuk benar-benar saling berhadapan.

__ADS_1


Leo maju ke depan dengan berlari kencang dan tangan yang di kepalkan siap untuk menyerang, dan Alex pun melakukan yang sama, siap menerkam dan menerima perlawanan.


Buk


Satu pukulan berhasil di layangkan oleh Leonardo dan tepat mengenai wajah Alex, tidak mau kalah, Alex pun membalas dengan melayangkan tendangan namun berhasil di tepis oleh lengan Leo alhasil Alex pun tersungkur menyentuh lantai.


''Brengsek...'' Alex mencoba bangkit sambil mengusap bibirnya yang terlihat mengeluarkan darah segar.


''Heuh...! Apa kamu lupa, dari dulu kau tidak pernah bisa mengalahkan aku dalam hal bertarung?'' jawab Leo dengan nafas yang terengah-engah.


''Tidak akan, aku tidak akan kalah dari'mu Leonardo. DEMI ADIKKU YANG TELAH TIADA, HAAA....!''


Alex kembali menyerang dengan mengepalkan kedua tangannya, menghantam dengan kekutan yang telah dia kumpulkan.


Buk


Bak


Buk


Keduanya beradu tinju dengan kekutan yang maksimal, namun Alex kembali tersudut karena kemampuan bertarung Leo jauh di atas dirinya, akhirnya dia pun kembali terjatuh dan tersungkur dengan darah yang memenuhi wajahnya.


''Kamu harus ingat, bajingan. Kamu tidak akan pernah menang melawan aku? apa kamu lupa siapa aku? aku adalah Mafia terkuat di negeri ini, selain terkenal dengan ketampanan'ku, aku juga terkenal dengan kemampuan bela diriku, seharusnya kamu tahu itu, karena kamu adalah mantan sahabat'ku,'' ucap Leo, menekan dengan sedikit keras.


''Haaaaa...''


Alex berteriak kesakitan.


''Lepaskan aku brengsek...'' geramnya lagi dengan mata yang di bulatkan sempurna, menahan kesakitan.


''Apa kamu tahu mengapa aku membunuh adik'mu, hah...?'' Leo berteriak masih dengan posisi yang sama.


''A-ku ti-dak peduli alasan mu, brengsek.''


''Karena dia telah mengkhianati aku, si Jimmy itu, adik kesayangan'mu tidur dengan kekasih'ku, padahal dia tahu kalau waktu itu aku sangat mencintai Angel, tapi dengan tanpa perasaan dia berani bercumbu dan tidur dengan dia, dan kamu tahu, aku menyaksikannya sendiri dengan kedua mataku,'' Leo berteriak kencang.


''Apa kamu menyesali perbuatan'mu? hanya karena seorang wanita, kamu menghabisi nyawa'nya?'' Alex dengan suara terengah-engah.


Leo hanya terdiam.

__ADS_1


Jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia memang menyesali perbuatan'nya tersebut, waktu itu hatinya di penuhi rasa kecewa dan sakit hati yang mendalam, ditambah ucapan Angel yang mempropokasi dirinya hingga dia pun lepas kendali seketika, dan menembakan pistol, hingga membuat nyawa Jimmy melayang.


''JAWAB AKU BAJINGAN...'' Alex kembali berteriak kencang.


''Ya... aku menyesali'nya, tapi penyesalan tidak akan membuat adikmu hidup kembali, mari kita sudahi dendam di antara kita ini, dan berhenti menggangu keluarga'ku, sekarang aku ingin menjalani hidupku dengan benar.''


''Aku minta maaf telah membunuh adik'mu, dan aku akan menyimpan penyesalan ini seumur hidupku di dalam hatiku, mari kita melupakan semua yang telah terjadi dan menjalani hidup masing-masing,'' ucap Leo penuh penyesalan, lalu mengangkat kaki dari kepala Alex dan berjongkok menatap wajah Alex yang sudah bersimbah darah.


''Dengarkan aku. Walau bagaimanapun kita pernah berteman dekat, aku tidak akan membunuhmu, asalkan kau janji tidak akan menggangu keluarga'ku lagi,'' ucap Leo lagi dengan menatap wajah Alex.


Kemudian dia pun berdiri kembali lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Alex.


Masih tidak terima di kalahkan begitu saja, Alex pun mencoba berdiri, meski sempat gagal dan kembali tersungkur, namun dia tidak menyerah dan mengumpulkan seluruh tenaga yang masih tersisa di dalam tubuhnya hingga akhirnya dia pun berdiri tegak.


Alex menatap punggung Leo yang berjalan semakin menjauh dari dirinya, dia pun merogoh pistol yang memang sengaja di sembunyikan. Mengangkatnya dan mengarahkannya tepat ke depan dimana Leo berjalan.


''Selamat tinggal Leonardo...''


Dan satu detik kemudian...


Dor....


Suara tembakan pun terdengar.


______________-------_______________


*Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Hadiah


Agar Author semangat up date...


Terima kasih Reader ❤️ ❤️ ❤️

__ADS_1


*****


__ADS_2