
''Alex ...? sedang apa kamu di sini?'' tanya Adelia, menatap wajah Alex dengan tatapan geram.
Tatapan heran pun terpancar dari wajah Lucky dan juga Al, keduanya merasa terkejut melihat Amora datang bersama pria yang bernama Alex, matanya menatap ke arah Amora lalu bergantian menatap wajah Alex, setelah itu keduanya pun mengalihkan pandangan kepada sang ibu yang kini menatap pria bernama Alex, merasa heran karena sang ibu menatap dengan tatapan penuh kebencian.
Ada apa ini? mengapa sang ibu terlihat seperti sangat membenci Alex? Axela dan juga Lucky diliputi tanda tanya.
''Mom ...? Ada apa?'' Al meraih pergelangan tangan ibunya.
''Kalian semua bisa tinggalkan kami? aku ingin bicara empat mata dengan pria ini,'' pinta Adelia kepada semua yang ada di sana.
Semuanya pun mengikuti apa yang di katakan oleh Adel, Al dan Lucky meninggalkan sang ibu di sana, begitupun dengan Ryan serta istrinya.
''Sayang, Daddy mau bicara empat mata dengan Tante Adelia, kamu keluar dulu sebentar,'' ucap Alex menatap Amora.
''Baik, Dad ...'' jawab Amora.
Setelah semua pergi, kini tinggallah Alex hanya berdua dengan Adelia, Alex pun nampak menatap wanita yang dahulu sempat di cintai'nya, menatap dengan tatapan sayu, penuh dengan ketulusan.
Sesungguhnya Alex masih menyimpan rasa kagum kepada wanita yang saat ini berada di hadapannya, perasaan dahulu masih terselip di hatinya sebenarnya, namun sebisa mungkin dia mencoba menepis perasaan tersebut, mengingat bahwa dia baru saja berbaikan dengan sahabatnya tersebut.
''Apa kamu berfikir bahwa aku yang melakukan hal ini kepada suamimu, Adelia?'' tanya Alex, masih berdiri di tempat yang sama.
''Apa dugaan ku salah?''
''Tentu saja ...! mana mungkin aku melakukan hal itu kepada Leo? aku baru saja berbaikan dengan dia, dan aku sama sekali sudah tidak memiliki dendam dengan suami'mu, dendam yang dahulu menggerogoti hatiku telah ku kikis habis,'' jawab Alex bersungguh-sungguh.
''Apa kamu pikir aku percaya dengan ucapanmu?'' Adelia dengan tatapan sinis.
''Aku bersumpah demi nama putriku, Amora, bukan aku yang melakukan itu, tapi aku janji akan mencari orang yang melakukannya.''
Menyebut nama Amora membuat kepala Adelia semakin pusing, karena ternyata gadis yang berpacaran dengan putra Sulungnya adalah putri dari pria yang sangat dia benci.
Sampai saat ini dia masih menyimpan rasa benci yang mendalam terhadap pria bernama Alex itu, melihat wajahnya saja membuat dirinya kembali mengingat masa lalu, saat pria itu menjamah dan meniduri tubuhnya, dan kejadian itu masih menjadi kejadian paling menyakitkan dalam hidup seorang Adelia.
Namun saat ini dia tidak ingin terlalu memikirkan masalah hubungan putra sulungnya, hal itu akan dia pikirkan nanti setelah suaminya kembali pulih dan sehat.
__ADS_1
''Apa kamu bersungguh-sungguh dengan ucapanmu itu?'' ucap Adel kemudian.
''Iya, aku bersungguh-sungguh, mana mungkin nama putriku aku buat untuk bermain-main? aku bersumpah, demi hidup dan mati ku, Adelia ...'' Alex dengan penuh penekanan.
''Meskipun aku belum percaya sepenuhnya, namun aku akan mencoba untuk percaya, tapi ingat, kamu jangan terlalu percaya diri dulu, karena kalau sampai kamu berbohong, aku yang akan membunuhmu dengan tanganmu sendiri, aku janji ...''
''Lakukan apapun yang kamu mau, kalau sampai aku berbohong, maka aku serahkan nyawaku padamu,'' Alex semakin meyakinkan.
''Hmm ...!" Adelia menarik napas panjang.
Sementara Alex menatap wajah Adelia dengan tatapan sayu, berharap bahwa Adelia mempercayai kesungguhan hatinya.
Keduanya pun terdiam sejenak.
Tidak lama kemudian pintu ruangan operasi pun di buka, dua orang perawat keluar dengan mendorong ranjang, namun, bukan Leo yang keluar, melainkan Axel yang terkulai lemas di atas ranjang karena baru saja menyumbangkan darahnya untuk sang ayah dalam jumlah yang lumayan banyak, sehingga, dirinya pun memerlukan perawatan.
Adelia segera menghampiri Axel yang dalam keadaan setengah terpejam.
''Sayang, apa kamu baik-baik saja?''
Alex terlihat menatap wajah Axel dengan tatapan heran.
''Dia putra'mu?'' tanya Alex mengerutkan kening.
Adelia hanya mengangguk tanpa menoleh, matanya masih tertuju pada wajah sang putra yang terlihat pucat pasi, sementara Axel masih belum menyadari kehadiran ayah dari kekasihnya tersebut, dia masih merasakan rasa pusing dengan badan yang terasa lemas.
''Kami akan membawa saudara Axel ke ruangan rawat inap untuk mendapatkan perawatan,'' ucap salah satu perawat.
''Baik, suster. Tolong tempatkan dia di ruangan terbaik, dan termahal,'' pinta Adelia ingin yang terbaik untuk putra sulungnya.
''Baik, Nyonya.''
Perawat tersebut pun membawa Axel untuk beristirahat di ruangan yang di inginkan oleh Ibu pasien.
Sementara itu, Alex masih merasa tidak percaya bahwa putrinya berpacaran dengan putra dari sahabat'nya, dia merasa bahwa dunia ini begitu sempit, karena, dari sekian banyaknya pria yang berada di dunia ini, mengapa putrinya harus dipertemukan dengan putra sulung dari Leonardo? apakah ini Takdir, atau hanya sebuah kebetulan?
__ADS_1
Baginya, tidak masalah jika sang putri berpacaran dengan Axel, bahkan jika harus sampai menikah pun, dirinya sama sekali tidak keberatan, toh hal itu akan semakin mempererat hubungan persahabatan dirinya dengan Leo, bahkan akan menjadi besan.
Tapi dirinya mengkhawatirkan Adelia, yang merupakan ibu dari Axel, mengingat bahwa, wanita lembut itu sepertinya masih membenci dirinya bahkan terlihat masih menyimpan dendam yang mendalam, dia takut bahwa istri dari Leonardo tersebut akan menentang hubungan sang putri dengan anak sulungnya.
''Maaf, Adelia, apa kamu tahu bahwa putra-putri kita berpacaran?'' tanya Alex setelah perawat itu berjalan menjauh.
''Kita bicarakan itu nanti, aku sedang tidak ingin membahasnya.''
''Baiklah, jika memang itu yang kamu inginkan, aku hanya ingin berpesan, jangan sampai hanya karena apa yang telah terjadi di antara kita di masa lalu, menjadi penghalang untuk kebahagiaan putra-putri kita.''
Adelia menoleh dan hendak mengatakan sesuatu dengan melayangkan tatapan tajam, namun, baru saja bibirnya hendak bergerak, Dokter keluar dari dalam ruang operasi.
Akhirnya dia pun mengurungkan niatnya lalu menghampiri sang Dokter.
''Dokter, apakah suami saya sudah baik-baik saja?'' Adelia penuh rasa harap.
''Syukurlah, keadaan Tuan Leonardo sudah mulai stabil, setelah dia siuman nanti, dia akan segera di bawa ke ruang perawatan.'' Jelas Dokter, sedikit tersenyum.
''Syukurlah ...!''
''Tapi untuk sementara, pasien belum bisa di kunjungi, mengingat kondisi pasien masih belum siuman, dan juga baru saja selesai menjalani operasi besar, jadi beliau harus istirahat total sampai beliau benar-benar siuman.''
''Baik, Dokter. Terima kasih ...''
''Kalau begitu saya permisi, saya akan segera menginformasikan jika Tuan Leo sudah siuman.''
Dokter berjalan meninggalkan Adelia dan juga Alex, dan kemudian Axela dan Lucky segera menghampiri, begitupun dengan Ryan dan sang istri yang tadi melipir menjauh dari mereka berdua.
Amora nampak hendak menyapa Adelia, ibu dari kekasihnya, namun, entah mengapa, Adelia pun tiba-tiba memalingkan wajah saat Amora hendak menghampiri'nya, membuat gadis itu terkejut seketika karena sikap Tante Adelia tiba-tiba saja berubah.
_____________-----------____________
Promosi
__ADS_1