Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Axel Dan Axela


__ADS_3

''Apa...? jadi kalian belum menyiapkan nama sama sekali buat si kembar?''


Leo dan Adel saling melayangkan tatapan lalu menatap ke arah ibu, dan menggelengkan kepala secara bersamaan.


''Hmmm...''


Ibu menarik napas panjang.


''Aku hanya menyiapkan satu nama, namun tidak menyangka akan melahirkan bayi kembar,'' Adel menatap si kembar secara bergantian.


''Iya, Bu. Kami berencana akan menyematkan nama yang dahulu aku pakai sewaktu aku hilang ingatan,'' Leo menanggapi.


''Maksudnya 'Axel' nama yang dahulu kamu pakai itu?''


''Iya, Bu.''


''Hmm... ibu setuju. Ibu juga suka nama itu, nama itu nama yang penuh dengan kenangan, lalu adiknya akan di beri nama apa?'' jawab ibu kemudian.


Ketiganya terdiam, sampai akhirnya bayi yang di gendong Leo menangis, seolah dia mengerti kalau Ayah, ibu serta neneknya sedang membicarakan dirinya.


''Cup... sayang... cantik... tenang ya sayang, kami akan segera menemukan bayi yang cocok untukmu,'' Leo menimang putrinya.


''Sini berikan padaku, sepertinya dia menangis karena haus, aku akan memberinya ASI,'' Adelia meraih putrinya.


''Baiklah, sama mamih dulu ya sayang,'' Leo pun menyerahkan sang putri ke dalam gendongan istrinya.


Adel pun segera memberikan ASI dan seketika itu pula, tangisan bayi terhenti, dia meminum ASI dari ibunya dengan begitu lahapnya.

__ADS_1


''Cantiknya kamu, nak.''


''Tentu saja, dia menuruni kecantikan darimu, istriku. Dan kakaknya memiliki ketampanan dari aku, ayahnya. Lihat bukankah dia tampan sekali?'' Leo menatap wajah si kembar secara bergantian.


''Iya... iya... dia menuruni ketampanan dan kecantikan kita berdua, karena kita kan orangtuanya,'' jawab Adelia dengan tersenyum.


Lalu tidak lama kemudian bayi yang di gendong ibu pun ikut menangis, bahkan tangisnya lebih terdengar kencang di bandingkan dengan adiknya.


Eak


Eak


Eak


''Sayang, kamu pasti haus juga ya? cup... cup... cup...''


''Bagaimana ini? apakah bisa menyusui secara bersamaan?'' Leo panik seketika.


''Baiklah, tapi bagaimana caranya, aku tidak tahu cara membuat susu Formula?''


''Sini biar ibu yang buatkan, kamu gendong dulu si kembar'nya.''


''Baik, Bu. Sini sayang, sama Papih dulu,'' Leo meraih dan menggendong putranya.


Leo menatap wajah si kembar dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang, menatap satu persatu bentuk wajahnya yang serasa sangat mirip dengan dirinya.


''Lihatlah, wajah'mu mirip sekali dengan Papih, hidung'mu matamu bahkan bibirmu sangat mirip dengan yang aku miliki, bukankah begitu? ketampanan'nya sungguh sempurna, sama seperti aku,'' ucap Leo menatap wajah sang bayi lalu melihat ke arah Adelia.

__ADS_1


Eak


Eak


Eak


''Iya, sayang. Sabar dulu sebentar ya, Oma sedang membuatkan susu untuk'mu,'' Leo menimang dengan menggoyangkan tubuhnya, mencoba untuk mendiamkan.


''Nah, sudah selesai di buat,'' Ibu menyerahkan botol susu kepada Leo.


Cup...


Leo pun segera memberikan susu formula tersebut dan si kembar pun meminumnya pelan.


''Axel... aku akan memberimu nama Axel wahai putra'ku,'' ucap Leo menatap wajah putranya.


''Lalu adiknya?'' tanya Adel menatap wajah bayi perempuannya.


''Axela...! bagiamana? bukankah cocok? Axel dan Axela, kita akan memangilnya dengan sebutan El dan Al... Wah...! aku pandai sekali dalam memberikan nama,'' jawab Leo penuh percaya diri.


''Baiklah, aku juga suka dengan nama itu, baby El dan baby Al, semoga kalian menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah, jangan kaya Papih kalian, yang sempat berada di jalan yang salah,'' Adel menatap si kembar secara bergantian.


''Apaan... itu kan dulu, sekarang sudah tidak lagi, aku akan menjadi ayah yang baik untuk kalian berdua, meskipun memang iya, dulu aku sempat berada di jalan yang salah, he... he... he...'' jawab Leo sedikit cengengesan.


Si kembar pun tertidur seketika, wajah tampan dan cantik seolah terpancar dari raut wajah keduanya, kini keluarga itu pun benar-benar sempurna setelah kehadiran si kembar yang melengkapi kebahagiaan Leo dan juga Adelia.


Leo dan Adelia pun tidak berhenti tersenyum, keduanya merasa sangat bahagia, apalagi sudah lama sekali, Alex tidak pernah lagi menggangu ataupun mengirimkan teror ke rumahnya, semenjak pertarungan terakhir waktu itu, Alex menghilang seperti di telan bumi, dan tidak pernah muncul lagi.

__ADS_1


_____----____


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2