Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Malam Pertama


__ADS_3

''Mau apa kalian ke sini?'' tanya Adel berdiri dengan memasang wajah heran, wajahnya yang di poles make up tipis terlihat sangat cantik dengan kebaya berwarna putih yang membalut tubuh rampingnya, rambut sebahu Adel pun tampak di tata Serapi mungkin layaknya seorang pengantin.


''Apa lagi? kami mau menghadiri perawan tua menikah, ini adalah perhelatan yang patut di abadi kan?'' ucap salah satu preman, dia mengambil ponsel lalu memotret sepasang pengantin yang sedang duduk di depan penghulu dengan ibu yang duduk di sampingnya.


Cekrek


cekrek


cekrek


''Nah, bagus kan? aku akan memasang Poto ini di media sosial ku, kita lihat berapa orang yang bakal ngasih like ke postingan ku ini, ha... ha... ha...'' ucap preman tadi dan benar-benar memosting Poto Adel sedang bersanding dengan Axel yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya.


''Kalian Apa-apain sih, nggak lucu tau,'' ucap Adel kesal.


Para warga yang berada di sana hanya menatap para preman itu dengan saling berbisik, rupanya mereka adalah rentenir yang waktu itu datang ke sana untuk menagih hutang kepada Adel dan ibu.


Tanpa rasa malu sama sekali, para preman itu berjalan menuju tempat prasmanan, berjejer di sana mengantri mengambil makanan.


Adel hendak berdiri melarang mereka, namun dengan sigap, tangan ibu meraih lengan Adel dan memintanya untuk kembali duduk.


''Apa kita akan membiarkan mereka seperti itu, Bu?'' tanya Adel dengan wajah kesal.


''Sudah, biarkan saja, mereka datang kesini untuk memberikan ucapan selamat untuk kamu,'' ibu menjawab dengan sedikit berbisik.


''Sudah nggak apa-apa, yang penting mereka ke sini bukan untuk menagih hutang,'' Axel ikut berbisik di telinga Adel.


''Ciih... dasar preman tidak tahu malu, sebenarnya mereka ke sini hanya ingin makan gratisan,'' Adel berucap dengan mulut yang sedikit di kerucutkan.


Setelah acara akad selesai, semua tamu yang hadir di sana pun segera di persilahkan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan, meskipun hanya alakadarnya dan terlihat sangat sederhana.


Kini Adel dan Axel sudah resmi menjadi sepasang suami istri, mereka terlihat sangat serasi, membuat semua mata yang menatapnya merasa iri.


Acara pun berakhir dengan singkat, karena memang tidak ada acara tambahan seperti hiburan dan lain sebaginya yang biasa di adakan di acara hajatan.


Para tamu undangan yang jumlah nya tidak terlalu banyak pun segera meninggalkan kediaman Ibu, mereka pergi satu persatu hingga rumah pun kembali kosong seperti biasanya, hanya tersisa dua sampai tiga orang saja yang membantu ibu membereskan bekas tempat acara.

__ADS_1


___---___


Malam hari.


Mulai malam ini Axel tidur di kamar yang sama dengan istrinya, dengan jantung yang berdetak dengan sangat kencang, Axel mulai membuka pintu kamar tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Ceklek...


Axel membuka pintu dengan pelan, dia tidak mengetahui jika istrinya sedang hanya memakai handuk yang membalut separuh tubuh moleknya, karena sang istri baru saja selesai membersihkan diri.


''Oh... Maaf aku tidak tahu kamu sedang berpakaian,'' Axel segera kembali menutup pintu dengan jantung yang serasa akan melompat dari tempatnya.


Sementara Adel menutup bagian gunung kembarnya yang terlihat menyembul sempura dengan belahan yang putih mulus terlihat sangat menggoda dengan kedua tangannya seraya membulatkan bola mata indahnya.


''Diih... dasar, kalau masuk kamar orang ketuk pintu dulu, nggak sopan banget sih,'' Adel menggerutu sendiri di dalam kamar.


Axel hanya berdiri di depan pintu, dia mencoba mengatur napas yang terasa tidak beraturan. Ibu yang kebetulan akan memasuki kamar pribadinya merasa lucu melihat Axel yang hanya berdiri di sana sambil terlihat memegangi dadanya dengan wajah pucat.


Ibu pun tersenyum kecil menatap menantunya, kemudian ia berjalan menghampiri dan menepuk pundak Axel dari belakang.


''Eh... ibu...'' Axel menjawab dengan tersenyum malu lalu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.


''Kenapa tidak masuk? kamar ini kan sekarang kamarmu juga.''


''Mau, Bu. Ini aku mau masuk, aku masih belum terbiasa memasuki kamar ini,'' Axel masih dengan tersenyum menahan malu dan groginya.


''Nanti lama-lama juga kamu terbiasa. ADEL BUKA PINTU, SUAMI KAMU MAU MASUK NIH,'' ibu berteriak memanggil putrinya.


''IYA, BU. SEBENTAR, AKU SEDANG GANTI BAJU,'' suara Adel terdengar dari dalam kamar dengan nada yang sedikit di tinggikan.


''KENAPA MESTI MALU? DIA KAN SUAMIMU, TAK APA-APA KAMU MENGGANTI BAJU DI DEPAN AXEL JUGA, KASIHAN DIA DARI TADI MENUNGGU KAMU DIDEPAN PINTU,'' ibu kembali memanggil.


''IYA, BU SEBENTAR LAGI SELESAI KO.''


Beberapa menit kemudian Adel pun keluar dengan memakai setelan serba panjang, celana panjang dan juga baju panjang.

__ADS_1


Ibu tersenyum merasa lucu dengan tingkah putrinya, dan diapun berjalan meninggalkan sepasang pengantin baru, yang akan bermalam pertama itu.


Axel menatap wajah istrinya dengan raut wajah kesal, ia pun berjalan memasuki kamar, dan langsung berbaring tanpa menyapa ataupun mengajak bicara istrinya.


Adel yang merasa heran, duduk di samping suaminya yang sudah meringkuk dengan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.


''Kenapa? kamu marah?'' tanya Adel penasaran.


Axel tidak menjawab.


''Axel...! jangan seperti ini. Masa di malam pertama kita kamu marah kaya gini?'' suara Adel terdengar menahan kesal, karena sama sekali tidak mengerti mengapa suaminya tiba-tiba marah kepada dirinya.


Axel berbalik lalu menatap wajah Adel dengan tatapan tajam. Wajahnya terlihat muram dengan alis yang saling di taut'kan.


''Ini malam pertama kita kan?'' tanya Axel.


Adel mengangguk.


''Terus mengapa di malam pertama kita, kamu memakai pakaian yang serba panjang, baju panjang, celana panjang, bikin kesal saja?'' tanyanya lagi dengan mulut yang sedikit dikerucutkan.


''Ha... ha... ha...!" Adel tertawa geli sambil melihat tubuhnya sendiri, yang memang dia memakai pakaian yang serba panjang.


Axel kesal lalu berbalik memunggungi istrinya, dengan selimut tebal yang kini menutupi seluruh tubuh hingga kepalanya.


"Jadi karena itu kamu marah, ha...ha...ha..." Adel menarik selimut yang menutupi bagian kepala Axel, dengan masih tertawa kecil merasa sangat lucu melihat tingkah suaminya tersebut.


Axel merasa semakin kesal karena di tertawa kan, dia pun kembali menutupi kepala dengan selimut yang tadi di buka begitu saja oleh istri tercintanya.


Adel pun bangkit lalu berjalan menuju lemari pakaian, ia meraih baju tidur yang terlihat sangat seksi, karena hanya berupa atasan terbuka yang hanya memiliki satu tali yang melingkar di lehernya.


Adelia berganti pakaian di dalam kamar, tidak menghiraukan tubuh Axel yang saat ini sedang berbaring memunggunginya.


Dia pun sengaja tidak memakai penutup gunung kembarnya, agar suaminya itu merasa senang, bahkan dia pun dengan sengaja tidak memakai ce***a dalam, agar malam pertamanya berjalan dengan lancar, tanpa hambatan.


__________-----------__________

__ADS_1


__ADS_2