Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Bertemu Dengan Leonardo


__ADS_3

Angelina berhenti di sebuah pasar yang terlihat sangat ramai, hal tersebut ia gunakan untuk beristirahat sejenak, ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil, matanya terlihat memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang melintasi mobilnya yang memang sedang terjebak macet tepat di jalan Raja di depan pasar tradisional.


Dia tersenyum kecut, antrian mobil yang begitu panjang sepertinya akan memakan banyak waktu yang dia punya, sementara dirinya sudah sangat tidak sabar ingin segera bertemu dengan pria yang sudah membuat janji dengan dirinya.


Dirinya pun meraih ponsel lalu hendak menelpon orang tersebut, namun saat jemarinya baru saat akan menekan nomor di layar ponselnya tiba-tiba saja matanya di kejutkan dengan sesosok laki-laki yang terlihat dari kejauhan, dia seperti orang yang sangat dia kenal.


Laki-laki itu tinggi dan juga tampan, meski hanya memakai kaos oblong sederhana dengan celana yang terlihat kekecilan dengan rambut yang di biarkan sedikit berantakan, namun dia sangat yakin jika Laki-laki adalah Leonardo, kekasih tercintanya.


Angelina pun segera berlari keluar hendak menghampiri dengan wajah yang terlihat senang, namun saat dirinya baru saja berdiri di depan mobilnya, Laki-laki tersebut sudah hilang di dalam kerumunan.


Dirinya pun hendak berlari dan mencari, namun apalah daya mobil yang berada tepat di belakangnya sudah membunyikan klakson berkali-kali sebagai pertanda dirinya harus segera melajukan mobilnya.


Dengan terpaksa Angel pun kembali masuk ke dalam mobil, karena pemilik mobil yang berada di belakang mobilnya sudah sampai mengeluarkan kepala dari jendela mobilnya seraya berteriak marah menatap ke arah dirinya.


''Hey...! sedang apa di situ? cepat jalan,'' teriak orang tersebut dengan tatapan tajam.


''Iya... iya...'' jawab Angel membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.


Ia pun segara menjalankan mobil yang di kendarai'nya secara pelan, sambil mata indahnya melihat ke arah sekeliling pasar, berharap jika Laki-laki yang tadi dia lihat berada di salah satu orang yang sedang berlalu-lalang.


Lama mencari sembari terus menyetir pelan, namun harapannya sia-sia, Laki-laki itu sudah tak terlihat dimana pun di pasar itu.


Dirinya pun memutuskan untuk menepikan mobilnya di pinggir jalan, meraih ponsel dan menelpon pria yang sudah membuat janji dengan dirinya.


''Halo...! saya yang kemarin membuat janji denganmu, dan saya sudah sampai di desa yang kamu sebutkan, bisakah kita bertemu sekarang juga?'' Angel berbicara setelah orang tersebut mengangkat telpon darinya.


''Baik, dimana posisimu sekarang?''


''Aku ada di sebuah pasar, apa kita bisa bertemu di sini saja?'' jawab Angel sengaja ingin bertemu di sana, berharap dia bisa bertemu kembali dengan Laki-laki yang tadi dia lihat.


''Baiklah, aku ke sana sekarang.''


Angel menutup ponsel dan meletakkannya sembarangan, ia masih menatap dan mencari ke setiap orang yang berada di sana.

__ADS_1


Setelah menunggu selama setengah jam akhirnya pria yang membuat janji dengan dirinya kembali menelpon, mengatakan bahwa pria tersebut kini sudah berada di depan pasar, Angel segera keluar dari dalam mobil seraya terus menelpon, dia menunjukan memberitahukan dimana dirinya berada.


Tak lama kemudian pria tersebut menghampiri nya, pria tinggi besar dengan baju yang terlihat kusam dan dengan wajah yang sangar.


''Nona Angelina?'' tanya pria tersebut sambil berjalan mendekat.


''Iya betul, kamu yang membuat janji dengan saya?''


''Iya, itu saya.''


''Kita bicara disini saja ya,'' ucap Angelina.


Lalu dirinya memperlihatkan sebuah Poto dari dalam ponselanya, Poto Leonardo yang sedang bersanding dengan dirinya.


''Apa kamu kenal dengan orang ini?'' tanya Angel menyerahkan ponsel yang berada di dalam genggamannya.


Pria itu meraih ponsel dan menatap dengan seksama, wajah Laki-laki dalam Poto tersebut seperti tidak asing baginya, karena dalam ponsel Angel, Leonardo berpakaian sangat rapih, berbeda dengan Axel yang selalu terlihat berpakaian sederhana.


''Saya kenal sekali dengan Laki-laki ini, dia Axel. Saya juga tahu rumahnya,'' ujar pria tersebut.


''Axel...? Tidak, tidak, nama pria ini adalah Leonardo bukan Axel?'' Angel berucap dengan nada yang penuh penekanan.


''Saya tidak mungkin salah, Nona. Jika mau, saya akan mengantarkan Nona ke rumahnya,'' pria itu menawarkan.


''Iya, saya mau, cepat antaranya saya ke sana.''


''Tapi, Nona Angel jangan lupa janjinya, yang akan memberikan saya imbalan.''


''Tentu saja, saya punya banyak uang, dan saya akan memberikan berapapun jumlah yang kamu minta.''


''Akh... saya tidak percaya,'' jawab pria tersebut mempermainkan.


'Dasar kurang ajar'

__ADS_1


Batin Angel menggerutu kesal.


Dia pun meraih uang dari dalam tasnya, jumlahnya yang lumayan banyak membuat mata pria tersebut berbinar-binar.


''Ini, uang muka, nanti saya tambahin lagi kalau sudah sampai di sana,'' Angel menyerahkan uang tersebut.


''Nah, kalau begini saya percaya,'' jawab sang preman, tersenyum lalu meraih uang tersebut dan langsung memasukannya ke dalam saku celananya.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, pria tersebut duduk di kursi depan di samping Angelina. Ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa sampai ke rumah yang di maksud, hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit berkendara, mereka pun sudah sampai.


Angel memarkirkan mobilnya di pinggir jalan raya, dia segera keluar dari dalam mobil begitupun dengan orang yang mengantarnya, keduanya pun berdiri di samping mobil.


''Dimana rumahnya?'' tanya Angel merasa penasaran.


''Masuk ke dalam gang ini, mari saya antar ke sana.''


Angel mengikuti pria tersebut, berjalan memasuki gang sempit yang lebarnya tidak sampai dua meter.


Dia berjalan dengan sedikit berjinjit memakai sepatu high hill yang tingginya mencapai lima centimeter. Tak membutuhkan waktu lama, keduanya sampai di depan rumah Adelia.


''Ini rumahnya?'' tanya Angel,! menatap rumah sederhana dengan halaman yang tidak terlalu luas tersebut.


''Iya, betul. Ini rumahnya. Sekarang mana sisa yang tadi Nona janjikan?''


''Iya... iya... tunggu sebentar,'' Angel kembali meraih uang dari dalam tasnya lalu menyerahkan uang tersebut kepadanya dengan wajah kesal.


''Tapi benarkan kamu tidak salah?'' tanya Angel ingin kembali memastikan.


''Ya, tentu saja. Jika kamu tidak percaya, saya akan panggilkan pemilik rumah,'' jawabnya berjalan menghampiri dan berteriak memanggil Adelia.


''ADELIA, ada tamu yang mencari suamimu nih,'' teriak pria tersebut lalu berdiri di halaman.


___________-------__________

__ADS_1


__ADS_2