Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Koma


__ADS_3

''Istri saya kenapa, Dokter?'' wajah Leo terlihat pucat dengan mata yang di bulatkan sempurna.


''Karena mengalami pendarahan hebat, sekarang Nyonya Adelia mengalami koma, mungkin hal itu terjadi karena selama kehamilan, nyonya Adelia mengalami stres yang berlebihan.''


Leo dan ibu lemas seketika, keduanya menangis merasakan kesedihan yang mendalam, terutama Leo, pandangannya terlihat sedikit kabur, dan tubuhnya pun hampir saja tumbang, untung saja ada tangan ibu yang memegang kuat tubuh kokohnya.


''Apa yang akan terjadi dengan istri saya, Dok? istri saya pasti bangun lagi kan?'' tanya Leo merasa pilu.


''Kita berdoa saja, semoga Nyonya Adelia bisa bangun kembali.''


''Ya... Ampun istriku... Adelia...!''


Sementara ibu, dia hanya diam mematung, memegangi tubuh menantunya yang hampir saja roboh, dalam hati ibu dia berkata, bahwa dia harus kuat, demi ketiga cucunya, demi Adelia Putri semata wayangnya yang saat ini sedang membutuhkan dukungan dari diri'nya.


''Kalau begitu saya permisi, Nyonya Adelia akan segera di pindahkan ke ruang ICU,'' ucap Dokter lalu pergi dari hadapan.


''Bagaimana ini, bu? kalau sampai Adel tidak bangun lagi, apa yang akan terjadi padaku dan ketiga anakku...?''


''Tidak, Leo. Adelia pasti bangun. Apa kamu lupa bahwa dia adalah wanita kuat dan tangguh? ibu yakin dia hanya ingin beristirahat sebentar,'' Ibu mencoba menghibur. Meski sebenarnya hatinya lah yang sedang dihibur.

__ADS_1


''Apakah begitu?'' tanya Leo, sedikit merasa tenang.


Ibu mengangguk penuh keyakinan.


''Baiklah, aku akan menunggu dengan sabar, dan tentunya berdoa kepada Tuhan, agar dia cepat bangun...'' jawab Leo, mengusap pipinya yang basah dengan air mata.


Tidak lama kemudian, seorang perawat keluar dari dalam ruangan dengan menggendong bayi, dan tentu saja bayi itu adalah bayi yang baru saja dilahirkan oleh Adelia.


Perawat tersebut memperlihatkan bayi tampan itu kepada ayahnya dan juga ibu Sarah, nenek nya.


Leo meraih dan menggendong putranya, bibirnya nampak tersenyum, namun senyum yang menyiratkan kesedihan, karena istrinya, ibu dari bayi yang sedang di gendongan'nya ini, tidak bisa melihat betapa tampannya putra ketiganya itu.


''Sayang, ini papi...! kamu tampan sekali, nak. Ibu mu sedang dalam keadaan koma, doakan dia semoga dia lekas bangun, ya... sayang...!'' Leo berucap, menatap dengan tatapan penuh kasih sayang.


Perawatan tersebut pun segera meraih kembali tubuh sang bayi, karena harus di tempatkan terlebih dahulu di ruangan khusus bayi, yang suhu ruangannya lebih hangat, agar bayi yang masih merah itu dapat berkembang dengan baik nantinya.


______------______


Kini, Adelia berada di ruangan ICU, matanya tertutup rapat dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya, wajah'nya terlihat pucat, dan tubuhnya terbaring lemah di atas ranjang seolah tidak bernyawa.

__ADS_1


Leo, selalu berada di sana, mendampingi tubuh sang istri dengan sabar dan hati yang penuh dengan keyakinan, yakin bahwa Adelia Fasha, wanita yang sangat dia cintai'nya akan segera bangun kembali.


Leo menggenggam erat jemari sang istri, meremasnya lembut dan penuh kasih sayang.


''Adelia, istri'ku. Kapan kamu akan bangun, sudah tiga hari kamu seperti ini, apa kamu tidak merindukan si kembar, aku, dan bayi yang baru saja kamu lahir'kan, apakan kamu tidak ingin melihat dia? heuh...'' ucap Leo mengusap rambut sang istri, yang seolah sedang tertidur nyenyak.


Yang di ajak bicara pun tetap tidak bergeming.


''Apa kamu ingat pertemuan pertama kita? saat wajahmu kesal karena aku memakan gorengan yang akan kau jajakan? aku sungguh merindukan dirimu istri'ku, rindu gorengan buatan'mu, dan rindu wajah ceriamu, jadi bangunlah, sayang...!'' Leo kembali berucap menahan rasa pilu.


Dirinya pun terus menatap wajah istrinya yang kian hari kian tirus, dengan warna kulit yang semakin memutih, lalu pandangan'nya tiba-tiba saja tertuju pada layar pengontrol detak jantung yang tiba-tiba saja mengeluarkan bunyi aneh.


Tut


Tut


Tut


Leo panik seketika dan segera berlari keluar untuk memanggil Dokter.

__ADS_1


___________----------___________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2