
Satu Minggu kemudian, Adel beserta bayinya sudah di perbolehkan pulang, dan suasana rumah pun ramai dan terasa hangat semenjak kehadiran si kembar. Leo dan istrinya pun merasakan kebahagiaan yang sempurna.
Namun ya, begitulah, tidak mudah untuk mengurus bayi kembar sekaligus, Adelia kadang merasa kerepotan dan kewalahan dalam memberikan ASI, dan mengasuh bayi kembarnya.
Seperti yang sedang terjadi malam ini, Leo nampak tertidur dalam keadaan duduk di kamarnya dengan baby El yang terlihat masih berada di dalam gendongannya.
Malam-malam yang di jalani oleh pasangan orang tua baru itu kini tidak setenang dulu lagi, hanya bisa tidur beberapa jam saja setelah itu harus bergantian menggendong si kembar.
Meski keduanya tidak pernah mengeluh, dan menjalani tiap malamnya dengan penuh rasa senang dan kebahagian.
Eak
Eak
Eak
Baby El pun tiba-tiba menangis, Leo yang sedang tertidur pulas sontak terbangun dan langsung berdiri menimang sang bayi.
''Cup.. cup... Baby El, bobo lagi dong sayang, masih pukul dua dini hari, Papih ngantuk sekali,'' ucap Leo berdiri dan menimang dengan mata yang terlihat sesekali terpejam menahan rasa kantuk.
Tangisan Baby El semakin kencang, bahkan setelah di beri susu formula pun tangisnya tetap tidak terhenti. Leo pun kebingungan, dia menatap baby El dengan tatapan penuh tanda tanya.
''Sayang, kamu kenapa?''
Eak
Eak
Eak
Baby El tetap menangis.
''Apa mungkin popoknya sudah penuh?'' tanya Adelia.
''Apa mungkin begitu?''
__ADS_1
''Coba, baringkan dia disini, dan buka popoknya,'' pinta Adelia.
''Baiklah...''
Leo segera membaringkan tubuh kecil baby El, kemudian dia pun membuka kain bedong dan mengintip kedalam popok bayinya tersebut. Ada aroma tidak sedap yang tercium oleh hidung Leonardo, dan sontak dia pun menutup hidung dengan satu tangannya.
''Sepertinya dia PUP?'' ucap Leo mengerutkan keningnya.
''Ya, sudah cepat bersihkan.''
''Sebentar aku bangunkan ibu dulu,'' Leo hendak melangkah keluar.
''Nggak usah, kasihan ibu kalau harus di bangunkan, kamu saja yang ganti, bersihkan pakai tisu basah yang ada di sana,'' Adelia menunjuk ke arah tisu yang terletak di atas meja.
''Aku...?'' Leo menunjuk satu jari ke arah wajah'nya sendiri.
''Iya, siapa lagi?''
''Tapi... tapi...'' Leo ragu melakukan permintaan istrinya.
''Tapi apa, sayang? katanya ingin menjadi ayah yang baik? masa mengganti popok begitu saja nggak mau sih?''
''Tunggu... Tunggu sebentar nya, putra tampan'ku,'' Leo berjalan ke arah lemari dan mengambil masker lalu memakainya.
''Nah kalau begini aman, nggak akan tercium bau apapun,'' ucap Leo cengengesan.
''Dih dasar, cepat, kasian baby El pasti sudah tidak nyaman,'' pinta Adel, yang terlihat sedang menyusui baby Al di atas tempat tidur.
''Iya... iya...''
Leo pun membuka popok lalu membersihkan **** ***** sang bayi dengan tisu basah, kepalanya tampak sedikit di tarik ke belakang dengan wajah yang meringis di balik masker.
Setelah itu dia segera mengganti popok dengan yang baru, Leo tersenyum merasa senang seketika saat baby El berhenti menangis dan tersenyum menatap wajah dirinya.
''Ternyata tidak susah mengganti dan membersihkan popok'mu, nak. Maaf ya, tadi Papih sempat ragu melakukan'nya,'' ucap Leo menggendong kembali tubuh baby El, menimangnya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Baby El pun menatap wajah sang ayah, dengan mulut yang menerima susu formula, menghisapnya secara perlahan, sampai botol pun terlihat kosong.
____---____
Keesokan harinya.
Leo berada di kantornya dengan wajah yang terlihat sedikit kusam, sudah beberapa malam ini dia tidak bisa tidur nyenyak karena harus menjaga si kembar.
Angel yang melihat raut wajah bosnya yang terlihat seperti menahan kantuk dengan lingkaran hitam di bawah matanya, segera menghampiri dengan membawa secangkir kopi.
''Minumlah kopi ini, bos?'' Angel meletakan cangkir kopi di atas meja.
''Terima kasih,'' Leo meraihnya dan menyeruput'nya perlahan.
''Pasti kerepotan mengurus si kembar?'' tanya Angel menatap wajah lesu Leo.
''Begitulah, tapi aku senang melakukannya, mereka berdua seperti penyemangat baru dalam hidupku,'' jawab Leo tanpa menoleh.
''Kenapa kalian tidak memiliki Baby sister? kan lumayan bisa membantu kalian dalam mengurus si kembar,'' Angel mengusulkan.
''Iya, ya. kenapa aku nggak kepikiran hal itu,'' jawab Leo seraya termenung memikirkan usulan sekertaris'nya.
____________-------_____________
Jangan lupa
Like
komen
Vote
Hadiah
Agar Author semangat berkarya
__ADS_1
Terima kasih Reader ❤️💓💓💓💓
______________--------_______________