Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Kejutan


__ADS_3

Mereka bertiga pun saling berpelukan erat, Alex mendekap tubuh langsing kedua wanita yang sangat dia sayangi itu. Emillia sang istri, Amora putri cantiknya, dan sebentar lagi dia akan segera memiliki momongan yang akan membuat kebahagiaannya semakin sempurna.


Sungguh ... Tidak ada kata yang pas untuk menggambarkan betapa bahagianya Alex saat ini, hingga matanya berkaca-kaca kini, tidak kuasa lagi untuk menahan rasa haru.


''Hmm ... Daddy sayang banget sama kalian,'' lirih Alex, mengecup pucuk kepala istri dan juga sang putri secara bergantian.


''Aku juga sayang Daddy, Love you so much Daddy, always..."


Amora menjawab dengan membenamkan kepalanya di dada bidang sang ayah. Lama larut dalam kebahagiaan yang sedang mereka rasakan, sampai akhirnya suara bel rumah pun berbunyi membuat ketiganya mengurai pelukan secara bersamaan.


''Hmm ... Ada tamu, Mommy buka pintu dulu, ya ...'' ucap Emill.


''Nggak usah, Mom. Biar aku aja yang buka, lagian aku tau siapa yang datang.''


''Axel ...?'' tebak Alex dan juga Emillia secara bersamaan.


Amora menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


''Dad, boleh ya malam ini aku keluar sama El?'' izin Amora dengan suara manja.


''Hmm ... Karena malam ini adalah malam Minggu, kamu boleh keluar sampai larut malam. Tapi ingat, jangan melakukan hal yang macam-macam, janji ...?'' jawab Alex penuh penekanan.


''Iya, Dad. Aku janji gak akan berbuat yang macam-macam.'' Jawab Amora berjalan mundur lalu membalikan tubuhnya.


Axel yang menunggu di depan pintu nampak meraih ponsel dan hendak menelpon Amora yang saat ini masih saja belum membukakan pintu, baru saja dirinya hendak menekan tombol dial, tiba-tiba pintu pun di buka, dan Amora berdiri dibelakang pintu dengan tersenyum bahagia.


''Maaf ya, sayang. Lama buka pintunya,'' ucap Amora yang langsung mendapatkan anggukan dari Axel.


''Masuk dulu, ya. Aku ganti baju dulu. Sebentar ko.''


''Oke ... Daddy mu ada?'' tanya Axel, meletakkan tangannya di pinggang ramping Amora.


''Kenapa kamu nanyain Om, El?'' Tiba-tiba terdengar suara Alex, membuat El sontak melepaskan lingkaran tangannya di pinggang kekasihnya itu, lalu tersenyum kecil.


''He ... he ... he ... Nggak ko, Om. Eu ... Aku mau minta izin bawa putri Om yang cantik ini jalan-jalan, biasa anak muda, he ... he ... he ...'' izin El cengengesan.


''Hmm ... Oke boleh, kebetulan Om sedang bahagia sekali malam ini, jadi Om izinin kalian keluar sampai larut malam, tapi ingat pesan Daddy tadi apa?''


''Jangan ngelakuin hal yang macam-macam ...'' jawab Amora penuh penekanan.


''Pintar ... Sekarang kamu ganti baju dulu, masa keluar pake baju kayak gitu.''


''Iya, Dad. Ini aku mau ganti baju,'' jawab Amora berjalan masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Sepeninggal Amora, kini Tinggallah Alex dan juga Axel yang duduk di ruang tamu, El nampak tidak canggung lagi dalam berbincang dengan calon ayah mertuanya itu, karena mereka memang sudah sangat akrab satu sama lain.


''Hmmm ... Om dengar kakakmu sudah melahirkan ya?'' tanya Alex memulai pembicaraan.


''Iya, Om. Tiga sekaligus ...''


''Iya, Om sudah mendengarnya dari ayahmu, dia langsung nelpon Om dan pamer kalau dia memiliki tiga cucu kembar sekaligus. Akh ... dunia ini memang gak adil, ayahmu sudah memiliki cucu, sedangkan Om baru mau punya satu anak.''


''Itu karena kamu telat nikahnya, sayang.'' Tiba-tiba terdengar suara Emillia berjalan menghampiri dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh manis.


''Hmm ... sayang. Itu karena aku tidak tau kalau ada bidadari cantik kayak kamu di dunia ini, andai saja aku tau dari dulu, mungkin sudah dari lama hari Mas ngejar-ngejar kamu, ha ... ha ... ha ...'' jawab Alex tertawa renyah.


''Hmm ... Gombal banget si.''


''Om, apa Emil ... Eu ... Maksudnya apa, Tante Emillia lagi mengandung?'' tanya El penasaran.


''Iya, El. Om akan memiliki seorang bayi, itu sebabnya Om senang sekali hari ini.''


''Wah, selamat ya, Om, Tante. Aku ikut senang dengernya, Papi pasti senang juga kalau dengar kabar ini,'' El tersenyum bahagia.


''Makasih, El. Ini adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada Om. Karena di usia Om yang sudah setengah abad ini, Tuhan masih memberikan kesempatan pada Om untuk merasakan menggendong seorang bayi kecil.'' Jawab Alex dengan raut wajah bahagia.


Tidak lama kemudian, Amora pun keluarga dari dalam kamar. Wajahnya terlihat begitu cantik dengan tubuh yang berbalut T-shirt berwarna putih dengan tambahan jaket kulit berwarna hitam, celana jeans abu ketat pun nampak melingkar di kaki panjangnya lengkap dengan sepatu kulit tinggi membuat penampilannya benar-benar sempurna.


''Kita berangkat sekarang?'' Amora berjalan menghampiri.


''Hmm ... sayang? apa pakaian kamu gak terlalu se*si itu?'' tanya Alex menatap tubuh putrinya dari ujung rambut sampai ujung kaki.


''Daddy apaan si? se*si apanya? bagian bawah aku tertutup rapat, bagian atas juga gak ada celah sedikitpun, sebelah mananya yang se*si?'' tanya Amora mengerutkan keningnya.


''Celana kamu terlalu ketat, sayang ...''


''Ini namanya, trend. Daddy knows what trendy is? fashionable, okay...?"


(Daddy tau trendy itu apa? modis, Oke ...?)


Amora menjawab dengan nada suara yang sedikit diliukkan membuat Alex tersenyum seketika menggelengkan kepalanya.


''Kami pamit, Dad. Babay ...''


''Hati-hati, sayang ...'' jawab Amora mulai berjalan keluar.


''Kami berangkat dulu ya, Om.'' Pamit El, lalu segera mengikuti kekasihnya itu keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


Axel sengaja tidak mengendarai mobil untuk datang ke rumah Amora, dia sengaja hanya mengendarai motor Harley Davidson miliknya karena ingin berjalan-jalan dengan menikmati udara malam yang segar.


Malam ini dia pun sudah menyiapkan kejutan spesial untuk kekasih tercintanya itu.


''Kita mau kemana?'' tanya Amora, menatap wajah kekasihnya yang terlihat begitu tampan dengan memakai jaket yang sama dengan dirinya, rambut El bahkan dibiarkan sedikit berantakan sisa memakai helm.


''Aku ingin membawa kamu ke suatu tempat,'' jawab El, memakaikan helm di kepala Amora.


''Hmm ... Suatu tempat? kemana?''


''Pokoknya, kamu ikut aja.''


El mulai menaiki motor, dan di susul oleh Amora duduk dibelakangnya melingkarkan tangannya erat di perut Axel hingga tubuh mereka benar-benar saling menempel tanpa jarak sedikitpun.


Brem ... Brem ...


Motor pun mulai dinyalakan, dan Axel segera melajukan motornya pelan keluar dari halaman rumah hingga akhirnya melesat di jalanan.


Di perjalanan, sepasang kekasih itu nampak sangat menikmati perjalanan mereka, udara malam yang terasa dingin membuat Amora semakin merekatkan lingkaran tangannya di perut datar Axel, dengan kepala yang diletakan di pundak kekasihnya itu.


''Apa tidak sebaikanya kita ke rumah sakit dulu? aku ingin melihat keponakan kamu, El.'' Teriak Amora, suaranya samar-samar tersapu angin malam.


''Nanti saja. Aku sudah siapin kejutan spesial buat kamu,'' jawab El yang juga berteriak.


''Baiklah, aku ikut aja kemanapun kamu pergi, malam ini aku milikmu, sayang ...!'' jawab Amora.


Motor pun semakin melaju kencang, memecah jalanan malam yang memang tidak terlalu padat dengan pengendara, sampai akhirnya motor yang dikendarai El berhenti di sebuah taman, taman luas yang tidak ada siapapun di sana.


''Dimana ini?'' tanya Amora merasa asing dengan tempat itu.


El pun memarkir motor lalu turun begitupun dengan Amora yang saat ini menatap sekeliling dengan tatapan heran, karena tidak ada tanda-tanda kehidupan di tempat itu, sepi, hening dan bahkan tempat itupun gelap gulita tanpa satu penerangan pun.


''Karena ini kejutan, aku akan tutup mata kamu, jangan protes dan jangan ngebantah, oke ...?''


Amora mengangguk dengan hati yang berdebar.


Perlahan El mulai memapah tubuh langsing kekasihnya itu, pelan tapi pasti sampai akhirnya mereka sampai di tengah-tengah taman yang hijau membentang.


''Nah kita sudah sampai,'' ucap El membuka penutup mata Amora.


Amora pun perlahan mengedipkan pelupuk matanya pelan, tatapan matanya benar-benar buram bahkan cenderung gelap, sampai akhirnya lampu taman menyala secara bersamaan.


Amora nampak membulatkan bola matanya secara sempurna, menatap dengan seksama apa yang saat ini ada di hadapannya, dia pun tersenyum begitu bahagia hingga matanya pun terlihat berkaca-kaca merasa terharu.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2