
''Maksud Nona apa? mengapa bertanya masalah pribadi seperti itu?'' tanya Ryan merasa gugup.
Angel bangkit dari duduknya, dia berjalan menghampiri Ryan yang sedang berdiri, menatap wajah dirinya dengan sedikit tersenyum, dia pun duduk di tepi meja dengan kaki yang silangkan, membuat paha mulusnya semakin terekspos.
Ryan menelan ludah seketika, merasakan getaran yang berbeda, mana mungkin tidak, wanita cantik, tinggi dan juga seksi, bertanya prihal pacar kepada'nya, dan sekarang berpose seksi di hadapannya, laki-laki mana yang tidak akan tergoda.
''Eu... Maaf nona, saya harus segera kembali ke Rumah Sakit, bos sedang menunggu saya,'' jawab Ryan dengan sedikit terbata-bata.
''Hmmm... baiklah, tapi apa boleh aku mengatakan sesuatu padamu?'' ucap Angel turun dari meja lalu berjalan menghampiri Ryan.
''A-apa...?'' jawab Ryan sedikit terbata-bata.
''Kalau kamu ada waktu, bolehkan kapan-kapan kita makan malam bersama?'' ajak Angelina menatap wajah Ryan, tersenyum seolah menggoda.
''Eu... nan-ti saya fikirkan, sekarang saya permisi dulu,'' jawab Ryan memutar badan lalu benar-benar berjalan meninggalkan Angelina.
'Dasar cowok, baru di goda begitu saja sudah panas dingin... ha... ha... ha...'
Angel bergumam.
Dia pun kembali duduk di tempat semula, memikirkan kembali ekspresi Ryan yang baru saja dia goda, Angel pun tersenyum, seraya menyandarkan punggung serta kepalanya di sandarkan kursi, seraya memutarkan dan menggoyangkan kursi ke kiri dan kanannya.
__ADS_1
'Jika di pikir-pikir, Ryan itu tidak kalah tampan juga dari Leo, kalau aku dekati, dia pasti mau...'
Angel berucap pelan.
Pikirannya mendadak melayang memikirkan Ryan, membayangkan wajah pria itu saat tersenyum dengan tubuh gemetar, dia pun sedang berfikir untuk berhenti mengejar Leo yang jelas-jelas sudah beristri dan terus menerus menolak diri'nya.
Angel pun tersenyum senang, dan mulai sekarang dia akan membuang jauh angannya untuk kembali memiliki Leonardo, mulai kini dirinya akan mulai mengejar Ryan untuk mengobati kesepian yang selama ini dia rasakan.
_____-----_____
Leo berbaring di ranjang Rumah Sakit, dengan infus yang menancap di pergelangan tangannya dan dengan kaki terbalut perban serta gips yang di pasangkan di dalam'nya.
Leo membuka mata seketika, dia hendak tersenyum menyambut kedatangan sang istri, namun senyum'nya terhenti saat melihat sosok yang datang bukanlah istrinya, melainkan orang lain.
''Alex...?'' Leo membulatkan bola matanya.
''Apa kabar sahabat'ku tersayang? kenapa kamu terlihat menyedihkan seperti ini?'' jawab Alex berjalan mendekat dengan tersenyum licik.
''Mau apa kamu kesini? Brengsek...'' Leo terlihat geram.
Wajah nya memerah menahan amarah dengan tangan yang di kepalkan, matanya pun di bulatkan sempurna dengan pelupuknya yang sedikit berair, namun sayang dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena kondisinya yang memang tidak memungkinkan.
__ADS_1
''Apa lagi...! aku datang kemari untuk menengok dirimu, sahabat terbaikku, ha... ha... ha...!'' Alex berdiri tidak jauh dari tempat tidur Leo, menatap dengan tatapan tajam seraya tersenyum mengejek.
Alex pun berjalan mendekat, berdiri tepat di samping kaki Leo yang terlentang di atas ranjang, dirinya tiba-tiba mengusap lalu menekan kaki Leonardo yang berbalut perban tersebut, masih dengan tersenyum nakal.
''Apa yang kamu lakukan brengsek, Argh...'' Leo berteriak kesakitan.
''Ha... ha... ha... Apakah terasa sakit?'' tanya Alex membulatkan bola matanya lalu mendekatkan kepala tepat di hadapan wajah Leonardo.
Leo mencengkram kerah baju yang di pakai oleh Alex, dia menggenggamnya kuat, tak peduli dengan jarum infus yang menancap di tangannya kini sudah terlihat mengeluarkan darah segar.
''Pergi kamu dari sini brengsek, sebelum aku benar-benar membunuhmu,'' ucap Leo dengan suara pelan namun nada yang penuh dengan penekanan.
Alex melepaskan cengkraman lengan Leo dengan sangat kasar, dirinya merogok saku celana lalu mengeluarkan satu pucuk senjata api dan menempelkannya tepat di kepala Leonardo.
Leo pun terkejut seketika, tubuhnya gemetar dengan mata yang terlihat sudah berair menahan rasa kesal.
''Kita lihat, siapa yang akan mati duluan, aku atau kamu...?'' jawab Alex.
Ceklek...
______________-------------_____________
__ADS_1