Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Investor


__ADS_3

''Apa ini? kamu menyimpan poto'ku?'' Angel sedikit menaikan suaranya.


''Tidak... eu anu itu bukan Poto milikku,'' Ryan menjawab dengan sedikit terbata-bata.


''Bohong, dompet ini jelas-jelas milik'mu, ha... ha... ha...'' Angel tidak percaya, berkata dengan sedikit tertawa yang di paksakan.


''Eu... Anu... nona bukan seperti itu...?'' Ryan terlihat salah tingkah, karena usahanya untuk menutupi rasa sukanya kepada mantan kekasih dari bos'nya tersebut sudah terbongkar.


''Ada apa ini ribut-ribut?'' Leo keluar dari dalam ruangan karena penasaran mendengar suara kegaduhan.


''Bos...! Tidak ada apa-apa ko, hanya ada sedikit kesalahpahaman saja,'' Ryan meraih dompet miliknya dari genggaman tangan Angel.


''Kesalahpahaman apa jelas-jelas kamu--'' Angel tidak meneruskan ucapannya.


''Saya permisi, bos.'' Ryan pergi dengan tergesa-gesa, keluarnya sang bos dari dalam ruangan, seolah memberinya kesempatan untuk dirinya tidak menjawab pertanyaan Angel yang serasa menyudutkan.


Leo dan Angel menatap kepergian Ryan, dengan tatapan heran.


''Sepertinya orang kepercayaan'mu itu diam-diam menyukai'ku,'' celetuk Angel berjalan menuju meja kerja'nya.


''Siapa maksudmu?''


''Siapa lagi? memangnya kamu punya Asisten lain selain si Ryan itu? sudah punya istri dan anak masih berani diam-diam menyimpan Poto wanita lain di dalam dompet'nya, katanya mau setia, dasar bulsyit...!'' Angel duduk di kursi dan meletakan kepalan tangan di bawah dagu runcingnya.


''Apa maksud'mu? Ryan belum menikah, apalagi punya anak, ngarang kamu.''


''Apa...? kamu serius?'' Angel terlihat kesal karena telah di bohongi.


''Iya, setahuku begitu. Hei... Angel... awas ya jangan berani-beraninya menggoda Ryan, dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri, aku tidak akan tinggal diam jika kamu sampai berani mempermainkan dia,'' Leo mengingatkan dengan penuh penekanan.


''Apa maksud'mu? jelas-jelas dia yang menyimpan poto'ku di di dompet'nya,'' Angel tidak terima.


''Sudah-sudah cepat kerja lagi, mau aku potong gaji'mu bulan ini? hah?''


''Baik-baik tuan SSTI...'' Angel kembali mengejek.


''Apa kamu bilang?'' Leo membulatkan bola matanya tidak terima terus di ejek seperti itu.


''Suami Suami Takut Istri,'' Angel dengan nada bicara penuh penekanan.


'Andai saja yang menjadi istri'mu itu adalah aku, mungkin aku akan menjadi wanita paling bahagia di dunia,' (batin Angel).


''Gaji kamu bulan ini aku potong 10%.''


''Apa...? kok gitu, bos?''

__ADS_1


''15%... kalau begitu,'' Leo menatap wajah Angel dengan tatapan yang terlihat kesal.


''Nggak mau... bos curang, masa karena bilang gitu aja, gaji aku dipotong...?'' Angel mengerucutkan bibirnya kesal.


''20% karena kamu masih berani menawar...'' Leo masuk ke dalam ruangannya.


'Nggak sopan banget sih, mengejek aku seperti itu. Meski memang yang dia katakan adalah benar, tapi tetap saja, aku merasa tersinggung,' (Leo bergumam pelan)


Tok


Tok


Angel masuk ke dalam ruangan.


''Apa lagi, mau aku tambahin lagi?'' Leo membulatkan bola matanya.


''Tidak, bos. Ampun bisa habis nanti gaji'ku.''


''Terus... ada apa?''


''Aku hanya mau mengingatkan, kalau investor terbesar kita sudah membuat janji jam satu siang nanti,'' jawab Angel.


''O, ya?''


''Dimana dia ingin bertemu? investor kita ini akan memberikan investasi yang sangat besar, jadi kita harus berhati-hati, jangan sampai dia merubah pikiran'nya, dan usaha kita untuk mendapatkan investasi besar gagal,'' Leo mengingatkan.


''Baik, bos.''


Angel sedikit membungkuk lalu hendak keluar dari dalam ruangan, namun tiba-tiba dia menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Bos'nya.


''Bos...?'' Angel merengek.


''Apa lagi, Angelina...?''


''Bisakah pemotongan gaji itu di batalkan? aku mohon?'' merengek dengan menempelkan telapak tangannya seperti sedang memohon.


''Tidak... Titik...''


''Aku janji tidak akan mengejek bos lagi.''


''Tidak... Tidak... Cepat keluar,'' Leo menaikan sedikit suaranya.


Angel pun berlalu dan hendak kembali berjalan dengan wajah yang terlihat muram.


''Tunggu... Angel.''

__ADS_1


Angel menghentikan langkahnya tersenyum lalu memutar badannya, berfikir bahwa bos'nya tersebut akan membatalkan pemotongan gaji dirinya.


''Iya, bos. Apa bos berubah fikiran?''


''Bukan itu. Aku minta mulai besok kamu tidak boleh memakai baju yang terlalu seksi, bagian dada'mu terlalu terbuka, aku tidak suka,'' ujar Leo tanpa menoleh.


''Dih... dari dulu memang pakaian'ku selalu seperti ini, mengapa baru protes sekarang?'' Angel kembali mengerucutkan bibirnya merasa semakin kesal.


''Apa kamu berani membantah lagi? mau aku tambahin pemotongan gaji'mu itu?''


''Iya... iya... baik Tuan bos...''


Angel pun benar-benar keluar dari dalam ruangan dengan perasaan kesal dan wajah yang terlihat muram.


***


Pukul satu siang, Leo sudah berada di dalam Restoran mewah dan dengan spesial dirinya memesan ruang privasi yang hanya boleh di isi oleh orang memesannya saja, seperti biasa dia di temani oleh sekertaris serta Ryan, orang kepercayaan dirinya.


Dia tersenyum merasa senang, menunggu investor besar yang akan berinvestasi di perusahaan miliknya. Baginya, investor ini merupakan investor spesial, karena orang ini bersedia berinvestasi sebesar lima miliar rupiah ke perusahaan yang di pimpinnya.


Pintu ruangan itu pun di buka dari luar, Leo pun berdiri menyambut kedatangan orang sudah sedari dia tunggu.


Perlahan orang yang membuka pintu pun masuk, membawa satu orang pria yang duduk di atas kursi roda, mendorong kursi roda tersebut masuk ke dalam.


Leonardo terkejut seketika, dia membulatkan bola matanya dengan mulut yang sedikit menganga, merasa terkejut dengan pria yang dia lihat sekarang.


____________--------_____________


*Jangan lupa


Like


komen


vote


Hadiah


Agar Author semangat berkarya


Terima kasih ❤️❤️❤️


___________------__________


Rekomendasi kali ini, author akan memperkenalkan sebuah novel bagus milik sahabat Author, semoga bisa menghibur kalian semua*.

__ADS_1


__ADS_2