Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Bertemu


__ADS_3

Leonardo nampak sedang merapikan lembaran kertas yang sedikit berserakan di atas meja kerjanya, hari ini dia berencana untuk pulang lebih awal karena akan menjemput putri kesayangannya pulang dari rumah sakit.


Wajahnya terlihat ceria, bibirnya pun nampak bersenandung kecil menyanyikan lagu kegemarannya, rambut bapak dari tiga anak itu masih tertata dengan begitu rapi, wajah tampannya pun terlihat semakin mempesona di usianya yang sudah menginjak kepala 4, meski kerutan itu sudah nampak di wajah putihnya, namun sama sekali tidak mengurangi guratan ketampanan seorang Leonardo.


Trok


Trok


Trok


Ceklek...


Pintu ruangannya pun di ketuk lalu di buka, Ryan, asisten pribadi yang sudah bekerja selama lebih dari dua puluh tahun pun masuk ke dalamnya.


''Bos sudah mau pulang sekarang?'' tanya Ryan berdiri di depan meja.


''Iya, putri ku pulang dari Rumah sakit hari ini, aku serahkan urusan kantor padamu, ya.''


''Baik, bos. O iya, bos. Apa bos tahu Alex udah kembali dari Amerika?''


''O ya? sejak kapan?'' Leo mengerutkan keningnya.


''Sudah lumayan lama, dari beberapa bulan yang lalu.''


Leo termenung, dia tiba-tiba mengingat putrinya yang baru saja sembuh dari sakit'nya, pikiran buruk pun melintas di otak kecilnya.


'Mudah-mudahan Alex tidak ada hubungannya dengan kejadian buruk yang baru saja menimpa Axela, karena jika itu terjadi aku akan benar-benar membunuh dia,' ( Batin Leo )


''Bos... kenapa bos melamun, apa kabar kembalinya Alex mengusik'mu?''


''Tidak sama sekali, dendam di antara kita sudah selesai, biarkan dia menjalani kehidupan nya sekarang, begitupun dengan aku, aku sudah hidup tenang bersama, istri dan juga ketiga putra-putriku,'' jawab Leo berusaha membunyikan pikiran buruknya.


''Syukurlah kalau begitu.''


''Aku pulang sekarang, ya. Aku titip urusan kantor.''


''Baik, bos.''


Leonardo pun melangkah keluar dari dalam ruangan.


***


Seluruh keluarga sudah berkumpul di Rumah sakit, Lucky, sang ibu dan Leo sang ayah sudah berada di sana, kecuali Axel, dia tidak ikut menjemput karena ada pelajaran tambahan di sekolah'nya.

__ADS_1


Al sudah duduk di kursi roda siap untuk keluar dari dalam ruangan, wajahnya sudah sedikit ceria, meski kulit wajahnya masih terlihat pucat serta tubuhnya masih sedikit merasa lemas.


''Administrasinya sudah selesai, sayang?'' tanya Adelia sang istri.


''Sudah dong, sayang. Kita tinggal pulang sekarang,'' jawab Leo tersenyum menatap wajah sang istri.


''Ya sudah kita pulang sekarang ya.''


Lucky mendorong kursi Roda kakaknya. Mereka pun keluar dari dalam ruangan tersebut secara bersamaan, dengan perasaan yang terlihat senang karena akhirnya setelah satu Minggu berada di Rumah Sakit, mereka sudah bisa kembali ke Rumah.


''Sayang, kamu mau hadiah apa dari papi? apapun yang kamu mau, pasti papi belikan?'' ucap Leo di sela-sela langkah'nya.


''Beneran, pap?''


Sang ayah mengangguk.


''Hmm... apa ya?'' Al termenung sejenak, memikirkan apa yang sebenarnya dia inginkan.


''Papi, aku juga mau?'' Lucky.


''Kamu kan tidak sedang sakit, dek. kalau kamu mau hadiah juga, sakit dulu kayak Kaka...'' celetuk Al bercanda.


"Dih, Kaka... ogah banget aku di suruh sakit.''


Pria itu pun berjalan menghampiri, tersenyum lalu menyapa.


''Leonardo, sahabatku...'' sapa Alex berjalan mendekat.


''Alex...?'' jawab Leo membulatkan bola matanya.


Sementara Adelia, dia meremas pakaian yang dikenakan'nya, menatap wajah Laki-laki yang sangat dia benci, dadanya pun sedikit terasa sesak, kembali mengingat masa lalu.


''Apa kabar, Leo...?'' Alex mengulurkan tangannya sesaat setelah dirinya sampai dan berdiri tepat di depannya.


''Kabar aku baik, Alex. Seperti yang kamu lihat, baik, sehat bersama keluarga bahagia aku...'' jawab Leo menerima uluran tangan mantan rivalnya.


Lucky dan Axela menatap wajah Alex dengan tatapan heran, karena keduanya belum pernah bertemu dengan pria paruh baya tersebut, ayahnya pun tidak pernah bercerita bahwa dia memiliki sahabat yang bernama Alex.


''Apa kabar Adelia? wajahmu semakin tua semakin cantik dan menarik...''


Alex menatap Adelia dengan tatapan penuh rasa kagum, karena di matanya, wajah cantik wanita bernama lengkap Adelia Fasha itu seolah tidak berubah sama sekali, masih cantik alami seperti dulu.


Adel tidak menjawab pertanyaan Alex, dia merapatkan genggaman tangannya kepada suaminya, wajahnya pun terlihat di paling'kan, karena rasa sakit itu seolah kembali datang saat dirinya menatap wajah pria bernama lengkap Alex Will tersebut.

__ADS_1


''Dia siapa, mom...?'' tanya Lucky masih mengenakan seragam sekolah.


''Apakah ini si kembar? wajahnya gak mirip sama sekali?''


''Bukan, dia anak bungsuku...'' jawab Leo datar.


Alex menatap wajah Lucky dengan seksama, kalau anak ini adalah anak bungsu dari pasangan Leonardo dan juga Adelia, itu berarti dia adalah anak yang dahulu sempat tes DNA, dan mengira bahwa dia adalah anak kandungnya.


''O ya...? tampan sekali kamu, nak? siapa namamu?'' Alex menatap wajah Lucky dengan tersenyum.


''Untuk apa kamu tahu nama dia, Alex...?'' Adelia berucap dengan sedikit bergetar.


''Tentu saja agar aku bisa menyapa dia apabila suatu saat nanti kami tidak sengaja bertemu di jalan, Adelia...''


''Tidak usah menyapa, lagipula kita sudah sepakat untuk tidak pernah merasa saling kenal, kan?'' Leo.


Ucapan Leo membuat Alex terdiam, ada rasa kecewa di dalam hati kecilnya, karena sebenarnya jauh dari lubuk hati Alex yang paling dalam dendam itu sudah tidak ada lagi sana, dan dia ingin mencoba bersikap biasa saja.


''Hmm... aku sungguh kecewa dengan ucapanmu, Leo. Tapi ya sudahlah, jika itu yang kamu inginkan.''


''Kalau begitu kami permisi,'' Leo beserta keluarganya pun hendak melangkah pergi.


''Tunggu...!''


Alex mencoba menghentikan.


''Ada apa lagi, Alex...?''


Leo menghentikan langkahnya.


''Apa kamu yakin hasil tes DNA itu tidak ada kecurangan sama sekali...?''


''Apa maksud'mu, Alex...?''


''Kalau kamu bersedia, mari kita melakukan tes DNA lagi, untuk melihat hasil yang sebenarnya...!''


''Jangan bercanda, Alex. berapa kali pun kamu melakukan tes DNA, hasilnya akan tetap sama. Sekarang aku sedang buru-buru, mari kita mengobrol lagi nanti kalau aku punya waktu senggang, oke...!''


________---------________


promosi


__ADS_1


__ADS_2