Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Melahirkan


__ADS_3

Lima bulan kemudian


Adelia bangun di tengah malam, entah mengapa perutnya terasa sangat sakit, apakah mungkin dia akan segera melahirkan? jika di lihat dari usia kandungannya, memang sudah saatnya bagi bayi yang berada di dalam kandungannya untuk di lahir'kan.


''Suami'ku... Mas... bangun, sepertinya aku akan melahirkan, perutku sakit sekali... Argh...'' Adel menggoyangkan tubuh suaminya, dia bahkan memegang kepala sang suami dan meremas rambutnya menahan rasa sakit.


Leo pun membuka mata perlahan, mengedipkan mata lalu mengusapnya dengan kedua tangannya.


''Kamu kenapa, Del,'' terkejut seketika setelah matanya terbuka sempurna, melihat wajah sang istri yang terlihat sangat kesakitan dengan tangan yang masih meremas kepala dirinya.


''Se-per-ti nya aku akan segera melahirkan... Argh... cepat bawa aku ke rumah sakit...'' teriak Adel dengan nafas yang naik turun.


''Apa...? Melahirkan? sekarang?'' Leo membulatkan bola matanya, merasa terkejut sekaligus senang.


''Iya... cepat.. hu... hu... hu...''


''Lepaskan dulu tangan'mu, aku akan memanggil ibu,'' Leo menunjuk lengan Adelia yang masih mencengkram kuat kepalanya.


''Maaf, aku lupa, soalnya perutku rasanya sakit sekali. Argh... hu... hu...''


Leo segera berlari keluar dari dalam kamar untuk memanggil ibu, karena dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa, dan tidak lama kemudian dia pun kembali dengan ibu yang mengikuti dari arah belakang.


''Adelia...! sepertinya kamu akan segera melahirkan, Leo cepat bawa dia ke rumah sakit,'' ibu panik namun mencoba bersikap tenang.


Ibu dan Leo memapah Adel keluar dari dalam kamar, menuruni tangga lalu menuju mobil dan masuk ke dalamnya.


''Tunggu, apa perlengkapan bayinya sudah di bawa?'' tanya ibu saat Leo akan memasuki mobil.


''Oh iya, aku lupa, Bu. Sebentar aku ambil dulu,'' jawab Leo lalu berlari kembali ke dalam rumahnya.


''Sabar ya sayang, tahan dulu ya. Jangan sampai kamu melahirkan di dalam mobil,'' Ibu memeluk Adelia yang sudah menitikkan air matanya tidak tahan menahan rasa sakit.


''Hu... hu... hu... Sakit banget Bu, Leo mana sih, lama banget, Argh...''

__ADS_1


''Maaf agak lama, kamu tenang ya, kita berangkat sekarang,'' Leo akhirnya datang dan masuk ke dalam mobil, duduk di kursi supir dan siap untuk mengemudi.


Kemudian dia pun menyalakan mobil, berjalan perlahan keluar dari halaman dan setelah itu melaju kencang di jalanan.


Di dalam mobil pun, Adel tampak sudah sedikit mengejan, sepertinya dia sudah tidak sabar untuk melahirkan, dia bahkan terus menarik nafas panjang lalu menghembuskanya perlahan.


''Jangan mengejan dulu, Del. Tahan... dulu, sebentar lagi kita sampai.''


''A-ku su-dah ti-dak ta-han Bu... Ha... hu... hu... ''


''Sebentar lagi sampai sayang, lihat kita sudah sampai di halaman Rumah Sakit... !'' Leo segera memarkirkan mobilnya di depan Unit Gawat Darurat.


Dia langsung berlari dan hendak membuka pintu mobil, namun saat dia membuka pintu mobilnya, Leo pun terkejut karena Adelia sudah dalam posisi siap melahirkan dengan ibu yang berada tepat di depan kaki Adelia yang sudah dia buka lebar.


''Bagaimana ini, bu?'' Leo panik dan gemetar.


''Cepat, Dokternya saja yang panggil ke sini,'' pinta ibu tanpa menoleh.


''Baik, Bu.''


''Tarik napas panjang, nyonya, sekarang hembuskan...'' Dokter memberi instruksi.


Sang Dokter sudah berada di posisi seperti yang tadi ibu lakukan, sementara ibu memeluk Adelia dan memberi dukungan.


''Hu... hu... hu... Argh...''


''Sedikit lagi nyonya, sekali hembusan napas lagi, ayo... nyonya pasti bisa.''


''Hu... Ha... Argh...''


''Eak... Eak... Eak...'' Tangis bayi pun terdengar.


Leonardo yang berdiri di luar mobil tersenyum seketika, merasa lega dan juga senang. Dia pun mengusap syukur dan mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


Perawat pun segera membawa sang bayi ke dalam rumah sakit untuk mendapatkan perawatan pertama.


''Tunggu, suster. Anak saya Laki-laki apa perempuan?'' tanya Leo kepada perawat yang melintas di hadapannya.


''Selamat tuan, bayi'nya laki-laki,'' jawab perawat tersebut, lalu kembali berjalan, karena sang bayi harus segera mendapat perawatan.


''Syukurlah...'' Leo menitikkan air mata merasa terharu, akhirnya sekarang dirinya menjadi seorang ayah.


''Nyonya, kenapa masih mengejan?'' terdengar suara Dokter dari dalam mobil.


Leo pun terkejut dan mengintip dari balik kaca jendela mobil.


''Dokter, seperti aku ingin mengejan lagi, perut'ku masih terasa sakit, Argh... hu... ha...''


''Wah... Sepertinya masih ada satu bayi lagi,'' ucap Dokter melihat ke **** ***** Adelia.


''Apa...?'' Leo membulatkan bola matanya merasa terkejut.


_____________-----------______________


*Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Hadiah


Agar Author semangat up date...


Terima kasih ❤️❤️❤️*

__ADS_1


______-------_______


__ADS_2