Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Eksekusi


__ADS_3

Ceklek


Kreket


Gabriel membuka pintu kontrakan'nya, dia pun hendak masuk kedalamnya, namun langkah'nya terhenti seketika saat mendengar suara seorang ibu memanggil namanya.


''Nama kamu Gabriel, kan?''


Ibu tersebut berjalan mendekat.


"Iya, betul. Ada apa ya ...?"


"Dua hari yang lalu ada dua orang yang mencari kamu, Laki-laki dan perempuan, seperti'nya mereka kembar, karena wajahnya mirip sekali.''


" O ya ...? Terima kasih atas informasinya, Bu."


"Sama-sama ...!''


Briel pun melanjutkan langkahnya dan masuk kedalam kontrakan kecilnya. Dia segera masuk ke dalam kamar, lalu berbaring terlentang, menatap langit-langit kamar.


'Apakah kamu mencari aku ke sini, Al? tunggu aku beberapa hari lagi, aku pasti akan datang menemui'mu. Maaf karena telah membuatmu menunggu lama' (batin Gabriel, seraya membayangkan wajah Axela )


Dia pun mulai memejamkan mata secara perlahan, sedikit demi sedikit hingga akhirnya dia pun terlelap.


Gabriel Emerson, pemuda berumur 25 tahun, hidup sebatang kara dan yatim piatu, dia tumbuh dan di besarkan di panti asuhan, memiliki sikap pendiam namun menghanyutkan, Briel nekat terjun ke dunia mafia demi memenuhi kebutuhan hidupnya.


Karena himpitan ekonomi dan susahnya mencari pekerjaan membuatnya mengambil jalan pintas untuk mencari uang, menjadi pembunuh bayaran demi mendapat imbalan besar, di tambah ijazahnya yang hanya sampai Sekolah Menengah Pertama memperkuat tekadnya untuk mencari uang dengan cara yang haram.


Dirinya yang tidak memiliki siapapun di dunia ini membuat perasaan dan sifat dinginnya seolah membuat hatinya membeku, dia membunuh orang tanpa bisa merasakan kesakitan orang yang tinggalkan akibat perbuatan dirinya, hatinya seolah mati dan jiwanya bagai hampa karena selama ini dia tidak pernah merasakan di sayangi atau pun di harapkan kehadirannya.


Namun semenjak kehadiran gadis yang bernama Axela putri dari Leonardo, yang saat ini sedang menunggu kedatangannya dan mencintai dirinya, kebekuan di dalam hati seorang Gabriel seolah sedikit mencair, kehangatan mulai terasa dan rasa kesepian itu perlahan sirna di isi dengan harapan baru yang akan membuat dirinya keluar dari dunia hitam yang selama ini di jalaninya.


Briel bertekad untuk menyudahi pekerjaan dirinya sebagai malaikat pembunuh, dia akan menjalani hidupnya dengan normal setelah misi terakhir'nya selesai, tanpa dia tahu bahwa misi terakhir'nya tersebut akan membawa dirinya kepada jurang penyesalan sekaligus keterpurukan.


***


Malam ini Leo dan Adelia mengundang Amora dan Emillia untuk makan malam di rumahnya, hal itu di lakukan agar mereka bisa saling mengenal lebih dekat dengan pacar kedua putranya, dan agar anak-anaknya tersebut tidak berpacaran secara sembunyi-sembunyi yang kebanyakan remaja bisa terjerumus kedalam kemaksiatan karena kurangnya perhatian dan arahan dari kedua orang tuanya.


Mereka berkumpul di meja makan, hidangan pun lengkap tersaji memenuhi meja, Leo yang duduk di kursi utama menatap satu persatu piring berisi makanan.


''Sayang ...! ko perasaan ada yang kurang ya? makanan kesukaan Papi mana?'' tanya Leo masih menatap satu-persatu makanan di atas meja.

__ADS_1


''Iya, sebentar Pi, ini Al lagi ambil, gorengan, kan?'' Axela berteriak dari dalam dapur.


''Oh, ada ...?'' teriak Leo mengalihkan pandangannya ke arah dapur.


''Tentu saja, mana mungkin makanan ini sampai ketinggalan, nih aku bawain ...!'' Al berjalan ke meja makan dengan di ikuti oleh sang ibu dari arah belakang.


''Wah ... masih hangat, makasih ya sayang, kamu memang putri kesayangan papi yang paling the best deh pokoknya.''


''Akh ...! papi lebay ...!'' Lucky mengejek.


''Kalian ... silahkan makan, kalau ada yang kurang, bilang saja sama om, nanti om pesankan yang lainnya,'' Leo manatap wajah Amora dan juga Emillia secara bergantian.


''Makasih, om. Ini sudah lebih dari cukup, ko.'' Jawab Emil dengan tersenyum.


Lucky dan juga Axel nampak tersenyum bahagia, karena kekasih mereka di terima dengan tangan terbuka oleh ayahnya, meski sang ayah hanya menganggap hubungan mereka sebagai cinta monyet semata, namun apa yang sang ayah lakukan membuat perasaan keduanya merasa senang.


''Om, apa om sesuka itu sama gorengan?'' Amora.


''Tentu saja? apa kamu belum pernah memakan gorengan?''


Amora menggelengkan kepalanya.


''Wah ... sayang sekali, coba kamu cicipi gorengan buatan Tante Adelia istri Om, pasti bakalan ketagihan.''


''Silahkan ... silahkan ...! jangan sungkan dan anggap saja kita keluarga, oke ...''


''Baik, om. Makasih ...'' jawab Amora, lalu meraih satu buah gorengan yang masih hangat, dan menggigitnya.


Kres ...


''Hm ...!''


''Gimana ...? enak kan?'' Leo menatap wajah Amora seraya tersenyum.


''Hm ...! enak sekali, om. Renyah di luar dan lembut di dalam,'' Amora menjawab dengan mulut yang terisi penuh dengan gorengan.


''Iya, kan? apa kata om juga, istri Om memang the best ...''


''Papi, jangan berlebihan gitu akh, gorengan nya enak, ya ... itu karena emang Mommy dulunya penjual gorengan, di kampung ...'' jelas Adelia sang istri.


''Serius, mom? ko aku gak tahu? coba deh ceritain awal mula kalian bertemu, mommy yang seorang penjual gorengan, bertemu dengan Papi yang merupakan seorang pemuda tampan dan juga kaya raya, penasaran deh, mirip kayak film Cinderella ..." celetuk Axela dengan polosnya.

__ADS_1


''Awalnya begini ...''


Leo pun menceritakan awal mula dirinya bisa mengenal Adelia sang istri, dari awal sampai akhir tanpa ada yang terlewatkan, seraya memakan makanan yang terhidang.


Semuanya pun tertawa mendengar kisah yang sudah terjadi lebih dari 20 tahun itu, sang ayah menceritakan semuanya seolah itu baru terjadi kemarin, dengan begitu Antusias, kembali mengingat setiap detail pertemuan demi pertemuan dirinya dengan sang istri sampai akhirnya menikah dan memiliki tiga anak.


''Wah, aku salut sama kalian berdua, om dan Tante memiliki kisah hidup dan unik, semoga saja aku bisa bertahan dengan Lucky, meski usia kami terpaut cukup jauh,'' ucap Emillia tersenyum merasa kagum mendengar perjalan cinta kedua orang tua dari kekasihnya tersebut.


''Amin, sayang.'' Jawab Lucky meraih pergelangan tangan kekasihnya lalu menggenggamnya.


***


Malam hari ...


Axela tiba-tiba saja terbangun setelah mendengar langkah kaki yang terdengar tepat di depan kamar tidurnya, langkah kaki tersebut seolah melintas tepat di depan pintu kamarnya yang tertutup rapat.


Dia pun melirik jam dinding yang terpasang di dinding kamarnya, dan waktu saat ini sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari.


''De, kamu kah itu?" sapa Al, menatap ke arah pintu.


Karena tidak ada jawaban, dan merasa penasaran, dia pun turun dari atas ranjang lalu berjalan ke arah pintu.


Ceklek


Kreket


Al membuka pintu pelan,dia pun maju satu langkah dan berdiri di depan pintu, suasana luar kamar yang gelap membuatnya menyipitkan matanya yang masih terasa mengantuk.


Samar-samar dia pun melihat seorang laki-laki yang berdiri tidak jauh membelakangi dirinya, memakai berpakaian serba hitam dengan topi, serta masker berwarna hitam pula.


''Siapa kamu ...?'' tanya Al pelan.


Pria tersebut, hanya terdiam dan tidak menoleh.


''Aku tanya, kamu siapa?'' sedikit menaikan suara'nya yang mulai terdengar panik.


Tidak ingin membuat gadis yang di belakangnya semakin membuat kegaduhan, pria tersebut pun berbalik lalu mengangkat dan merentangkan tangan ke arah depan dengan pistol di dalam genggamannya mengarah tepat ke arah wajah Axela.


__________-----------__________


Promosi

__ADS_1



__ADS_2