Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Sepenggal Kisah Di Masa Lalu


__ADS_3

Alex segera membalikan badannya, setelah mendengar ucapan revan yang seolah memberi sinyal untuk berperang.


''Memangnya kamu punya apa berani melawan Leonardo? seberapa kerasnya pun kamu berusaha, kamu akan tetap kalah, apa kau tidak melihat aku? aku sampai kehilangan satu kakiku, karena aku terlalu berambisi dengan dendam, dendam yang menjerumuskan aku ke lubang hitam,'' Alex dengan penuh penekanan.


''Aku tidak peduli, lagipula, aku punya satu anak buah yang dapat aku andalkan, dan dia akan menjadi ujung tombak'ku dalam mengalahkan dia.''


''Baiklah, jika itu yang kamu mau, aku sudah menasehati'mu, aku juga sudah memperingatkan kamu, Revan. Jika kamu masih bersikukuh, maka bukan hanya Leo yang akan menjadi musuh kamu, tapi aku juga, mulai saat ini aku musuh'mu,'' Alex melayangkan tatapan tajam, lalu kembali berbalik, dan berjalan meninggalkan kediaman Revan.


***


Tiga hari kemudian.


Akhirnya, hari ini Leo sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumahnya, setelah Dokter memastikan bahwa keadaan Leonardo sudah semakin membaik sekarang.


Seluruh anak-anaknya datang ke Rumah Sakit, untuk menjemput sang ayah, begitu pun dengan Alex yang membawa serta Amora, spesial datang ke sana untuk menemani Leo kembali ke rumahnya.


Sebenarnya Amora masih merasa tidak enak karena sikap Tante Adelia yang telah berubah terhadapnya, namun karena desakan dari sang ayah Amora terpaksa ikut ke Rumah Sakit.


Alex nampak berjalan di koridor Rumah Sakit bersama Amora yang berjalan di belakangnya dengan langkah yang terlihat gontai, dan wajah yang sedikit muram.


Alex yang kemudian menyadari hal tersebut segera menghentikan langkahnya dan berbalik lalu menatap wajah putri kesayangannya.


''Wajahmu kenapa, sayang? Seharusnya kamu senang karena akan bertemu dengan pacar kamu, bukan malah murung kayak gitu.''

__ADS_1


''Dad ...! Boleh aku bertanya sesuatu?'' tanya Amora.


''Tentu saja boleh, coba katakan, apa yang ingin kamu tanyakan?'' keduanya berjalan secara beriringan dengan langkah yang pelan.


''Apa Daddy dan Tante Adelia pernah terjadi sesuatu di masa lalu?''


Alex menghentikan langkah kakinya, begitupun dengan Amora.


''Maksud kamu apa, sayang?''


''Hmm ...! sikap tante Adel sedikit berbeda sejak dia tahu bahwa aku putri Daddy, aku berfikir mungkin pernah terjadi sesuatu antara Daddy dan beliau.''


''Mari kita duduk sana, Daddy akan menceritakan sedikit tentang apa yang terjadi antara Daddy dengan ibu dari pacar kamu itu.'' Alex menunjuk kursi yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri dengan sang putri.


''Apa Daddy pernah menyukai Tante Adelia?'' tanya Amora tiba-tiba.


''Ko kamu bisa tahu?''


''Apa Daddy gak sadar, kalau tatapan Daddy saat menatap Tante Adelia itu penuh dengan rasa kagum?''


''Benarkah ...? Apa begitu ketara?''


''Tentu saja, orang lain mungkin gak akan menyadarinya, tapi aku putrimu dapat melihat dengan jelas kalau sorot mata Daddy itu memancarkan sesuatu yang berbeda,'' Amora dengan sedikit tersenyum.

__ADS_1


Alex tersipu malu, dia sama sekali tidak menyangka bahwa putrinya bisa mengetahui hal itu.


''Sebenarnya, dulu Daddy memang sangat menyukai Tante Adelia, dan waktu itu dia sudah menjadi istri Leo, salah Daddy karena mencintai Istri orang lain, dan memaksa dia mencintai Daddy juga, tapi akhirnya, Daddy sadar kalau cinta mereka sangat kuat, dan Daddy sama sekali gak bisa memisahkan mereka berdua.''


''Akhirnya Daddy menyerah dan memilih melupakan dia, dan pindah ke Amerika, berharap bahwa Daddy bisa melupakan wanita itu,'' Alex menjelaskan.


''Apa Daddy masih menyukainya sekarang, Tante Adelia?" Amora menatap wajah sang ayah, dia baru tahu ternyata ini alasan ayahnya tersebut masih sendiri sampai sekarang.


"Apa ...? tentu saja tidak, mana mungkin Daddy mencintai istri dari sahabat Daddy sendiri, dulu itu karena Daddy di buta'kan dengan cinta saja, tapi sekarang Daddy sadar, kalau apa yang Daddy lakukan dulu itu salah," jawab Alex berbohong.


"Bohong ...!" Amora semakin menatap wajah sang ayah.


"Ha ... ha ... ha ...! putri ayah ini memang susah sekali di bohongi, sudah-sudah, ngebahas masa lalunya nanti lagi ya, sekarang kita harus segera ke ruangan Leo, nanti mereka keburu pulang, lho ..." Alex bangkit dan hendak melangkah.


"Dad ...!"


Amora berdiri lalu memeluk tubuh sang ayah, merasa iba dengan apa yang terjadi di masa lalu, pasti sangat menyakitkan kembali bertemu dengan wanita yang pernah dicintainya dulu, apa lagi, terlihat jelas dari wajah sang ayah bahwa dia masih sangat mencintai wanita bernama Adelia tersebut.


"Daddy, yang sabar ya, aku doain semoga Daddy bisa bertemu dengan wanita cantik dan tentunya lebih baik dari Tante Adelia, mulai sekarang Daddy harus benar-benar melupakan dia, pasti sangat tersiksa bertemu dengan dia, sementara perasaan itu masih ada di dalam hati Daddy," lirih Amora merasa iba.


"Iya, sayang. Terima kasih karena telah menguatkan Daddy, Daddy janji, mulai sekarang Daddy akan melupakan wanita bernama Tante Adelia itu, dan kamu gak perlu khawatir, Daddy pastikan kalau hubungan kamu dengan Axel gak akan keganggu sama sekali karena masalah Daddy, Daddy akan selalu mendukung kalian berdua," Alex mengecup pucuk kepala putri kesayangannya.


___________-----------___________

__ADS_1


__ADS_2