Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Trauma Masa Lalu.


__ADS_3

Tanpa terasa keduanya pun ketiduran di kursi dengan kepala Leo berada di pangkuan Adelia, sementara dia sendiri tertidur dalam keadaan duduk seraya memegangi kepala suaminya.


Wina yang hendak memberikan si kembar karena keadaan sudah malam pun tidak kuasa untuk membangunkan, alhasil kedua baby sister'nya tersebut rela tidur dengan si kembar karena tidak ingin mengganggu majikannya yang seperti tertidur dengan sangat pulas.


Sampai akhirnya, tengah malam, Leo terbangun dan sedikit terkejut karena mendapati istrinya tertidur dalam keadaan duduk, dengan kepala yang bersandar di kursi.


Tak kuasa untuk membangunkan dia pun akhirnya memilih bangun sendiri dan menggendong tubuh istrinya tersebut ke dalam kamar, Leo pun berjalan dengan sangat hati-hati, tidak ingin kalau sampai dirinya membangunkan sang istri.


Ceklek


Leonardo membuka pintu kamar dengan sangat pelan, membawa tubuh Adelia masuk ke dalamnya lalu membaringkan di atas ranjang.


Dia menatap box bayi, dan sudah mendapati si kembar tertidur di dalam sana, sementara kedua baby sister'nya tertidur di karpet tebal di bawahnya.


Kemudian Leo pun membangunkan keduanya dan menyuruh mereka untuk pindah ke kamar masing-masing.


Setelah kepergian kedua baby sister'nya, Leo pun berbaring di samping sang istri dengan tangan yang di lingkarkan di perut istrinya tersebut yang kini masih tertidur pulas.


***


Keesokan harinya.


Siang hari, Leo dan Angel sedang sibuk mempersiapkan berkas untuk mengajukan pinjaman kepada bank dengan rumah mewahnya yang akan menjadi jaminan, dia akan mengajukan pinjaman sebesar sepuluh miliar, untuk menutupi kerugian di perusahaan miliknya tersebut.


Apapun akan dia lakukan untuk menyelamatkan berusaha'nya, termasuk menjual beberapa aset peninggalan yang merupakan harta warisan dari kedua orangtuanya.


''Nah, sudah beres, bos. Tinggal di ajukan saja ke bank,'' ucap Angel seraya memasukan beberapa lembar kertas tersebut kedalam amplop berwarna coklat.


''Baiklah, nanti setelah makan siang, kamu dampingi aku mengajukan ini ke bank,'' jawab Leo dengan kaca mata yang terlihat mengendur dan turun ke atas hidung.


''Baik, bos. Eu... bos. Apa tidak sebaiknya bos menemui bang Alex dan memintanya untuk mengembalikan saham yang telah dia curi darimu? sepertinya cara itu akan lebih cepat di bandingkan mengajukan pinjaman ke bank, yang pastinya akan membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk di setujui oleh pihak bank,'' Angel mengusulkan.


''Sebenarnya si begitu, tapi seperti'nya aku tidak bisa melakukannya, aku takut hilang kendali saat bertemu dengan dia, jujur saja aku sangat membenci dia saat ini, dan yang ingin aku lakukan adalah membunuhnya, untuk memuaskan rasa kesal dalam hati ku, namun aku berusaha menekan perasaan itu, itu sebabnya aku tidak ingin bertemu dengan dia terlebih dahulu.''


Angel terdiam mendengar jawaban dari bosnya tersebut, dia kembali merasakan ketakutan yang mendalam, namun dia berusaha menyembunyikannya, tidak ingin kalau sampai terlihat bahwa dia sedang dalam keadaan seperti itu, karena akhir-akhir ini pikirannya sering di selimuti bayangan masa lalu yang membuat perasaannya dilanda trauma.

__ADS_1


''Ba-baik, bos. Kalau memang itu yang terbaik menurut bos sendiri, kalau begitu saya permisi, saya ada janji dengan Ryan untuk makan siang,'' Angel pamit karena tidak ingin terlalu lama berada di sana.


''Apa kamu berpacaran dengan Ryan?''


''Eu... apa... Ti-dak ko, kami hanya berteman biasa saja,'' jawab Angel lalu keluar dari dalam ruangan.


Ceklek


Angel pun membuka pintu, namun pandangan'nya di buat terkejut seketika saat melihat Adelia ternyata sudah berdiri di balik pintu, dengan wajah yang terlihat datar, menatap tubuh Angelina yang perlahan melintas di hadapannya berjalan dengan sedikit membungkukkan badan, dan sedikit tersenyum yang terlihat di paksakan.


Leo yang belum menyadari kedatangan istrinya, karena Angel tidak mengatakan apa-apa, hanya diam seraya membaca secarik kertas, entah kertas apa yang sedang di bacanya sehingga dia sama sekali tidak menyadari bahwa Adelia sudah berdiri di depan meja, dengan membawa kotak makanan yang secara khusus dia siapkan dan dia masak sendiri untuk di santap oleh suaminya tersebut.


''Ehem...'' Adel berdehem.


''Eh... ada kamu? kapan datang? ko tidak memberi kabar dulu?'' tanya Leo yang merasa terkejut dengan kedatangan istri'nya yang seperti secara tiba-tiba.


''Aku sudah mengetuk, dan bahkan masuk berjalan menghampiri, namun sepertinya kamu sedang dalam keadaan sibuk, hingga kamu tidak menyadari kedatang aku,'' jawab Adel sedikit mengerucutkan bibirnya.


''Maaf, sayang. Aku memang sedang sibuk, sampai-sampai kedatangan'mu saja aku tidak tahu,'' Leo berdiri dan menghampiri.


''Wah... sepertinya kamu bawain aku makan siang ya? Dari baunya sih sepertinya enak, apa ada cemilan kesukaan ku juga?'' Leo menarik lengan Adelia lalu duduk di kursi.


''Mana mungkin aku bosan, cemilan itu seperti sebuah cemilan keramat buat aku, cemilan pertama yang aku makan dahulu, saat aku hilang ingatan, aku bahkan masih teringat saat pertama kali mencoba makanan ini,'' mengambil satu buah gorengan dan menggigitnya perlahan.


Kres


''Hmmm... rasanya masih tetap sama, krispi di luar dan lembut di dalam,'' ucapnya lagi seraya mengunyah makanan.


''Dih, dasar narsis...'' ujar Adel tersenyum.


''Makasih, ya sayang...! aku jadi tidak perlu keluar kantor hanya untuk mencari makan siang, istriku memang the best...'' Leo mengangkat jari jempolnya.


''Sama-sama... Leonardo suami'ku tersayang...'' Angel mencubit kedua pipi suaminya yang penuh dengan makanan, merasa gemas melihat tingkah suaminya yang seperti seorang anak kecil.


"Setelah kamu makan aku langsung pulang ya, kasian si kembar kalau di tinggal terlalu lama," ucap Adelia menatap wajah suaminya yang terlihat menggemaskan di matanya.

__ADS_1


''Iya... sayang. Kamu ke sini nyetir sendiri kan?''


Adel menganggukan kepalanya.


''Baiklah kalau begitu, aku jadi tidak usah mengantarmu pulang, tapi ingat, hati-hati di jalan ya, jangan ngebut, jangan lupa juga memakai sabuk pengaman, oke...''


''Iya... sayang...'' jawab Adel tersenyum.


***


Trok


Trok


Trok


Adelia mengetuk pintu apartemen, sepulang dari kantor suaminya dia sengaja mampir ke suatu tempat untuk menemui seseorang.


Dia berdiri dengan hatinya yang sedikit berdebar sebenarnya. Berpikir bahwa, apakah yang di lakukan'nya ini adalah benar, akh... dia tidak perduli, yang hendak dia lakukan hanyalah membantu suaminya.


Belum juga ada jawaban, dia pun kembali mengetuk pintu berkali-kali, hingga akhirnya terdengar seseorang memutar kunci dan membuka pintu.


Ceklek


Kreket


Seorang pria membuka pintu, dan terkejut seketika dengan mata yang di bulatkan sempurna, seraya tersenyum terlihat bahagia.


''Adelia...'' sapa Pria tersebut.


_____________-------______________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya reader.


_____________

__ADS_1


Rekomendasi novel hari ini



__ADS_2