Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Ikatan Batin


__ADS_3

Axel, dia membaca secarik kertas yang tadi dia temukan terselip di tepi ranjang, dia membuka gulungan kertas tersebut lalu membacanya.


Wajah Axel pun berubah seketika, matanya membulat sempurna dengan raut wajah yang terlihat geram, kedua tangannya pun di kepalkan bahkan mata bulatnya terlihat memerah sekarang.


El menatap wajah Axela, kembarannya, menatap dengan tatapan mata penuh rasa iba sekaligus memancarkan kesedihan yang mendalam, dia mengusap kening Axela seraya berkata dalam hatinya.


'Maafkan kakakmu ini, Al... aku gagal menjagamu, sehingga lelaki brengsek itu melakukan hal bejat kepada dirimu aku sungguh minta maaf, Al. Aku gagal sebagi seorang Kaka, aku sungguh merasa bersalah...' (Gumam Axel menahan kesedihannya di dalam hati)


''Apa itu, El...?'' Ibu menatap kertas yang di genggam putra'nya.


''Oh, tidak ko, Bu. Ini bukan apa-apa, ini cuma sampah, mau aku buang.'' El langsung memasukan kertas tersebut ke dalam saku celananya, dan mengubah raut wajahnya seolah tidak sedang terjadi apa-apa.


''Mom, aku keluar dulu sebentar, ya.''


''Lho, kamu baru saja sampai, mau kemana lagi?''


''Ada urusan mendesak mom, gak akan lama ko.'' El berjalan keluar dari dalam kamar.


Amora yang mendengar dan melihat gelagat kekasihnya tersebut segera berjalan cepat menyusul Axel.


''Axel...? kamu mau kemana?'' Amora sedikit berteriak.


Al menghentikan langkahnya, dia pun berbalik, lalu berhenti.


''El...! Ada apa?''


''Aku keluar dulu, ada urusan mendesak.''


''Iya, tapi ada apa? kamu seperti sedang kesal begitu?'' Amora menatap wajah sang kekasih yang terlihat tidak seceria tadi.


''Aku ceritain nanti, sekarang aku buru-buru, kamu temani dulu mommy dan juga Al, oke...!'' El segera berlari.


Amora hanya bisa menatap punggung kekasihnya dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya.


'Pasti telah terjadi sesuatu, tapi apa?' (batin Amora)


**


Axel melajukan motor Ninja milik kekasihnya, melaju dengan kecepatan tinggi, memecah jalanan ibu kota yang tidak terlalu padat pengendara, dia sudah tidak lagi memikirkan keselamatan'nya, yang ada di fikirkan adalah ingin segera sampai si tempat tujuan.

__ADS_1


Ya...! Setelah membaca surat pemberian dari Gabriel untuk kembarannya, dia berniat untuk menghampiri pria itu di tempat tinggalnya, tempat yang sama saat dia menemukan Axela, beberapa hari yang lalu.


Akhirnya dia pun sampai di tempat tujuan, memasuki gang kecil dan segera memarkir motor yang di kendarai'nya di halaman tepat di depan kontrakan kecil milik Gabriel.


Axel pun turun dan segera berjalan ke depan pintu kontrakan. Dirinya mengetuk pintu dengan begitu kasar sehingga menimbulkan sedikit kegaduhan.


Bruk


Bruk


Bruk


''Buka pintunya brengsek...!''


Teriak Axel dengan nada suara yang terdengar geram.


Tidak lama kemudian pintu pun di buka, dan tanpa basa basi lagi, Axel segera melayangkan pukulan saat wajah Gabriel terlihat oleh matanya.


Buk...


Tak bisa menghindar, Briel pun tersungkur ke atas lantai.


''Tunggu... ada apa? kenapa datang-datang langsung main pukul saja?'' tanya Gabriel tidak mengerti.


''Lo telah memperkosa saudara kembar gue, brengsek... dan sekarang Lo melarikan diri dan tidak bertanggung jawab...''


Gabriel terdiam, saudara kembar Axela kini sudah mengetahui hal tersebut rupanya, tapi darimana dia tahu? rasanya tidak mungkin jika Al sendiri yang memberitahukan hal tersebut kepada saudaranya tersebut.


''Gue nggak memperkosa dia, kita melakukannya atas dasar suka sama suka,'' Briel bangkit dan berdiri.


Merasa geram mendengar ucapan pria itu, Axel pun kembali hendak melayangkan pukulan, namun kali ini dapat di tepis dengan mudah oleh pemuda yang bernama Gabriel tersebut.


Sebagai seorang anggota Mafia, tentu saja Briel memiliki keterampilan bela diri yang tinggi, Axel yang masih berusia remaja sama sekali tidak ada apa-apanya di bandingkan kemampuan yang dia miliki.


Akhirnya perkelahian tidak seimbang pun terjadi, kali ini Briel tidak diam saja, saat El berkali-kali hendak menghantam bahkan menendang diri'nya, dia dapat dengan mudah menepis semua itu, Briel bahkan melayangkan satu pukulan di wajah Axel.


Meski tidak terlalu keras karena tidak ingin terlalu menyakiti saudara dari kekasihnya itu, namun, pukulan Briel sudah cukup untuk membuat Axel meringis kesakitan, dan menyebabkan luka lebam si wajah tampannya.


Buk...

__ADS_1


''Argh...'' terdengar suara El meringis lalu memegangi wajahnya.


''Dengarkan gue, anak bau kencur. Lo sama sekali bukan tandingan gue, waktu itu gue cuma mengalah sama Lo.''


''Brengsek, cuih... kalau Lo mau mari kita bertarung, gue sama sekali gak takut sama Lo.''


Axel bangkit dan hendak kembali melayangkan pukulan, namun kali ini tangan Briel berhasil meraih lengan El lalu menguncinya ke belakang, tubuh El pun di dorong ke tembok, dan El sama sekali tidak dapat lagi berkutik sekarang.


''Lepasin gue, brengsek...'' El berontak, namun usahanya sia-sia.


Wajahnya kini menyentuh tembok, dengan Briel mengunci tangan'nya dari arah belakang.


''Dengarkan penjelasan gue. Gue akan bertanggung jawab, gue janji, tapi nggak sekarang, gue masih ada pekerjaan yang harus gue selesaikan, setelah itu, gue janji gue gak akan ninggalin saudara Lo lagi.''


''Gue gak percaya dengan janji Lo, bajingan...! lepasin gue sekarang juga, tangan gue sakit...'' ucap El seraya meringis kesakitan.


''Gue akan lepasin Lo, tapi Lo harus janji kalau Lo gak akan ngajak gue berkelahi lagi.''


''Iya, gue janji...''


Gabriel pun akhirnya melepaskan tangannya dengan sedikit kasar, hingga tubuh El kini tersungkur di atas lantai, kemudian dia pun bangkit dan duduk, kepalanya terlihat menunduk menunduk seolah menatap lantai.


''Apa Lo tahu gimana perasaan gue saat gue tahu adik gue telah hilang kesuciannya, hah...?''


Axel berteriak kencang, dengan mata sudah terlihat berkaca-kaca dengan raut wajah yang terlihat geram, sorot matanya sedikit sayu menahan kesedihan yang mendalam.


''Gue sebagai seorang Kaka, merasa gagal dalam menjaga adik perempuan gue, kami berdua kembar, kita lahir di hari yang sama, bahkan di jam yang sama, jadi gue bisa merasakan kesedihan yang dia rasakan sekarang, jika hati dia sakit, hati gue juga sakit, jika dia terluka maka hati gue pun terasa perih, hiks... hiks... hiks...!'' El tiba-tiba saja menangis sesenggukan, seolah menumpahkan kesedihan yang sedari tadi dia tahan.


Gabriel pun terkejut sekaligus terpana, sebegitu erat'kah ikatan batin antara dua saudara kembar itu? hatinya merasa sedikit tersentuh.


''Gue janji, setelah pekerjaan gue selesai, gue akan segera menghampiri saudara Lo, dan gak akan pernah ninggalin dia lagi,'' lirih Briel melembutkan suara'nya.


Tiba-tiba saja Axel pun bangkit lalu berdiri, menatap wajah pria bernama Gabriel tersebut.


''Tidak, sekarang gue gak peduli Lo mau bertanggung jawab atau tidak, gue bahkan gak akan pernah ngijinin Lo buat pacaran apalagi menikah dengan kembaran gue, karena cowok brengsek kaya Lo sama sekali gak pantas bersanding dengan adik gue yang cantik itu, gue yakin di luaran sana masih banyak cowok yang mau nerima Axela apa adanya.''


___________--------------__________


Promosi

__ADS_1



__ADS_2