
Leo mendengus kesal, tatkala mendapati ruangan yang biasa di tempati oleh Alex ternyata sudah kosong, dia pun mengepalkan kedua tangannya, rahangnya pun tampak mengeras dengan gigi yang saling di tempelkan merasa geram.
Tidak lama kemudian, Angel membuka pintu secara kasar, menghampiri Leo yang saat ini sedang menatap sekeliling ruangan dengan wajah kesal.
''Bos...''
Angel menghampiri dengan wajah yang terlihat menatap layar laptop, dia membawa serta sebuah laptop di dalam genggaman, ingin menunjukan apa yang baru saja dia temukan.
''Ada apa?''
''Lihat ini? Sepertinya orang yang sudah menarik investasi di perusahaan kita adalah bang Alex...'' jawab Angel menunduk, tidak menyangka.
''Sudah ku duga, dasar Alex kurang ajar, seharusnya aku bunuh saja dia waktu itu.''
Bruk
Leo menendang kursi dengan keras hingga kursi tersebut terjungkal, Angel terkejut seketika memundurkan langkahnya, dia takut akan menjadi sasaran amukan bosnya yang saat ini sedang dalam keadaan emosi, bahkan tubuhnya sedikit gemetar saat mendengar kata 'Bunuh' keluar dari mulut bosnya tersebut.
Masih jelas di dalam ingatan Angel, kejadian beberapa tahun yang lalu saat Leo membunuh Jimmy dengan begitu saja, saat pria itu sedang dalam keadaan emosi.
Dan sekarang, melihat raut wajah Leo seperti itu, membuat Angel merasa ketakutan, alhasil dia pun lebih memilih keluar dari dalam ruangan dengan berjalan mundur terlebih dahulu.
Dan benar saja, saat Angel sudah berada di luar ruangan, terdengar suara teriakan di iringi dengan hantaman benda keras yang seperti berjatuhan.
Bruk
Brak
Bruk
Mendengar suara tersebut Angel pun segera berlari kencang, dia bahkan membuka sepatu high hill yang di kenakan'nya, agar bisa leluasa dalam berlari.
__ADS_1
Ryan yang sedang berjalan menuju ruangan Alex, mengerutkan keningnya seketika, saat melihat Angel yang sedang lari terbirit-birit dengan menenteng sepatu di tangannya, dan sebuah laptop di tangan lainnya.
''Angel...'' Ryan memanggil seraya mengejar.
Angel yang sudah merasa ketakutan tidak menghiraukan panggilan dari Ryan, sampai akhirnya Ryan berhasil mengejar dan meraih pergelangan tangan Angel.
''Tunggu...! Angel...! Ada apa? mengapa kamu berlari seperti ini? seperti melihat hantu saja.''
''Aku takut, di sana, bos sedang mengamuk, jika tidak ada yang menenangkan semua barang yang berada di sana akan rusak tak bersisa,'' jawab Angel dengan nada suara yang tersengal-sengal.
''Apa...? benarkah...'' Ryan terkejut dan segera berlari menuju ruangan dimana Leo sedang berada.
Dan benar saja, saat Ryan tiba di sana, dia melihat dari balik pintu yang tidak tertutup rapat, keadaan ruangan sudah berantakan total, kursi sudah tidak berada di tempatnya, bahkan meja pun sudah terjungkal.
Ryan memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan, di lihatnya bosnya tersebut sudah dalam keadaan duduk di kursi yang sudah terbalik dengan kepala yang menunduk.
''Bos...? ada apa?'' Ryan dengan sedikit terbata-bata.
Dia merasa menjadi anak yang sangat tidak berguna, karena tidak bisa menjaga dengan baik perusahaan yang di amanat'kan kepada dirinya.
''Bos, minumlah terlebih dahulu,'' Ryan memberikan botol air mineral yang sedari tadi memang dia bawa.
Leo pun segera meraih dan membuka tutupnya, meminum air dari dalam botol hanya dengan sekali tegukan, lalu dia pun menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
''Alex...Bajingan itu, dia telah menghancurkan perusahan yang sudah aku jaga dengan susah payah,'' gerutu Leo, masih dalam keadaan menunduk.
''Apa perlu aku mencari dia?''
''Tunggu, aku tidak boleh gegabah, karena selain menarik investasi dia juga telah mencuri separuh saham yang aku miliki, yang aku inginkan sekarang adalah mengambil saham yang sudah dia curi dari'ku, karena sebenarnya, jika saham ku di kembalikan, bisa aku jual untuk menutupi kerugian di perusahaan.''
''Baiklah, bos. Aku akan siap kapanpun saat bos memberikan perintah, begitu pun dengan anak buah yang lainnya, mereka akan segera berkumpul saat bos memberikan aba-aba, kapanpun dan dimana pun, kami akan selalu menuruti perintah'mu,'' jawab Ryan sedikit membungkukkan tubuhnya.
__ADS_1
''Terima kasih, untuk saat ini jangan bergerak terlebih dahulu, aku tidak mau kalau sampai si brengsek itu sampai kabur, jika dia memakai cara halus untuk mengalahkan ku, maka aku juga akan menggunakan cara yang sama untuk membalasnya,'' Leo menatap lurus ke depan dengan tatapan yang terlihat tajam, membayangkan Alex sedang berada di hadapannya.
''Baik, bos. Tapi apa yang akan bos lakukan sekarang untuk mempertahankan perusahaan?''
''Sepertinya aku akan mengajukan pinjaman ke bank, terus aku juga harus menjual beberapa properti peninggalan mendiang kedua orang tuaku.''
Ryan hanya terdiam, dia tahu bahwa kedua orang tua bosnya tersebut meninggalkan banyak warisan, selain perusahaan yang sekarang di ambang kehancuran, masih ada lagi warisan berupa properti dan simpanan di bank, namun semua itu masih belum cukup untuk menutup kerugian yang di sebabkan oleh Laki-laki yang bernama Alex Will tersebut.
Hal itu terjadi karena uang investasi yang di tanam di perusahaan Leo jumlahnya sangat besar, mencapai miliaran, dan sekarang saat uang investasi itu kembali di tarik, membuat ketimpangan di perusahan di tambah lagi harga saham yang semakin merosot.
***
Di kediaman Alex Will.
''Ha... ha... ha...! Akhirnya rencana ku berjalan dengan lancar, aku bisa dengan mudah menghancurkan perusahan besar milik Leonardo, kita lihat sekarang, apakah kau masih bisa bersikap angkuh dan sombong lagi? ha... ha... ha...!" Suara nyaring Alex menggema di seisi ruangan.
"Syukurlah bos, aku juga senang mendengar'nya, ternyata usaha kita selama satu tahun ini membuahkan hasil,'' jawab Revan berdiri tidak jauh dari tempat Alex duduk di atas kursi rodanya.
''Ambilkan kaki palsu'ku, hari ini aku akan berkunjung ke suatu tempat.''
''Baik, bos.''
Revan segera membantu memakaikan kaki palsu tersebut, memasukannya secara perlahan lalu menguncinya.
''Memangnya, bos mau kemana?''
''Aku akan mengunjungi makam adikku, sudah lama aku tidak berkunjung ke sana, kamu antar aku ke sana sekarang juga, ya...''
''Baik, bos...''
__________-------__________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya reader.