Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Menerima Lamaran


__ADS_3

Dengan sedikit malu-malu, dan rasa terharu, Angel pun menerima bunga mawar yang jumlahnya bahkan tidak terhitung itu, lalu mencium aromanya.


''Darimana kamu tahu aku tidak bisa tidur?'' tanya Angel.


''Dari lampu di kamar'mu, kamar mu masih terlihat terang, dan aku tahu kamu pasti kamu belum tertidur, karena kamu tidak suka tidur dengan lampu yang masih menyala seperti itu, kan?'' jawab Ryan menunjuk ke atas dimana kamar Angel berada.


Sekali lagi, Angel pun merasa terkesima, darimana Ryan tahu kebiasaan dirinya yang dia kira orang lain pun tidak ada yang mengetahuinya, sementara Ryan, yang merupakan orang asing baginya, tahu bahwa dirinya memiliki kebiasaan seperti itu.


Angel pun tersenyum dengan perasaan yang terasa melambung ke udara, perlakuan Ryan kepada dirinya seolah membuat hati'nya merasa sangat bahagia.


''Kenapa diam saja? bukankah ucapan'ku benar?''


Angel menganggukan kepalanya.


''Terima kasih, bunga indah sekali, dan harum lagi, aku sungguh senang menerima'nya,'' ucap Angel.


''Sama-sama...! jadi bagaimana?''


''Bagaimana apanya?''


''Apakah kau sudah memikirkan tawaran yang aku berikan? menikahlah denganku, aku berjanji akan membahagiakan dirimu,'' Ryan menatap penuh harap.


Sementara Angel hanya terdiam.


''Jangan membuat aku menunggu terlalu lama, karena aku telah melakukannya selama lebih dari dua tahun lamanya, memendam rasa dan berada didalam kegundahan,'' Ryan kembali berucap.


''Ryan...! kamu yakin dengan perasaan'mu itu?''


Ryan mengangguk.


''Kamu tidak akan menyesal?''


Ryan kembali mengangguk.


''Apakah kamu akan menerima semua masa lalu kelam'ku, dan tidak akan mengungkitnya suatu saat nanti?''


Ryan mengangguk dengan tersenyum.


''Aku berjanji, Angelina...'' jawab Ryan.


''Baiklah kalau begitu. Aku akan menerima'mu menjadi calon suami'ku...'' akhirnya Angel merasa yakin dan menerima lamaran Ryan.


''Benarkah...?''


Angel menganggukan kepalanya seraya tersenyum.

__ADS_1


Dan seketika itu pula, Ryan pun langsung memeluk tubuh ramping berbalut baju tidur Angelina, seraya tersenyum merasa sangat senang. Dia pun membenamkan kepalanya di leher Angel serta memejamkan matanya.


''Terima kasih, Angel. Aku berjanji, akan segera mengenalkan mu kepada kedua orang tua'ku, setelah itu aku akan melamar'mu secara resmi,'' ucap Ryan di dalam pelukan.


''Secepat itu?'' Angel melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ryan.


''Kenapa? apa kamu tidak mau?''


''Tidak bukan begitu, aku mau, ko... sungguh...'' Angel menatap wajah tampan Ryan, yang saat ini sudah resmi menjadi kekasihnya, bahkan calon suaminya.


Ryan pun melakukan hal yang sama, menatap seraya memainkan rambut panjang wanita yang saat ini sangat di cintai'nya, dan tidak lama Kemudian, dia pun mengecup bibirnya lembut.


Angel menerima kecupan manis Ryan, menautkan bibir ranumnya dengan penuh kasih sayang.


''*I love you..."


"I love you to... Ryan*..."


Setelah mereka melepaskan kecupannya masing-masing.


***


Satu bulan kemudian.


Benar saja, setelah mereka resmi berpacaran, Ryan pun segera mengenalkan calon istrinya kepada kedua orangtuanya, keluarga Ryan pun sepertinya dapat menerima Angel dengan tangan terbuka.


Leo yang mengetahui hal tersebut merasa ikut berbahagia, dan berharap bahwa mantan kekasihnya tersebut akan hidup bahagia, mengingat bahwa dia pernah menyakiti dan mencampakkan Angelina begitu saja, dahulu.


Satu bulan sebelum pernikahan.


''Bos, mulai Minggu depan, sepertinya aku akan meminta cuti, karena aku harus segera mempersiapkan acara pernikahan aku bersama Ryan,'' Angel berdiri dia hadapan Leo, di ruangannya di dalam kantor.


''Baiklah...'' Leo menjawab datar.


''Apa kamu tidak akan mengucapkan selamat padaku, Leo?''


Leo mengangkat kepala dan menatap wajah Angelina.


''Selamat ya, Angel. Aku harap kamu bisa berbahagia dengan Ryan, dia pria yang baik, aku harap kamu tidak menyakiti dia, dan aku juga minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan dahulu, menyakiti'mu dan mencampakkan'mu, tapi aku tidak menyesal melakukan'nya, karena kamu memang pantas mendapat'kan hal tersebut.''


''Dih... dasar, permintaan maaf macam apa itu? meminta maaf dengan perkataan yang menusuk,'' Angel tersenyum kecut.


''O ya... aku akan memberikan hadiah pernikahan, kamu tinggal pilih hadiah apa yang kamu mau, terserah kamu, aku malas memikirkannya, jadi pilihlah apapun yang kamu mau, dan berapa'pun harganya, aku akan memberikan'nya,'' ucap Leo kemudian.


''Benarkah...? bos serius?'' Angel tersenyum senang.

__ADS_1


Leo mengangguk...


''Berapapun harganya?''


Leo kembali mengangguk.


''Yeey...! terima kasih bos, aku akan memikirkan'nya, kebetulan ada sesuatu yang sedang sangat aku inginkan, dan aku sudah menabung selama bertahun-tahun, namun uangku masih belum cukup untuk membeli'nya,'' ucap Angel dengan senyum yang mengembang.


''O ya... apa itu?''


''Jangan kaget ya? kan kamu sendiri yang bilang bahwa aku bebas memilih dengan harga berapapun?''


''Iya... iya... katakan saja, aku punya banyak uang ko...'' Leo bertanya dengan rasa penuh percaya diri.


''Aku ingin mobil sport Lamborghini keluaran terbaru yang hanya ada 10 buah saja di dunia ini, warna merah...'' jawab Angel dengan begitu polosnya.


''Kamu gila ya...? aku saja belum punya mobil yang seperti itu?'' Leo membulatkan bola matanya.


''Kan tadi bos sendiri yang bilang, aku bebas memilih?''


''Gak jadi, aku tarik kembali ucapan'ku yang satu itu, aku akan memilih'kan sendiri kado pernikahan yang pas untuk'mu,'' Leo berucap kesal.


''Akh... bos curang... katanya punya banyak uang, masa beli mobil yang kayak gitu aja gak sanggup?'' Angel mengerucutkan bibirnya.


''Uang ku memang banyak, dan nggak akan habis sampai tujuh turunan, tapi kalau harus di pakai buat beli mobil yang kamu inginkan, aku sayang mengeluarkannya, lebih baik mobil itu aku berikan kepada istri'ku saja,'' Leo dengan wajah datar.


''Dih... dasar, bos pelit...'' Angel memutar badan dan hendak keluar dari dalam ruangan.


Leo pun hanya tersenyum menatap punggung Angelina, dan baru saja Angel akan membuka pintu, Ryan tiba-tiba masuk dan membuka pintu terlebih dahulu, membuat Angel terkejut dibuatnya.


''Sayang...'' sapa Angel.


''Sudah selesai meminta izinnya?''


Angel mengangguk.


''Kalau begitu giliran aku,'' Ryan meraih lengan Angel, dan menarik'nya kembali untuk menemani dirinya berdiri di hadapan pria yang sudah lebih dari lima tahun menjadi bos'nya tersebut.


''Bos, aku meminta izin untuk segera menikahi Angelina, mantan kekasih'mu, sekaligus sekertaris'mu, tolong beri kami restu, karena aku sudah menganggap dirimu seperti kakakku sendiri,'' ucap Ryan menatap wajah Leo dengan tatapan serius.


''Tentu saja, aku dengan senang hati akan merestui kalian, semoga kalian bahagia, dan memiliki banyak anak seperti aku,'' jawab Leo merasa senang.


''Terima kasih, bos. Dan mulai Minggu depan kami sudah mulai cuti, aku harap bos juga mengijinkannya.''


''Ya... ya...! dengan berat hati aku mengijinkan, meski aku akan sangat kewalahan dalam mengurus perusahaan jika tidak ada kalian, tapi ya sudahlah...! tapi ingat ya, kalian harus segera kembali bekerja jika waktu cuti kalian sudah habis, aku akan memberikan kalian waktu cuti, selama empat Minggu saja, tidak lebih... Oke...?''

__ADS_1


_________---------__________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2