Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Dugaan


__ADS_3

''Gabriel ...?'' lirih Al pelan.


Dia menatap wajah Gabriel yang melintas tepat di hadapannya, begitu dekat sehingga kekasihnya itu dapat dia kenali dengan mudah meski, wajahnya masih penuh dengan luka.


Amora yang mendengar ucapan Al pun nampak menatap wajah pasien yang baru saja melintas dihadapannya, dengan perasaan heran, kemudian dia pun menatap Axela yang kini terlihat terus memandangi pria tersebut.


''Al, kamu bilang apa tadi?''


''Itu, Ra, pasien yang tadi lewat di sini itu, Gabriel, pacar aku?'' jawab Al membulatkan bola matanya, dengan wajah yang terlihat khawatir.


''Yang bener? gak mungkin akh, masa dia pacar kamu?''


''Beneran, Amora. Aku gak bohong, aku kenal betul dengan dia, dan ... dan ... muka dia penuh dengan luka lebam,'' Jawab Al sedikit terbata-bata.


''Amora ...? Sedang apa kamu di sini?'' tiba-tiba terdengar suara Alex, berjalan dari arah belakang.


''Daddy ...?'' Amora berbalik, dan menatap wajah sang ayah.

__ADS_1


''Om ...! Om tadi liat kan, pasien yang baru saja lewat sini?'' tanya Al.


''Iya, Om liat, malahan Om udah nemenin dia di dalam, tadi.''


''Apa ...? Nama pria itu Gabriel kan, Om? aku yakin dia Gabriel, pacar aku?'' tanya Al dengan begitu yakinnya.


Alex terkejut seketika, apa mungkin yang di katakan oleh Axela itu adalah benar? karena dirinya sama sekali tidak mengetahui identitas pria yang di tolong'nya tiga hari yang lalu. Namun, ada hal lain lagi yang membuat Alex semakin terkejut, apabila pria itu benar-benar pacar gadis ini, itu berarti, putri dari sahabatnya tersebut berpacaran dengan salah satu anak buah Revan.


Ada apa ini? apa yang terjadi? Axela, putri dari Leonardo, berpacaran dengan pria yang bernama Gabriel, yang ditolongnya tiga hari yang lalu. Akh ... Otak Alex benar-benar di buat pusing sekarang.


''Om, kenapa Om diam saja?''


''Bawa aku ke dia sekarang juga, Om. Aku ingin memastikan bahwa dia benar-benar pacar aku, aku mohon, Om.'' Al dengan sedikit mengiba.


''Baiklah, mari Om antar kamu ke sana, dia si rawat di ICU, karena kondisinya sangat mengkhawatirkan.''


Alex pun segera berjalan dan menunjukan arah dimana ruang ICU berada, tempat dimana Gabriel di rawat saat ini, dia pun mengantarkan Axela sampai dia benar-benar bertemu dengan Briel yang masih dalam keadaan koma.

__ADS_1


Di ruang ICU.


Amora perlahan mendorong kursi roda, membawanya masuk ke ruang ICU dengan Axela duduk di atas kursi tersebut, mata Al nampak menatap ke arah pasien yang kini terbaring dalam keadaan koma dengan wajah yang penuh dengan luka, dan tentu saja ditemani Alex yang berjalan di belakangnya, sama-sama memasuki ruangan tersebut.


Mata Al nampak menatap dengan seksama, wajah pasien tersebut yang ditubuhnya tertempel berbagai macam alat bantu medis yang menopangnya agar tetap bisa hidup, dia pun berada tepat di samping ranjang, memperhatikan setiap lekuk wajahnya yang terlihat sedikit berbeda karena lebam yang hampir menutupi seluruh permukaan wajah tampannya. Namun, dia yakin betul, bahwa, pasien ini adalah kekasihnya.


''Gimana, Al. Apa dia benar-benar pacar kamu?'' tanya Amora.


''Iya, Ra. Dia kekasih aku. Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa dia bisa seperti ini? Briel, bangun sayang. Siapa yang melakukannya ini kepadamu, hiks hiks hiks ...?'' tangis Al pun pecah seketika itu juga.


Alex pun terhenyak seketika, berarti dugaannya benar, putri dari sahabatnya itu berpacaran dengan salah satu anak buah Revan. Benar-benar sesuatu yang sangat mengejutkan. Kemudian pikirannya pun tiba-tiba tertuju kepada satu hal.


Apa mungkin Gabriel ada hubungannya dengan insiden penembakan yang waktu itu menimpa Leonardo sang sahabat? Atau, pria ini adalah pelaku sebenarnya?


Dia pun mengusap wajahnya secara kasar, mencoba menyingkirkan pikiran buruknya tersebut, dan berharap bahwa, dugaannya itu adalah salah.


___________------------____________

__ADS_1


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers ♥️♥️♥️


__ADS_2