Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Hadiah Pernikahan.


__ADS_3

Leo membelalakan bola matanya seketika, saat mendengar suara wanita yang mengangkat telpon dari Alex, sayup-sayup terdengar suara yang sangat dia kenal, yaitu, Adelia. Istrinya tercinta.


''Halo...! ini siapa?'' tanya Adelia berbicara di dalam telpon.


''Apakah ini dengan Adelia Fasha, istri dari Leonardo?'' Alex berbicara sembari memandang wajah Leo, menatap dengan tatapan yang terlihat mengejek, dan tersenyum licik.


Leo hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, wajahnya terlihat merah menahan amarah, matanya bahkan sampai berair karena menahan gejolak di dalam jiwanya yang terasa membara.


''Perkenalkan, saya Alex, sahabat baiknya Leonardo,'' Alex meneruskan percakapannya.


''Oh, iya. Ada keperluan apa ya menelpon saya? terus dapat nomor saya dari mana?''


''Tidak penting saya tau nomor Nona dari mana, saya hanya ingin memberitahukan, bahwa saya sudah mengirimkan hadiah untuk pernikahan kalian, tunggu saja sebentar lagi hadiahnya akan segera datang,'' ucap Alex tersenyum lebar ke arah Leo, dengan mengangkat kedua bahunya.


'Kurang ajar, awas saja kalau kau berani menyakiti istriku.'


Gumam Leo pelan.


Setelah itu Alex mengakhiri percakapannya, dia kembali menatap wajah rivalnya dengan tatapan dan senyuman licik.


Leo hendak menghampiri dan berbicara dengan Alex, namun langkahnya terhenti seketika, saat Laki-laki berkumis itu mengatakan sesuatu.


''Apa kamu masih memiliki waktu untuk meladeni ku disini?'' tanya Alex mengintimidasi.


Leo baru tersadar dan teringat istrinya, diapun menyuruh anak buahnya untuk kembali ke markas, dirinya segera berlari dan masuk ke dalam mobil dan menyetir sendiri, Leonardo mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dia bahkan menerobos lampu merah dengan begitu saja, karena ingin segera tiba di rumah.


Sesampainya di rumah Leo segera berlari dan membuka pintu dengan kasar lalu masuk ke dalam rumah, nafasnya terlihat tidak beraturan dengan keringat yang membasahi seluruh badan.


Jantungnya pun berdetak dengan kencang, bahkan tubuhnya pun terasa bergetar, dirinya sungguh merasa ketakutan jika Alex akan benar-benar menyakiti istri kesayangan.


Leo berkeliling rumah mencari keberadaan sang istri, membuka satu persatu ruangan di dalam rumahnya, hingga dia menapaki seluruh ruangan tanpa ada yang terlewati. Namun seketika langkahnya terhenti karena tidak menemukan keberadaan sang istri.


''ADEL...! ADELIA...! KAMU DIMANA?'' Leo berteriak panik seketika, karena tidak mendapati istrinya tidak ada dimana pun di dalam rumah.


Tiba-tiba saja kakinya terasa lemas, dia hampir roboh namun akhirnya hanya menyandarkan tubuhnya di tembok, dengan tangan yang di kepalkan.

__ADS_1


'Kamu dimana Del?'


Lirihnya pelan.


Leo pun hendak menangis sesenggukan, namun tiba-tiba saja Adelia berjalan menuruni tangga dan menghampiri dirinya, wajah istrinya tersebut tampak merasa heran melihat sang suami yang sedang bersandar di tembok dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


''Kamu Kenapa?'' tanya Adelia menghampiri Leonardo.


Leo yang sedang bersandar akhirnya ambruk di atas lantai, rasa lemas yang tadi di tahan akhirnya di tumpahkan. Sang Istri yang melihat kondisi suaminya seperti itu langsung berlari menghampiri.


''Kamu kenapa?'' tanya Adelia berjongkok di depan suami'nya.


Leo memeluk tubuh sang Istri, dirinya merasa lega karena sang istri dalam keadaan baik-baik saja, rupanya, Alex sengaja memprovokasi Leo untuk menjatuhkan mentalnya dan ingin membuat hidupnya tidak tenang.


''Apakah kamu baik-baik saja?'' tanya Leo dengan sedikit terisak dan menatap wajah istrinya dengan tatapan sayu dan juga layu.


''Iya aku baik-baik saja. Sebenarnya kamu kenapa? Ada apa?'' Adel menjawab sekaligus bertanya merasa heran sekaligus penasaran.


''Syukurlah, aku takut kamu kenapa-napa, aku sungguh takut kehilanganmu.''


''Jawab aku, ada dengan kamu sebenarnya?''


''Aku ha--nya...'' Leo menjawab dengan terbata-bata, tidak tahu harus menjawab apa.


''Leonardo... jawab Aku?'' Adel sedikit menaikan suaranya.


Bukannya menjawab, Leo malah kembali memeluk tubuh sang istri, bahkan kali ini semakin erat, hingga membuat nafas Adelia terasa sesak.


''Lepaskan, aku nggak bisa bernafas,'' Adelia mengernyitkan wajahnya.


''Oh, iya, maaf...'' Leo melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata yang sedikit membasahi pipinya.


''Kamu beneran menangis?'' Adel bertanya dengan sedikit tertawa.


''Nggak ko, aku hanya ke kelilipan debu,'' jawab Leo berbohong seraya mengusap kedua mata dengan punggung lengannya.

__ADS_1


''Bohong...'' Adel mengerucutkan bibirnya lalu membantu tubuh suaminya berdiri.


Keduanya berjalan lalu duduk di kursi yang terletak tak jauh dari tempat mereka berada sebelumya.


''Tunggu disini, aku ambilkan minum buat kamu,'' Adel pun berjalan meninggalkan Leo yang terduduk lemas di atas kursi.


Leonardo menatap punggung sang istri, dirinya tidak tahu apa yang akan terjadi, jika sampai terjadi sesuatu dengan istri tercintanya itu, dia sudah cukup merasa sakit karena kehilangan ibu kandungnya, dan apabila itu terjadi kepada istrinya juga rasanya hidupnya akan benar-benar hancur.


Sejenak Leonardo larut dalam lamunannya, hingga dia tidak menyadari bahwa sang istri berjalan kembali dengan membawa segelas air putih.


''Kamu melamun?'' tanya Adelia meletakkan gelas berisi air di atas meja.


''Heuh... apa...? tidak ko,'' jawab Leo dengan sedikit tergagap.


''Di minum dulu air putihnya biar perasaanmu sedikit tenang,'' pinta Adelia.


''Baiklah,'' meraih gelas lalu meminumnya perlahan.


''Aku tidak tahu apa yang sebenarnya menimpa dirimu sampai sikapmu aneh begini, namun aku merasa, jika sebenarnya banyak yang kamu sembunyikan dari aku,'' ucap Adelia menunduk.


Leonardo hanya terdiam, sebenarnya dia tidak ingin menyembunyikan terlalu lama tentang identitas dirinya yang sebenarnya, namun dia pun belum siap jika harus kehilangan ataupun ditinggalkan oleh istrinya apabila istrinya tersebut sampai tahu bahwa dia sebenarnya adalah seorang bos mafia.


''Sebenarnya banyak yang belum aku ceritakan kepadamu, tentang diriku yang sebenarnya, aku akan menceritakannya suatu saat nanti, tapi tidak sekarang, karena masih ada sesuatu dulu yang harus aku selesaikan,'' jawab Leo menatap penuh cinta.


''Aku tau...'' Adel memalingkan wajahnya.


''Kamu tau? tau apa?'' Leo terkejut, apakah istrinya ini sudah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya? hatinya sungguh di rundung berbagai tanda tanya.


_________--------_________


Sambil nunggu Author up bab selanjutnya silahkan kunjungi Novel saya yang lainnya, siapa tahu suka.



Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2