
Angel menunduk seketika merasa kecewa, mendengar jawaban Ryan membuat hatinya merasa kesal, mengapa selama ini dia tidak tahu sama sekali bahwa Ryan sudah menikah dan bahkan memiliki seorang putra.
Mengapa wanita cantik dan seksi seperti dia telah di tolak dua kali oleh Laki-laki, dan dua-duanya memiliki alasan yang sama, yaitu. Sudah mempunyai istri. Apakah ini karma yang harus di dapatkan oleh dirinya, karena dahulu pernah mengkhianati cinta tulus seorang Leonardo?
Apakah ini ganjaran yang setimpal karena telah membuat Jimmy kehilangan nyawa, akibat ulah dirinya yang dengan sengaja mempropokasi Leonardo saat dia sedang dalam keadaan emosi? Dahulu?
Batinnya bergejolak seketika, memikirkan nasib cintanya yang harus selalu mendapatkan penolakan dan di buat patah hati lagi, sebanyak dua kali.
''Oh...! Maaf, aku tidak tahu itu, mengapa aku sampai tidak tahu bahwa kamu sudah memiliki seorang Istri? selama ini, kamu selalu terlihat seperti seorang pemuda yang belum menikah sama sekali. Sungguh sebuah kejutan yang tidak terduga," ujar Angel tersenyum menahan rasa kecewa.
''Aku mohon maaf, karena baru bisa mengatakannya sekarang,'' Ryan menundukkan kepalanya merasa menyesal.
''Tidak apa-apa, memang aku yang salah ko, karena tidak pernah bertanya sebelumnya, dengan percaya dirinya aku menyatakan cintaku padamu, dan akhirnya mendapat kekecewaan, wah sungguh di luar dugaan,'' ucapnya lagi merasa tidak percaya.
''Sekali lagi, aku mohon maaf,'' ucap Ryan lagi.
Tidak lama kemudian, pelayan pun datang dengan membawa dua porsi nasi goreng spesial yang tadi mereka pesan sebelum'nya.
Keduanya pun langsung menyantap makanan tanpa sepatah katapun, rasa canggung tiba-tiba saja menghampiri dan menggerogoti hati, Angel yang awalnya sangat bersemangat dan terlihat menebar senyuman, kini berubah muram dan menjadi pendiam.
Dan Ryan, kini dia lebih merasa tidak enak, karena mungkin saja dia telah melukai harga diri seorang Angel, yang merupakan mantan kekasih dari bos yang selama ini menjadi panutannya.
'Maafkan aku Nona Angel, aku terpaksa berbohong padamu, aku hanya tidak ingin mengkhianati bos Leo, seperti yang dahulu di lakukan oleh Jimmy, meski kau bukan lagi kekasih dari Bos Leonardo, namun tetap saja, aku tak bisa memacari'mu, meski dalam hati ku sebenarnya ingin sekali melakukannya, karena aku juga menyukaimu, Nona Angelina...' (Batin Ryan berucap)
__ADS_1
''Aku sudah kenyang...'' Angel meletakan sendok dan mengusap mulutnya dengan tisu, setelah itu dia pun meneguk air minum.
''Pelaya...!'' Angel melambaikan tangannya, memanggil pelayan untuk membayar tagihan.
''Berapa semuanya?'' tanya Angel sesaat setelah pelayan tersebut tiba di meja.
''Semuanya 175.000 rupiah, nona.''
''Baik, ambil saja kembaliannya...'' Angel menyerahkan uang.
Ryan hanya bisa menatap wajah Angel yang terlihat dengan perasaan iba, hatinya Ryan berulang kali meminta maaf, atas kebohongan yang baru saja dia lakukan, dengan berpura-pura telah memiliki anak dan juga istri.
Angel pun segera bangkit dan berdiri hendak pergi, namun Ryan menahan dan menawarkan untuk mengantarkan.
''Mau saya antar, Nona Angel?''
''Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan, sekali lagi aku mohon maaf,'' Ryan berdiri dan menatap kepergian Angel.
***
Malam hari.
Leonardo baru saja tiba di rumahnya, dia pun keluar dari dalam mobil, seperti biasanya, dia selalu di temani oleh asisten pribadinya, yaitu. Ryan. Leo berjalan santai dengan sedikit bersenandung senang.
__ADS_1
Ceklek
Leo membuka pintu lalu masuk kedalam rumah, entah mengapa, keadaan rumah pun terasa sepi, tidak seperti biasanya yang selalu di sambut oleh sang istri tatkala dirinya selesai bekerja.
''Adelia... Istriku...!'' Leo berjalan lebih dalam lagi, seraya memanggil sang istri.
''Mengapa suasana rumah terasa mencekam?'' Ryan menatap ke sekitar lalu menoleh kearah bos'nya.
Keduanya pun terus berjalan beriringan.
Ryan mencari saklar, lalu menghidupkan lampu yang sama sekali belum di nyalakan, dan keduanya tampak terkejut seketika saat melihat darah segar berceceran di atas lantai.
''Apa ini?'' tanya Leo berjongkok dan menempelkan satu jarinya ke lantai dimana darah itu tercecer.
''Sepertinya ini darah, bos... Darah ma-nu-sia...'' jawab Ryan dengan nada suara yang terdengar terbata-bata.
''Apa...?''
Leo pun panik seketika, dia segera berlari ke dalam kamarnya untuk mencari istrinya, Adelia.
_________----------_________
Selamat malam semuanya kali ini author akan merekomendasikan novel yang bagus untuk kalian semua, semoga bisa menemani waktu luang kalian... Terima kasih...
__ADS_1
*****